Tekanan Outflow Dampak Review MSCI, IHSG Tertekan 1,41% di Awal Perdagangan Pagi
Wednesday, May 13, 2026       09:24 WIB
  • Lonjakan harga minyak (+4,19% ke USD102,18/barel) dan batubara (+1,26% ke USD132,5/ton) dipicu ketegangan geopolitik AS-Iran, sementara CPI AS naik 3,8% menekan peluang pemangkasan suku bunga The Fed.
  • Penjualan ritel Indonesia turun ke 3,4% yoy, MSCI rebalancing mengurangi jumlah saham Indonesia dalam indeks, menambah potensi outflow asing.
  • IHSG berpotensi tertekan jangka pendek; saham pilihan , , dan direkomendasikan sebagai peluang akumulasi.

Ipotnews - IHSG dibuka melemah di level 6.763 atau turun 95 poin pada perdagangan terakhir di minggu ini jelang libur panjang, Rabu (13/5). Kemarin indeks ditutup terkoreksi 0,68 persen ke level 6.858.
Kemudian pada pukul 09.10 WIB, indeks masih tertekan dengan terkoreksi 1,41 persen atau 96 poin ke level 6.762. Indeks sempat menyentuh level tertinggi 6.787 dan terendah di level 6.741 yang tetap terkurung di zona merah.
Sebanyak 211 emiten yang bergerak menguat, 344 emiten melemah dan 404 emiten stabil. Frekuensi transaksi mencapai 267,9 ribu kali dengan nilai Rp2,98 triliun serta kapitalisasi pasar mencapai Rp11,90 triliun.
Sembilan sektor melemah dan hanya dua sektor yang menguat yaitu transportasi 3,28 persen menjadi 2.109 dan industri 0,19 persen menjadi 1.896.
Untuk sektor yang melemah yaitu teknologi -0,56 persen menjadi 7.407, kesehatan -1,14 persen menjadi 1.603, bahan baku -3.08 persen menjadi 1.992, properti -0,38 persen menjadi 898.
Selanjutnya konsumer non primer -0,68 persen menjadi 724, konsumer primer -1,65 persen menjadi 1.033, energi -1,27 persen ke level 3.425, keuangan -0,22 persen ke level 1.362 dan sektor infrastruktur -2,31 persen menjadi 2.070.
Mengulas kondisi pasar global dan domestik, diketahui harga minyak dunia melonjak 4,19 persen ke USD102,18 per barel, batubara naik 1,26 persen ke USD132,5 per metrik ton, sementara emas turun tipis 0,43 persen ke USD4.715,1 per troy ounce.
Equity Analyst PT Indo Premier Sekuritas ( IPOT ), Brigita Kinari menjelaskan bahwa kenaikan komoditas energi dipicu oleh ketegangan geopolitik, khususnya pernyataan keras Presiden AS Donald Trump terkait negosiasi damai dengan Iran.
Dari sisi makro, inflasi AS melalui Consumer Price Index (CPI) naik 3,8 persen yang berpotensi memperkecil peluang penurunan suku bunga oleh The Fed.
Di dalam negeri, penjualan ritel Indonesia (yoy) Maret 2026 turun ke 3,4 persen. Selain itu, MSCI mengumumkan hasil rebalancing yang mengurangi jumlah saham Indonesia yang masih dalam list indeks dan tidak ada saham baru yang dicatatkan.
"Pergerakan IHSG dalam jangka pendek akan ada tekanan cukup kuat dan potensi outflow lebih besar karena pengurangan bobot market MSCI . Namun patut disyukuri kita tidak keluar dari emerging market ke frontier market," kata Brigita dalam sesi IPOT via IG.
Ia merekomendasikan sejumlah saham yang masih menarik untuk dicermati investor dengan menekankan untuk sementara waktu menghindari saham-saham yang terdampak kebijakan MSCI . Adapun rekomendasi saham untuk hari ini yaitu:
  • : Buy, entry 1.855, target 2.040, stop loss 1.790
  • : Buy, entry 2.600, target 2.830, stop loss 2.460
  • : Buy, entry 510, target 550, stop loss 496.(Marjudin/AI)

Sumber : Admin