Terbebani Aksi Ambil Untung Pasca Reli Pekan Lalu, Bursa Ekuitas Eropa Melempem
Tuesday, August 26, 2025       03:24 WIB
  • STOXX 600 melemah 0,4% usai reli Jumat, dipicu aksi ambil untung dan kekhawatiran suku bunga.
  • JDE Peet's naik 17,5% usai diakuisisi Keurig, Puma naik 15,9%, Valneva turun 22,2%, Orsted anjlok 16,4%.
  • ECB diprediksi menahan suku bunga; perhatian pasar tertuju pada laporan Nvidia dan isu tarif AS-Swiss.

Ipotnews - Bursa ekuitas Eropa berakhir di zona merah, Senin, tertekan aksi ambil untung pasca reli akhir pekan lalu yang dipicu ekspektasi pelonggaran kebijakan moneter Amerika Serikat. Sementara itu, saham JDE Peet's melesat usai diumumkannya kesepakatan akuisisi Keurig Dr Pepper.
Indeks pan-Eropa STOXX 600 ditutup turun 0,44% atau 2,48 poin menjadi 558,82, mencatat kinerja harian terburuk dalam tiga pekan terakhir, meski masih bertahan dekat level tertinggi sepanjang masa, demikian laporan  Reuters  dan   CNBC ,  di Bengaluru, Senin (25/8) atau Selasa (26/8) dini hari WIB.
Bursa regional utama juga berguguran. Di Jerman, Indeks DAX melemah 0,37% atau 89,97 poin menjadi 24.273,12, dan CAC Prancis merosot 1,59% atau 126,65 poin menjadi 7.843,04, sedangkan pasar saham Inggris tutup karena libur nasional.
Investor mencermati sinyal dari Chairman Federal Reserve Jerome Powell yang mengindikasikan potensi pemangkasan suku bunga bulan depan, meski tidak memberikan kepastian arah kebijakan. Pasar pun memanfaatkan momentum tersebut untuk merealisasikan keuntungan.
"Powell tidak mengubah arah kebijakan secara signifikan, tetapi euforia pasar global pada Jumat dimanfaatkan investor untuk profit-taking hari ini," ujar Steve Sosnick, analis Interactive Brokers.
Saham sektor konstruksi dan material menjadi pemberat utama indeks STOXX, dengan Nibe Industrier anjlok 7,9%.
Saham utilitas juga tertekan setelah Orsted ambles 16,4% ke level terendah sepanjang masa usai pemerintah Amerika Serikat menghentikan proyek Revolution Wind milik perusahaan tersebut di lepas pantai Rhode Island, di tengah tekanan kebijakan dari Presiden Donald Trump terhadap investasi energi terbarukan.
Saham perusahaan sejenis seperti Vestas Wind, EDP Renovaveis, dan Siemens Energy juga ikut melemah.
Di sisi lain, saham JDE Peet's melesat 17,5% ke level tertinggi dalam hampir tiga tahun setelah Keurig Dr Pepper menyepakati akuisisi senilai 15,7 miliar euro secara tunai. Kesepakatan ini disambut positif oleh pelaku pasar dan menjadi sentimen penopang di tengah pelemahan indeks secara umum.
Sementara itu, sumber  Reuters  menyebutkan Bank Sentral Eropa (ECB) kemungkinan besar akan mempertahankan suku bunga pada pertemuan bulan depan di level 2%. Diskusi mengenai potensi pemangkasan lanjutan diperkirakan dibuka kembali pada musim gugur apabila prospek ekonomi memburuk.
Sosnick menilai jeda pemangkasan bukan hal negatif selama ekonomi tetap solid, mengingat ECB telah melakukan serangkaian pemotongan agresif dalam satu tahun terakhir.
Sejumlah pergerakan saham individu juga menarik perhatian pasar. Saham Puma SE melejit 15,9% setelah laporan  Bloomberg  menyebutkan perusahaan induk keluarga Pinault tengah mengevaluasi opsi penjualan atas 29% sahamnya di Puma.
Saham Argenx melonjak 4,3% setelah mendapat rekomendasi "outperform" dari RBC terhadap obat unggulannya Vyvgart. Di sisi lain, Valneva tertekan hingga 22,2% setelah otoritas AS mencabut lisensi vaksin chikungunya Ixchiq milik perusahaan Prancis tersebut.
Selanjutnya, pelaku pasar mengalihkan fokus ke laporan kinerja kuartalan Nvidia yang akan dirilis pekan ini. Hasil laporan tersebut akan menjadi tolok ukur apakah valuasi jumbo perusahaan AI itu yang mencapai USD4 triliun masih layak.
Di sisi perdagangan global, Swiss dilaporkan tengah menyiapkan penawaran bisnis baru ke Washington untuk menghindari tarif impor sebesar 39% yang diberlakukan pemerintahan Trump. (Reuters/CNBC/AI)

Sumber : Admin