Trump Tarik Ancaman Tarif Terkait Greenland, Bursa Ekuitas Eropa Melompat
Friday, January 23, 2026       03:20 WIB
  • Bursa Eropa melonjak setelah Trump menarik ancaman tarif dan meredakan isu Greenland, mendorong sentimen risk-on global.
  • Indeks STOXX 600 naik 1,03%, dipimpin saham perbankan, konstruksi, dan otomotif, dengan Volkswagen melesat 6,5%.
  • Analis mengingatkan investor tetap waspada terhadap risiko tarif, geopolitik, dan arah kebijakan bank sentral.

Ipotnews - Bursa ekuitas Eropa mencatat kenaikan harian terbesar dalam hampir dua bulan, Kamis, seiring meredanya kekhawatiran investor setelah Presiden AS Donald Trump menarik ancaman tarif terhadap negara-negara kawasan Eropa dan menegaskan tidak akan menggunakan kekuatan militer untuk menguasai Greenland.
Indeks pan-Eropa STOXX 600 ditutup melonjak 1,03% atau 6,19 poin menjadi 608,86, sekaligus memangkas sebagian kerugian mingguan setelah ketegangan perang dagang kembali memicu aksi jual global pada awal pekan ini, demikian laporan  Reuters  dan   CNBC ,  di Bengaluru, Kamis (22/1) atau Jumat (23/1) dini hari WIB.
Bursa regional utama juga menghijau. Indeks DAX Jerman menguat 1,20% atau 295,49 poin jadi 24.856,47, FTSE 100 Inggris bertambah 0,12% atau 11,96 poin ke posisi 10.150,05, dan CAC Prancis meningkat 0,99% atau 79,72 poin ke level 8.148,89.
Trump mengatakan ancaman tarif tersebut ditarik menyusul pertemuannya dengan Sekretaris Jenderal NATO Mark Rutte. Dalam pertemuan itu, kedua pihak disebut mencapai kerangka kesepakatan (framework) terkait masa depan Greenland.
Meski rincian kesepakatan belum diungkapkan, pernyataan Trump dinilai cukup untuk mendorong sentimen risk-on di pasar global. Saham sektor konstruksi dan perbankan memimpin penguatan dengan masing-masing melesat sekitar 2%.
Namun demikian, para analis mengingatkan investor agar tidak terlena. Ancaman tarif, menurut mereka, semakin sering digunakan sebagai alat negosiasi.
"Risiko tersembunyinya adalah sikap terlalu percaya diri. Investor bisa terbiasa mengabaikan ancaman karena berpikir 'nanti juga dibatalkan', sampai suatu hari ancaman itu benar-benar tidak ditarik kembali," kata CEO Tuttle Capital Management, Matthew Tuttle.
Ancaman terbaru Trump terhadap Eropa--kurang dari setahun setelah dia memberlakukan bea masuk terhadap kawasan yang bergantung pada ekspor tersebut--mengguncang kepercayaan terhadap hubungan transatlantik. Para diplomat menyebutkan, para pemimpin Uni Eropa akan meninjau ulang hubungan dengan Amerika Serikat dalam pertemuan darurat yang digelar Kamis ini.
Sentimen pasar juga didukung oleh laporan kinerja perusahaan yang positif. Saham Volkswagen melambung 6,5% dan mendorong penguatan bursa Jerman, setelah pabrikan otomotif terbesar Eropa itu melaporkan arus kas bersih 2025 yang melampaui ekspektasi. Secara keseluruhan, sektor otomotif Eropa melejit 2,3%.
Di sisi lain, investor juga mencermati perkembangan pembicaraan damai Ukraina. Meredanya ketegangan geopolitik mendorong aksi jual saham-saham pertahanan, yang merosot 2% dan mencatat penurunan harian terbesar dalam lebih dari sebulan.
Sebaliknya, saham yang memiliki eksposur terhadap Ukraina justru menguat. Bank Austria Raiffeisen melonjak 7%, sementara maskapai penerbangan Wizz Air naik 9%.
"Ada banyak faktor yang berpotensi mengancam kenaikan pasar hingga akhir tahun, termasuk bagaimana ketegangan ini berkembang dan bagaimana bank sentral beradaptasi dengan perubahan kondisi ekonomi," ujar analis Capital.com, Daniela Hathorn.
Di luar itu, saham produsen produk kebersihan asal Swedia, Essity, anjlok 7,4% setelah penjualan kuartal keempat meleset dari perkiraan pasar.
Sementara itu, saham operator telekomunikasi Norwegia Telenor melonjak 7% setelah perusahaan tersebut menjual kepemilikannya di True Corporation Thailand senilai USD3,92 miliar.
Saham ArcelorMittal juga melompat 6,3% seiring dimulainya kembali pembicaraan terkait rencana divestasi bisnisnya di Afrika Selatan yang selama ini membukukan kerugian. (Reuters/CNBC/AI)

Sumber : Admin