- Laba & pendapatan kuat: Laba bersih Q1 2026 mencapai Rp15,63 triliun (+13,8% YoY), ditopang NII Rp40,15 triliun (+11,9%).
- Pertumbuhan kredit & aset solid: Kredit tumbuh 13,7% YoY ke Rp1.562 triliun, total aset naik 7,2% menjadi Rp2.249 triliun.
- Fundamental sehat: DPK naik 9,4% ( dominan), beban bunga turun, kualitas aset terjaga, dan permodalan makin kuat (Tier 1 +15,2%).
Ipotnews - PT Bank Rakyat Indonesia Tbk () membuka tahun buku 2026 dengan kinerja solid.
Emiten bank BUMN ini membukukan laba bersih konsolidasian sebesar Rp15,63 triliun pada kuartal I 2026, tumbuh 13,8% secara tahunan dibandingkan periode kuartal I 2025 yang tercatat Rp13,74 triliun.
Mengutip laporan keuangan per Maret 2026 yang dipublikasikan oleh perseroan pada Kamis (30/4), kinerja bottom line ditopang oleh kekuatan pendapatan bunga bersih atau Net Interest Income (NII) yang tetap robust. Hingga Maret 2026, NII mencapai Rp40,15 triliun, naik 11,9% YoY dari Rp35,88 triliun pada kuartal I 2025.
Pertumbuhan ini sejalan dengan ekspansi kredit yang agresif namun terukur, di mana portofolio Loans & Financing perseroan tumbuh 13,7% YoY menjadi Rp1.562,45 triliun dari Rp1.373,66 triliun pada periode sama tahun sebelumnya.
Dari sisi profitabilitas inti, Pre-Provision Operating Profit ( PPOP ) juga menunjukkan tren positif dengan kenaikan 7,7% YoY menjadi Rp32,18 triliun, meski secara kuartalan terkoreksi tipis 1,8% akibat penurunan Other Operating Income. Beban provisi tercatat relatif stabil di angka Rp12,12 triliun, turun 1,2% YoY, mencerminkan kualitas aset yang tetap terjaga di tengah pertumbuhan kredit.
Kekuatan neraca pun tetap dipertahankan sepanjang tiga bulan pertama 2026. Total aset bank naik 7,2% YoY menjadi Rp2.249,83 triliun, didorong oleh kenaikan Total Earning Assets sebesar 8,5% YoY ke Rp2.101,72 triliun.
Di sisi pendanaan, Dana Pihak Ketiga (DPK) tumbuh 9,4% YoY menjadi Rp1.555,12 triliun, dengan struktur yang masih dominan di Rp1.058,62 triliun atau naik 13,2% YoY. Rasio yang kuat ini turut membantu perseroan menekan beban bunga, di mana Interest Expense turun 9,3% YoY menjadi Rp12,68 triliun.
Dari sisi permodalan, juga semakin solid. Total ekuitas tercatat Rp345,06 triliun, melonjak 12,8% YoY, dengan Tier 1 Capital tumbuh 15,2% YoY menjadi Rp315,75 triliun. Pencapaian ini menegaskan disiplin manajemen dalam menjaga permodalan sambil tetap ekspansif menyalurkan pembiayaan ke segmen UMKM yang menjadi core business perseroan.
Manajemen dalam Financial Update Presentation 1Q26 menegaskan bahwa strategi menjaga disiplin aset dan pendanaan menjadi kunci stabilitas kinerja. Dengan NII yang tangguh sebagai motor utama, perseroan optimistis dapat mempertahankan tren pertumbuhan profitabilitas berkelanjutan sepanjang 2026.
(Adhitya/AI)
Sumber : admin