- IDXINDUST menjadi sektor dengan penguatan tertinggi, naik 2,45 persen, ditopang lonjakan 5,68 persen dan 1,04 persen.
- IDXENERGY naik 1,5 persen, sedangkan IDXTRANS dan IDXFINANCE masing-masing menguat 1,26 persen dan 1,14 persen.
- IDXTECHNO dan IDXINFRA menjadi dua sektor yang melemah, masing-masing turun 0,09 persen dan 0,26 persen, saat IHSG naik 0,6 persen ke 6.564.
Ipotnews - Indeks sektor perindustrian (IDXINDUST) menjadi sektor dengan penguatan tertinggi pada penutupan perdagangan Sesi I Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (1/9), dengan kenaikan 2,45 persen. Pada saat yang sama, Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) ditutup menguat 0,6 persen ke level 6.564.
Berdasarkan data di aplikasi IPOT , penguatan IDXINDUST antara lain ditopang oleh saham sebagai emiten dengan kapitalisasi pasar (market cap) terbesar kedua di sektor ini senilai Rp95,3 triliun, yang harga sahamnya terpantau melonjak 5,68 persen ke level 25.575.
Sementara itu, sebagai emiten dengan market cap terbesar di IDXINDUST senilai Rp196 triliun, harga sahamnya tercatat menguat 1,04 persen ke level 4.850. Adapun dua saham di sektor ini yang mengalami kenaikan paling tinggi adalah (+14,2%) dan (+11,7%).
Setelah IDXINDUST, indeks sektor energi (IDXENERGY) menguat 1,5 persen, antara lain ditopang yang memiliki market cap Rp216 triliun dengan harga saham meningkat 1,35 persen ke level 1.125. Lalu, dengan market cap Rp92,7 triliun, harga sahamnya naik 1,23 persen ke level 825. Dua saham di sektor ini yang mencatatkan peningkatan tertinggi adalah yang mengalami ARA (+25%) dan (+8%).
Berikutnya, indeks sektor transportasi dan logistik (IDXTRANS) tercatat meningkat 1,26 persen, dengan penguatan paling tajam terjadi pada saham yang mencatatkan ARA (+25%) dan juga mengalami ARA (+24,5%). Indeks sektor keuangan (IDXFINANCE) menguat 1,14 persen, dengan kenaikan tertinggi pada yang membukukan ARA (+25%) dan (+14,6%).
Selanjutnya, indeks sektor kesehatan (IDXHEALTH) mengalami kenaikan 0,58 persen, dengan peningkatan terbesar pada saham (+9,3%) dan (+5,9%). Lalu diikuti indeks sektor barang konsumen non-primer (IDXCYCLIC) yang menguat 0,45 persen, dengan kenaikan paling tinggi pada yang mengalami ARA (+24,7%) dan juga mencatatkan ARA (+9,9%).
Indeks sektor barang konsumen primer (IDXNONCYC) naik 0,34 persen, dengan peningkatan terbesar pada (+13,2%) dan (+11,4%). Indeks sektor properti dan real estat (IDXPROPERT) menguat 0,33 persen, dengan kenaikan tertinggi pada (+18,8%) dan mengalami ARA (+9,6%). Indeks sektor barang baku (IDXBASIC) meningkat tipis 0,04 persen, dengan penguatan terbesar pada mengalami ARA (+34,9%) dan (+29,9%).
Pada sisi lain, indeks sektor teknologi (IDXTECHNO) terpantau menurun 0,09 persen, dengan pelemahan paling dalam terjadi pada (-5%) dan (-2,9%). Adapun indeks sektor infrastruktur (IDXINFRA) merosot 0,26 persen, terutama tertekan oleh saham sebagai pemilik market cap Rp257 triliun yang harga sahamnya melorot 2,7 persen ke level 5.400.
Selain itu, tekanan pada indesk sektor teknologi juga dipengaruhi sebagai pemilik market cap sebesar Rp79 triliun yang harga sahamnya melemah 2 persen ke level 2.450. Dua saham di IDXINFRA yang mengalami penurunan harga paling tajam juga ada pada dan selanjutnya diikuti (-2,6%).
(Budi/AI)
Sumber : admin