- Pembangunan LRT Jakarta Fase 1B Velodrome-Manggarai telah mencapai 92,76%, dengan nilai proyek Rp4,1 triliun.
- menghadapi kendala lalu lintas padat dan ruang kerja terbatas, sehingga pengerjaan dioptimalkan pada malam hari.
- Rangkaian uji lintasan berjalan lancar tanpa hambatan berkat koordinasi dengan Jakpro, memastikan kesiapan sistem LRT.
Ipotnews - PT Waskita Karya (Persero) Tbk () bersama PT Jakarta Propertindo (Perseroda) telah memulai rangkaian Testing and Commissioning (T&C) sistem perkeretaapian LRT Jakarta Fase 1B Velodrome-Manggarai beberapa waktu lalu. Salah satunya dengan melaksanakan tes jalur lintasan sepanjang 3,6 kilometer (km) yang menghubungkan Stasiun Velodrome dengan Stasiun Pramuka dengan tanpa hambatan.
Direktur Operasi II Paulus Budi Kartiko mengatakan, dalam proyek inilingkup kerja mencakup integrasi sipil, rel, sistem, dan operasi. Saat ini progres proyek senilai Rp4,1 triliun mencapai 92,76 persen.Perseroan terus mempercepat pengerjaannya supaya bisa segera dimanfaatkan publik.
Dalam proses pengerjaan, tantangan utama (urban constraint) yang dihadapi sebagai kontraktor di antaranya lalu lintas Jakarta yang padat dan ruang kerja terbatas. Maka solusinya, perseroan mengoptimalkan waktu kerja pada malam hari.
"Ini menuntut fokus dan inovasi pada sistem safety dan sistem kerja, kami melihat ini sebagai constraint yang harus dikelola, bukan dihindari," jelas Paulus dalam keterangannya, Selasa (19/5).
Dalam pelaksanaan tes jalur lintasan, lanjut dia, salah satu area yang dilintasi yaitu perlintasan di atas Jalur Aktif Tol Wiyoto-Wiyono pada kilometer 1+700 sampai 2+100. Maka demi menjaga kondisi lalu lintas di jalan tol itu agar tidak terganggu selama masa konstruksi, berinovasi menggunakan metode balance cantilever dengan span sepanjang 120 meter (m).
"Keselamatan konstruksi, baik dalam pengamanan konstruksi balance cantilever maupun pengguna jalan harus diutamakan," tutur Paulus.
Paulus mengatakan, koordinasi dengan Jakpro sebagai pemilik proyek terus diperkuat, sehingga rangkaian T&C bisa berjalan lancar. Tahapan ini penting karena bertujuan memastikan sejauh mana kesiapan sistem LRT Jakarta untuk membawa puluhan ribu penumpang setiap harinya.
"Kerja sama yang baik dengan Jakpro sebagai owner membuat hasil tes jalur atau train run yang sudah dilakukan dua kali berlangsung tanpa hambatan," tuturnya.
Ia optimis kehadiran LRT Jakarta Fase 1B akan menambah pilihan transportasi publik yang modern dan menjadi salah satu dari kemacetan yang kerap terjadi di kota metropolitan. Kehadirannya juga akan memudahkan mobilitas warga serta mendorong peralihan dari kendaraan pribadi ke transportasi umum. (Marjudin/ AI)
Sumber : Admin