- garap proyek Sekolah Rakyat di Aceh senilai Rp757,05 miliar yaitu di Nagan Raya, Aceh Singkil, dan Subulussalam.
- Proyek ini mendukung pemerataan pendidikan, menyediakan fasilitas lengkap dari SD hingga SMA
- Langkah ini sejalan dengan program pemerintah menyiapkan SDM unggul menuju visi Indonesia Emas 2045
Ipotnews - PT Waskita Karya (Persero) Tbk () kembali dipercaya membangun Sekolah Rakyat (SR) dengan nilai kontrak Rp757,05 miliar. Proyek SR akan dibangun di tiga lokasi di Aceh, mencakup Kabupaten Nagan Raya, Aceh Singkil, serta Kota Subulussalam.
Direktur Operasi I Ari Asmoko menjelaskan, pengerjaan bangunan SR di Aceh merupakan bagian dari komitmen perseroan dalam mendukung program pemerintah sekaligus memajukan bangsa. Ia meyakini, SR tidak hanya mendorong pemerataan kualitas pendidikan, tapi juga berdampak langsung terhadap kesejahteraan rakyat.
"Proyek ini sangat dibutuhkan masyarakat, khususnya anak-anak Indonesia di sejumlah daerah yang sulit mengakses fasilitas pendidikan," ujar Ari dalam keterangannya, Jumat (2/1).
Melalui Sekolah Rakyat, lanjut dia, negara akan memberikan akses pendidikan berkualitas bagi anak-anak dari keluarga miskin maupun miskin ekstrem. Program tersebut, kata Ari, juga menjadi salah satu upaya pemerintah menyiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) unggul guna mendorong visi Indonesia emas 2045.
Perseroan nantinya mengerjakan bangunan sekolah dari Sekolah Dasar (SD) sampai Sekolah Menengah Atas (SMA). Kemudian asrama siswa, asrama guru, kantin, sarana olahraga, sarana ibadah, dan gedung serbaguna.
"Jika seluruh anak Indonesia mendapatkan fasilitas pendidikan memadai, maka kemajuan bangsa pada berbagai bidang dapat segera terwujud," tutur dia.
Sebagai informasi, pada pertengahan November 2025 Waskita Karya telah dipercaya membangun SR di lima kabupaten di Sulawesi Selatan senilai Rp1,23 triliun. Berikutnya pada awal Desember, Perseroan pun mendapat kontrak baru berupa pembangunan SR di empat kabupaten dan satu kota di Jawa Timur dengan total nilai sebesar Rp1,16 triliun. Ada pula SR di Sumatra Selatan senilai Rp719,25 miliar yang diraih pada akhir Desember tahun lalu.
(Marjudin/ AI)
Sumber : admin