WSKT Kerahkan 10.696 Pekerja Guna Akselerasi Proyek SR, Kementerian PU Terus Monitor
Saturday, June 06, 2026       18:42 WIB
  • WKST kerahkan 10.696 pekerja untuk akselerasi pembangunan Sekolah Rakyat di Sulsel, Jatim, Sumsel, dan Aceh, dengan progres rata-rata 78,34%
  • Menteri PU Dody Hanggodo menegaskan percepatan SR Tahap II terus dikawal agar siap digunakan pada Tahun Ajaran Baru 2026/2027
  • Lima lokasi masuk zona hijau percepatan, dengan Semarang (86,58%) dan Sragen (86,09%) mencatat capaian tertinggi.

Ipotnews - PT Waskita Karya (Persero) Tbk ( WKST ) berkomitmen untuk mempercepat sejumlah proyek Sekolah Rakyat (SR) di Sulawesi Selatan. Saat ini, perseroan dipercaya mengerjakan lima SR di provinsi tersebut, mulai dari Kabupaten Tana Toraja, Sidrap, Wajo, Soppeng dan Barru.
Direktur Operasi II Waskita Karya Paulus Budi Kartiko mengatakan, Secara keseluruhan, realisasi pembangunan proyek itu telah menembus 78,34 persen. Ditargetkan, fasilitas pendidikan ini akan rampung dan bisa segera beroperasi pada Juli mendatang. Untuk mencapai target tersebut, perseroan mengerahkan 10.696 orang pekerja.
Ia menambahkan, tim di lapangan berkomitmen untuk menyelesaikan pembangunan SR secepat mungkin dengan tetap memperhatikan standar mutu dan keamanan kerja. "Mereka bekerja siang dan malam secara bergantian tanpa kenal lelah," kata Paulus dalam keterangannya, Sabtu (6/6).
Selain mengerjakan SR di provinsi Sulawesi Selatan, Perseroan dipercaya menjalankan konstruksi SR di tiga provinsi lainnya. Di antaranya SR Jawa Timur 1 di Kabupaten Gresik, Sampang, Tuban, Jombang, serta Kota Surabaya. Berikutnya SR Sumatra Selatan 1 di Kabupaten Ogan Ilir, Ogan Komering Ilir, dan Empat Lawang. Lalu SR Aceh 2 di Kota Subulussalam serta Nagan Raya.
Paulus mengungkapkan, SR di Sulawesi Selatan dikerjakan sebanyak 3.394 orang. Sementara di SR Jawa Timur dikerjakan hampir 4.000 orang. Selanjutnya di SR Sumatera Selatan dikarjakan oleh hampir 2.000 orang. Dan di SR Aceh dikerjakan sebanyak 1.302 orang.
"Total seluruh pekerja di proyek SR ada 10.696 orang. Termasuk di dalamnya merupakan tenaga kerja lokal," ungkapnya.
Di kesempatan terpisah, Menteri Pekerjaan Umum (PU), Dody Hanggodo menjelaskan bahwa pihaknya terus mengawal percepatan pembangunan SR Tahap II agar fasilitas pendidikan tersebut dapat dimanfaatkan pada Tahun Ajaran Baru 2026/2027.
Hingga 4 Juni 2026, lima lokasi Sekolah Rakyat mencatat progres fisik tertinggi dan menjadi bagian dari kelompok proyek berada pada zona hijau percepatan pembangunan. Kelima lokasi tersebut mencatat progres fisik tertinggi di antara 93 lokasi Sekolah Rakyat Tahap II yang tengah dibangun.
Kelima lokasi tersebut adalah SR di Kota Semarang dengan progres 86,58 persen dan Kabupaten Sragen sebesar 86,09 persen, Provinsi Jawa Tengah; Kota Bengkulu, Provinsi Bengkulu sebesar 85,77 persen; Kota Medan, Provinsi Sumatera Utara sebesar 85,69 persen; dan Kabupaten Sidenreng Rappang, (Sidrap) Provinsi Sulawesi Selatan sebesar 84,83 persen.
"Jika ada kesulitan finansial atau kendala lainnya di lapangan, kami bantu carikan solusinya agar pekerjaan tidak tersendat. Saat ini para penyedia jasa semakin optimistis dan bekerja lebih cepat untuk mengejar target penyelesaian," kata Menteri Dody.
Menurut Menteri Dody, percepatan pembangunan dilakukan melalui koordinasi lintas pihak, mulai dari penyedia jasa konstruksi, manajemen konstruksi, pemerintah daerah, hingga dukungan pendanaan dan tenaga kerja.
"Kita memang bekerja dalam waktu yang sangat pendek. Idealnya mungkin sembilan bulan, tetapi kondisi yang ada mengharuskan kita bergerak lebih cepat. Karena itu pengendalian dilakukan setiap hari untuk memastikan progres tetap berjalan sesuai target," ujar Dody.
(Marjudin/ AI)

Sumber : admin