- Progres proyek LRT Jakarta Fase 1B (Velodrome-Manggarai) yang digarap Waskita Karya sudah mencapai 91,86%
- Waskita menerapkan inovasi konstruksi digital berbasis BIM 7D dan teknologi Bentley Systems, termasuk penggunaan long span serta simulasi 4D
- Proyek senilai Rp4,1 triliun ini ditargetkan selesai tepat waktu, diharapkan mengurangi kemacetan dan menurunkan jejak karbon
Ipotnews - PT Waskita Karya (Persero) Tbk () berupaya melakukan percepatan penyelesaian proyek Light Rail Transit (LRT) Jakarta Fase 1B Velodrome-Manggarai. Proyek milik PT Jakarta Propertindo (Jakpro) tersebut kini progresnya mencapai 91,86 persen.
Sementara itu perlintasan jalur layang LRT di atas Jalan Tol Ir Wiyoto Wiyono sudah tersambung 100 persen. Saat ini tengah dipasang Steel Box Girder (SBG) pada simpang Matraman.
Corporate Secretary Waskita Karya Ermy Puspa Yunita mengatakan, pemasangan bentang girder merupakan tahapan penting dalam pengerjaan LRT Jakarta Fase 1B. Bagian tersebut menjadi salah satu titik kritikal pada lintasan proyek.
"Waskita Karya bersyukur seluruh proses pembangunan berjalan lancar sesuai rencana. Keberhasilan ini menunjukkan sinergi yang kuat antara Perseroan dengan PT Jakarta Propertindo, pemerintah daerah, serta para stakeholders," ujarnya dalam keterangannya, Jumat (24/4).
Salah satu inovasi yang dilakukan Waskita yaitu penggunaan long span (bentang Panjang), termasuk metode pelaksanaan dalam implementasi Building Information Modelling (BIM) sampai level 7D. Implementasi berupa incremental lifting Steelbox Girder, lifting sliding PC-Girder, dan Traveler Launcher cast-in situ Balance Cantilever tersebut bertujuan memudahkan pengerjaan proyek yang berada di area jalan raya dengan lalu lintas hingga jalur tol aktif serta padat di Jakarta.
"Berkat inovasi itu, pemasangan lintasan jalur layang LRT di atas jalan tol lebih mudah dan tidak mengganggu lalu lintas dan mobilitas para pengendara. Hal ini membuktikan Perseroan berhasil mengedepankan aspek keamanan dan keselamatan pekerjaan," jelas Ermy.
Manajemen optimis, penyelesaian LRT Jakarta Fase 1B selesai tepat waktu. Proyek LRT senilai Rp4,1 triliun itu diharapkan dapat segera dimanfaatkan oleh para pengguna moda transportasi umum.
"Proyek ini sudah sangat dinantikan masyarakat Jakarta dan sekitarnya karena dinilai mampu mengurangi kemacetan, sekaligus menurunkan jejak karbon perkotaan untuk mendukung kualitas udara yang lebih baik," tutur Ermy.
Demi mempercepat pembangunan, lanjutnya, Waskita menerapkan solusi digital berbasis BIM dan teknologi Bentley Systems. Perseroan pun memanfaatkan drone fotogrametri serta simulasi 4D untuk memantau dan mengelola proyek secara real time.
Berkat metode tersebut, perseroan berhasil mengidentifikasi dan menyelesaikan lebih dari 1.200 potensi kendala sebelum proses konstruksi berlangsung. Tidak hanya meningkatkan keselamatan kerja, implementasi simulasi 4D juga mendorong Perseroan menuju metode konstruksi yang lebih efisien dan presisi.
"Kami yakin, proyek ini turut mendorong penciptaan lingkungan sehat dan mendukung Net Zero Emission (NZE)," jelas Ermy.
(Marjudin/AI)
Sumber : admin