WSKT Tuntaskan Penyambungan Jalur Layang LRT Jakarta
Monday, January 12, 2026       15:05 WIB
  • Jalur layang LRT Jakarta Fase 1B di atas Tol Wiyoto Wiyono tersambung 100%.
  • Progres proyek senilai Rp4,1 triliun itu sudah mencapai 89,22% dengan trackwork 4,7 km.
  • Raih pengakuan internasional berkat penerapan teknologi digital;BIM, drone, dan simulasi 4D, .

Ipotnews -- Proyek Light Rail Transit (LRT) Jakarta Fase 1B Velodrome - Manggarai yang digarap PT Waskita Karya (Persero) Tbk () menunjukkan progres signifikan. Jalur layang di atas Jalan Tol Ir Wiyoto Wiyono itu kini sudahtersambung 100 persen, sekaligus menandai pencapaian penting dalam pembangunan transportasi massal ibu kota.
Corporate Secretary Waskita Karya, Ermy Puspa Yunita, menegaskan bahwa pemasangan girder sepanjang 120 meter di atas tol merupakan salah satu titik kritikal proyek.
Secara keseluruhan realisasi pembangunan proyek senilai Rp4,1 triliun milik PT Jakarta Propertindo itu telah mencapai 89,22 persen hingga akhir 2025. Diharapkan pertengahan tahun ini, LRT Jakarta Fase 1B dapat mulai dimanfaatkan oleh para pengguna moda transportasi umum.
"Waskita Karya bersyukur proses penyambungan bisa selesai dan berjalan lancar sesuai rencana. Keberhasilan ini menunjukkan sinergi yang kuat antara Perseroan dengan PT Jakarta Propertindo, pemerintah daerah, serta para stakeholder," ujarnya dalam keterangan resminya, Senin (12/1).
Dengan realisasi pembangunan mencapai 89,22 persen hingga akhir 2025, jalur layang LRT Jakarta kini tersambung dari Kelapa Gading hingga Jalan Pramuka, menghubungkan Jakarta Utara, Timur, dan Pusat. Trackwork telah terealisasi sepanjang 4,7 kilometer, sementara pekerjaan arsitektural dan MEP tengah berlangsung di sejumlah stasiun, termasuk Pramuka BPKP , Pasar Pramuka, Matraman, dan Manggarai.
"Kami optimis pembangunan LRT Jakarta Fase 1B selesai tepat waktu," tambah Ermy.
Selain itu, Waskita Karya mendapat pengakuan internasional sebagai finalis Bentley's Going Digital Awards YII 2025 di Amsterdam berkat penerapan teknologi digital seperti Building Information Modelling (BIM), drone fotogrametri, dan simulasi 4D.
"Waskita menggunakan platform digital terintegrasi yang menggabungkan data spasial, model BIM, dan jadwal pekerjaan dalam satu sistem. Cara ini memudahkan seluruh tim untuk mengakses informasi proyek secara langsung serta cepat mengambil keputusan," jelas Ermy.
Lebih dari 1.200 potensi kendala berhasil diidentifikasi dan diselesaikan sebelum konstruksi berlangsung. Menurut Ermy, keberhasilan ini bukan hanya soal efisiensi, tetapi juga mendukung keberlanjutan.
"Penyelesaian proyek ini sudah sangat dinantikan masyarakat Jakarta dan sekitarnya, karena tidak hanya mampu mengurangi kemacetan, tapi juga menurunkan jejak karbon perkotaan untuk mendukung kualitas udara yang lebih baik," tuturnya. (Marjudin/ AI)

Sumber : admin