Wall Street Ambruk, AI, Tarif dan Geopolitik Hantam Bursa AS
Saturday, February 28, 2026       07:49 WIB
  • Wall Street mencatat penurunan bulanan terbesar dalam setahun akibat kekhawatiran AI, tarif, dan geopolitik.
  • Saham keuangan dan teknologi terpukul, sementara sektor defensif justru menguat.
  • Data inflasi panas memperkuat ekspektasi The Fed menahan suku bunga pada Maret.

Ipotnews - Saham sektor keuangan dan teknologi terpukul keras oleh sejumlah kekhawatiran investor yang terus berlanjut pada Jumat (27/2). Saham-saham AS mencatat penurunan persentase bulanan terbesar dalam setahun.
Ketiga indeks utama ditutup turun tajam dan membukukan pelemahan mingguan yang signifikan. Indeks blue-chip Dow mencatat penurunan mingguan terbesar sejak pertengahan November. Aksi jual dipicu ketidakpastian terkait biaya dan disrupsi kecerdasan buatan (AI), kembalinya ketidakpastian tarif, serta ketegangan geopolitik yang masih membara.
Indeks S&P 500 dan Nasdaq mencatat penurunan bulanan terdalam sejak Maret 2025, sementara Dow masih berhasil membukukan kenaikan bulan kesepuluh berturut-turut, rentetan terpanjang sejak periode sepuluh bulan yang berakhir pada Januari 2018.
"Menutup Februari, kita diingatkan bahwa masih ada celah di pasar," kata Ryan Detrick, kepala strategi pasar di Carson Group, Omaha, Nebraska. "Menambah pelemahan hari ini adalah data inflasi yang lebih panas, yang berpotensi menunda harapan kebijakan The Fed yang lebih dovish tahun ini."
"Februari memang berat, tetapi laba perusahaan Amerika naik lebih dari 14% pada kuartal keempat," tambah Detrick. "Pada akhirnya, laba mendorong kenaikan saham jangka panjang dan musim laporan kali ini sangat mengesankan."
Saham sektor keuangan melemah setelah laporan bahwa Barclays, Jefferies Financial Group, Wells Fargo dan bank lainnya menghadapi potensi kerugian terkait runtuhnya penyedia hipotek Inggris Market Financial Solutions Ltd, di tengah kekhawatiran standar pinjaman. Saham Wells Fargo, Jefferies dan Barclays yang tercatat di AS turun antara 4,0% hingga 9,3%.
Saham teknologi juga terus membebani indeks karena kekhawatiran terkait AI menyeret saham chip dan perangkat lunak masing-masing turun 1,2% dan 1,5%.
Sektor defensif seperti kebutuhan pokok konsumen, kesehatan dan utilitas menjadi pengunggul pada sesi tersebut.
"Ini adalah lingkungan klasik risk-off di mana sektor defensif murni menunjukkan kekuatan sementara pasar menjauhi sektor pertumbuhan siklikal yang jelas tertinggal," ujar Detrick.
Dari sisi ekonomi, data Indeks Harga Produsen (PPI) yang lebih tinggi dari perkiraan memperkuat ekspektasi bahwa bank sentral AS, Federal Reserve, kecil kemungkinan memangkas suku bunga dalam waktu dekat.
Pasar keuangan saat ini memperkirakan probabilitas 94,1% bahwa bank sentral akan mempertahankan suku bunga Fed funds pada kisaran 3,50% hingga 3,75% dalam rapat kebijakan moneter Maret mendatang, menurut alat FedWatch CME.
Indeks Dow Jones Industrial Average turun 521,28 poin atau 1,05% menjadi 48.977. Indeks S&P 500 turun 29,98 poin atau 0,43% menjadi 6.878. Indeks Nasdaq Composite melemah 210,17 poin atau 0,92% menjadi 22.668.
Dari 11 sektor utama dalam S&P 500, sektor kesehatan dan energi -- didorong kenaikan harga minyak -- memimpin penguatan. Sementara hanya sektor keuangan dan teknologi yang mencatat penurunan persentase.
Saham Nvidia merosot 4,2%, memperpanjang penurunan 5,5% pada sesi sebelumnya meski membukukan laba solid, menandakan kekhawatiran yang terus berlanjut atas teknologi AI. Zscaler anjlok 12,2% setelah perusahaan keamanan cloud itu melaporkan kerugian bersih kuartal kedua yang lebih besar.
Saham Netflix melonjak 13,8% setelah investor menyambut keputusan perusahaan keluar dari persaingan untuk mengakuisisi Warner Bros. Discovery, yang sahamnya turun 2,2%. Sementara itu, Paramount Skydance, calon pembeli WBD, melesat 20,8%.
Block Inc. melonjak 16,8% setelah perusahaan pembayaran itu mengumumkan akan memangkas hampir separuh tenaga kerjanya sebagai bagian dari upaya mengintegrasikan AI ke seluruh operasional.
Saham Dell Technologies melesat 21,9% setelah produsen PC tersebut memperkirakan pendapatan dari bisnis server berbasis AI akan meningkat pada tahun fiskal 2027 dan berjanji mengembalikan lebih banyak kas kepada pemegang saham.
Jumlah saham yang turun mengungguli yang naik dengan rasio 1,31 banding 1 di NYSE . Tercatat 564 saham mencetak tertinggi baru dan 121 mencetak terendah baru di NYSE .
Di Nasdaq, 1.594 saham naik dan 3.158 turun dengan rasio 1,98 banding 1. S&P 500 mencatat 49 level tertinggi baru dalam 52 minggu dan 2 level terendah baru, sementara Nasdaq Composite membukukan 78 tertinggi baru dan 127 terendah baru. Volume perdagangan di bursa AS mencapai 20,85 miliar saham, dibandingkan rata-rata 20,19 miliar saham dalam 20 hari perdagangan terakhir.
(reuters)

Sumber : admin