Wall Street Berbalik Merah, Sektor Teknologi Terpukul Laporan Kinerja Nvidia
Friday, February 27, 2026       05:04 WIB
  • Wall Street melemah, S&P 500 (-0,54%) dan Nasdaq (-1,18%) tertekan saham teknologi, meski Dow naik tipis.
  • Saham Nvidia jatuh 5,5% picu aksi jual sektor AI dan semikonduktor.
  • Rotasi ke sektor keuangan dan siklikal bantu batasi penurunan pasar.

Ipotnews - Bursa ekuitas Wall Street tersungkur, Kamis, dipicu tekanan pada saham teknologi setelah laporan keuangan raksasa kecerdasan buatan, Nvidia, gagal memenuhi ekspektasi tinggi investor.
Indeks Dow Jones Industrial Average masih mencatat kenaikan tipis 17,05 poin atau 0,03% ke level 49.499,20. Namun, indeks berbasis luas S&P 500 ditutup turun 37,27 poin atau 0,54% menjadi 6.908,86, sementara Nasdaq Composite Index anjlok 273,69 poin atau 1,18% ke posisi 22.878,38, demikian laporan  Reuters  dan  Investing,  di New York, Kamis (26/2) atau Jumat (27/2) pagi WIB.
Pelemahan tajam di sektor teknologi menjadi beban utama pasar, terutama setelah indeks Semikonduktor Philadelphia (SOX) anjlok 3,2%, menyeret Nasdaq yang sarat saham teknologi.
Dengan penurunan tersebut, indeks SOX yang sebelumnya melambung 15,7% sejak awal tahun, kini terancam mengakhiri reli 11 pekan berturut-turut--yang seharusnya menjadi rekor terpanjang.
Saham teknologi, khususnya sektor perangkat lunak dan semikonduktor, mengalami volatilitas tinggi dalam beberapa pekan terakhir seiring kekhawatiran investor terhadap biaya besar dan potensi disrupsi dari teknologi kecerdasan buatan (AI).
Nvidia, yang merilis laporan keuangan kuartal keempat setelah penutupan perdagangan Rabu (25/2), sebenarnya membukukan kinerja di atas ekspektasi analis dan memberikan proyeksi yang optimistis. Namun, laju pertumbuhan pendapatan yang mulai melambat membuat investor kurang terkesan. Saham Nvidia pun merosot 5,5%.
Chief Strategist Simplify Asset Management, Michael Green, menyebut kondisi ini sebagai "Nvidia hangover" yang berdampak luas pada sektor AI. "Indeks S&P 500 terseret oleh Nvidia dan saham Magnificent 7, sementara Nasdaq benar-benar terpukul," ujarnya.
Green menambahkan, aksi jual terjadi karena investor sebelumnya mengambil posisi besar pada saham Nvidia dan berspekulasi terhadap disrupsi AI.
"Ketika ekspektasi tersebut tidak terwujud dalam skala besar, mereka melepas posisi, menekan saham Nvidia dan mengangkat saham yang sebelumnya mereka jual," papar dia.
Di tengah tekanan teknologi, rotasi ke saham sektor siklikal membantu menahan penurunan lebih dalam, terutama pada indeks Dow Jones.
Dari 11 sektor utama dalam S&P 500, sektor teknologi dan layanan komunikasi mencatat penurunan terdalam. Sebaliknya, sektor keuangan memimpin penguatan dengan lompatan 1,3%, didorong saham bank kakap seperti JPMorgan Chase, Bank of America dan Wells Fargo.
Indeks perangkat lunak dan layanan S&P 500, yang sebelumnya tertekan oleh kekhawatiran disrupsi AI, justru melesat 1,4%, ditopang lonjakan 4% saham Salesforce, meski proyeksi pendapatannya di bawah ekspektasi.
Sejumlah saham mencatat pergerakan signifikan. Trade Desk melorot 4,8% setelah memberikan proyeksi pendapatan yang mengecewakan di tengah tekanan persaingan. J.M. Smucker melambung 8,8% berkat kinerja laba dan penjualan kuartalan yang solid.
Sementara, saham C3.ai anjlok 18,5% setelah proyeksi penjualan melemah dan rencana pemangkasan 26% tenaga kerja global. Celsius Holdings melejit 6,9% setelah melampaui estimasi pendapatan.
Secara keseluruhan, ketiga indeks utama Amerika Serikat itu berada di jalur penurunan mingguan moderat. S&P 500 dan Nasdaq juga diperkirakan mencatat kerugian bulanan, sementara Dow Jones masih berpotensi membukukan kenaikan pada Februari.
Pada akhir sesi ini, jumlah saham yang naik lebih banyak daripada yang turun dengan rasio 1,41 banding 1 di NYSE . Terdapat 444 rekor tertinggi baru dan 71 rekor terendah baru di NYSE .
Di Nasdaq, 2.439 saham menguat dan 2.237 saham melemah, di mana jumlah saham yang naik lebih banyak daripada yang turun dengan rasio 1,09 banding 1.
Indeks S&P 500 mencatat 37 rekor tertinggi baru dalam 52 minggu dan satu rekor terendah baru, sementara Nasdaq Composite membukukan 88 rekor tertinggi baru dan 88 rekor terendah baru.
Volume perdagangan di bursa Wall Street mencapai 19,55 miliar saham, dibandingkan rata-rata 20,31 miliar saham untuk sesi penuh selama 20 hari terakhir. (Reuters/Investing/AI)
Saham berkinerja terbaik Dow
-Salesforce Inc (4,03%)
-American Express Company (2,52%)
-International Business Machines (1,85%)
Saham berkinerja terburuk
-Nvidia Corporation (-5,47%)
-Merck & Company Inc (-2,54%)
-Caterpillar Inc (-1,78%)
Saham berkinerja terbaik S&P 500
-Caesars Entertainment Corporation (19,16%)
-Paramount Skydance Corp (10,04%)
-Godaddy Inc (8,94%)
Saham berkinerja terburuk
-Universal Health Services Inc (-11,44%)
-Corning Incorporated (-6,31%)
-Enphase Energy Inc (-5,61%)
Saham berkinerja terbaik Nasdaq
-Avalon Globocare Corp (114,48%)
-Antelope Enterprise Holdings Ltd (108,90%)
-Rackspace Technology Inc (67,78%)
Saham berkinerja terburuk
-Quhuo Ltd (-81,71%)
-eLong Power Holding Ltd (-55,09%)
-Thryv Holdings Inc (-46,43%)

Sumber : Admin