- Wall Street menguat, Dow Jones cetak rekor tertinggi, didorong lonjakan saham keuangan dan energi.
- Sentimen positif berasal dari spekulasi akses perusahaan energi ke minyak Venezuela pasca aksi militer AS.
- Investor menanti data tenaga kerja AS, yang berpotensi memengaruhi arah kebijakan suku bunga the Fed.
Ipotnews - Bursa ekuitas Wall Street berakhir di zona hijau, Senin, dengan lonjakan saham sektor keuangan mendorong Dow Jones ke rekor tertinggi sepanjang masa. Penguatan pasar juga ditopang kenaikan saham energi menyusul aksi militer Amerika Serikat yang berujung pada penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro.
Indeks berbasis luas S&P 500 ditutup naik 0,64% atau 43,58 poin menjadi 6.902,05, Nasdaq Composite Index menguat 0,69% atau 160,19 poin ke posisi 23.395,82 poin, sementara Dow Jones Industrial Average melonjak 1,23% atau 594,79 poin ke rekor penutupan baru di 48.977,18, demikian laporan Reuters dan Investing, di New York, Senin (5/1) atau Selasa (6/1) pagi WIB.
Sentimen pasar menguat seiring spekulasi bahwa langkah Washington terhadap kepemimpinan Venezuela akan membuka jalan bagi perusahaan-perusahaan Amerika Serikat untuk mengakses cadangan minyak terbesar di dunia. Pemerintahan Presiden Donald Trump dilaporkan berencana menggelar pertemuan dengan para eksekutif perusahaan minyak AS pekan ini guna membahas upaya peningkatan produksi minyak Venezuela.
Indeks sektor energi S&P 500 melambung 2,7% ke level tertinggi sejak Maret 2025, dipimpin saham raksasa energi seperti Exxon Mobil dan Chevron yang mencatatkan kenaikan signifikan.
Selain itu, saham produsen senjata juga menguat setelah aksi militer AS. Saham Lockheed Martin dan General Dynamics naik, sementara indeks kedirgantaraan dan pertahanan S&P 500 mencetak rekor tertinggi baru.
"Saham energi sangat diuntungkan oleh ekspektasi bahwa Presiden Trump berniat mendorong peningkatan investasi perusahaan-perusahaan Amerika di Venezuela," kata Rob Haworth, Senior Investment Strategist U.S. Bank Wealth Management, Seattle.
Menurutnya, potensi keuntungan yang lebih besar menjadi daya tarik utama bagi investor. Haworth juga menambahkan bahwa absennya keterlibatan militer jangka panjang membuat pasar ekuitas secara keseluruhan relatif mampu mengesampingkan kekhawatiran akan konflik berkepanjangan.
Di sektor teknologi, saham Tesla bangkit 3,1% setelah mengalami penurunan selama tujuh sesi berturut-turut. Sebaliknya, saham Nvidia turun 0,4% dan Apple melorot 1,4%.
Aktivitas perdagangan berlangsung sangat ramai, dengan total volume transaksi di bursa Wall Street mencapai 19,1 miliar saham, jauh di atas rata-rata 15,9 miliar saham dalam 20 sesi terakhir.
Sektor keuangan menjadi salah satu pendorong utama pasar, dengan indeks keuangan S&P 500 melejit 2,2% seiring investor bersiap menyambut laporan keuangan kuartalan. Analis rata-rata memperkirakan laba perusahaan keuangan dalam indeks S&P 500 tumbuh 6,7% secara tahunan pada kuartal Desember.
Saham Goldman Sachs dan JPMorgan Chase masing-masing melesat lebih dari 3% dan mencetak rekor tertinggi baru.
"Minat investor terhadap saham keuangan meningkat dalam beberapa hari terakhir. Ketika sebagian pelaku pasar mulai melirik peluang di luar sektor teknologi, sektor keuangan menjadi salah satu pilihan utama," ujar Steve Sosnick, Chief Market Analyst Interactive Brokers.
Indeks utama Wall Street mencatatkan kenaikan dua digit sepanjang 2025 untuk tahun ketiga berturut-turut, sebuah tren yang terakhir kali terjadi pada 2021.
Dari sisi data ekonomi, aktivitas manufaktur Amerika Serikat kembali terkontraksi lebih dalam dari perkiraan pada Desember, memperpanjang tren pelemahan selama 10 bulan berturut-turut.
Fokus pasar kini beralih ke rilis data ketenagakerjaan nonfarm payrolls bulanan pada Jumat, yang berpotensi memengaruhi arah kebijakan moneter Federal Reserve pada tahun ini.
Berdasarkan data LSEG , pasar saat ini memperkirakan pelonggaran suku bunga sekitar 60 basis poin sepanjang 2026.
Saham terkait aset kripto turut menguat seiring harga bitcoin menyentuh level tertinggi dalam lebih dari tiga pekan. Saham Strategy, yang sebelumnya dikenal sebagai MicroStrategy, melejit hampir 5%, sementara Coinbase melambung 7,8% setelah Goldman Sachs menaikkan rekomendasi saham tersebut menjadi "buy" dari sebelumnya "neutral".
Secara keseluruhan, saham yang naik melampaui saham yang turun di indeks S&P 500 dengan rasio sekitar 2,1 banding 1.
Sepanjang sesi perdagangan, S&P 500 mencatatkan 60 saham pada level tertinggi baru dan 11 saham pada level terendah baru, sementara Nasdaq membukukan 107 saham pada rekor tertinggi baru dan 49 saham pada posisi terendah baru. (Reuters/Investing/AI)
Saham berkinerja terbaik di Dow
-Chevron Corp (5,13%)
-Goldman Sachs Group Inc (3,73%)
-Caterpillar Inc (2,96%)
Saham berkinerja terburuk
-Amgen Inc (-2,11%)
-Coca-Cola Co (-1,71%)
-Johnson & Johnson (-1,47%)
Saham berkinerja terbaik di S&P 500
-Valero Energy Corporation (9,23%)
-Slb NV (9,05%)
-Halliburton Company (7,87%)
Saham berkinerja terburuk
-Jabil Circuit Inc (-7,11%)
-AbbVie Inc (-3,98%)
-Campbell's Co (-3,72%)
Saham berkinerja terbaik di Nasdaq
-Moolec Science SA (1.457,97%)
-BitVentures Ltd DRC (953,57%)
-UniFuels Holdings Ltd (88,97%)
Saham berkinerja terburuk
-Oriental Culture Holding Ltd (-63,37%)
-Zenas Biopharma Inc (-51,54%)
-Society Pass Inc (-30,90%)
Sumber : Admin