Wall Street Ceria, Trump Tunda Rencana Serang Infrastruktur Energi Iran
Tuesday, March 24, 2026       05:40 WIB
  • Wall Street melonjak setelah Trump menunda serangan ke Iran, memicu turunnya harga minyak.
  • Optimisme pasar meningkat meski pernyataan AS-Iran saling bertentangan dan volatilitas masih tinggi.
  • Kenaikan dipimpin sektor siklikal, dengan pergerakan pasar sangat dipengaruhi harga energi.

Ipotnews - Bursa ekuitas Wall Street menguat signifikan, Senin, dengan tiga indeks utama masing-masing melesat lebih dari 1%, seiring turunnya harga minyak setelah Presiden AS Donald Trump menunda rencana serangan terhadap infrastruktur energi Iran.
Indeks Dow Jones Industrial Average ditutup melonjak 631 poin atau 1,38% menjadi 46.208,47, sementara S&P 500 melambung 74,52 poin atau 1,15% ke posisi 6.581,00, dan Nasdaq Composite Index melejit 299,15 poin atau 1,38% jadi 21.946,76, demikian laporan  Reuters  dan  Investing,  di New York, Senin (23/3) atau Selasa (24/3) pagi WIB.
Indikator volatilitas pasar, CBOE Volatility Index, yang dikenal sebagai "indeks ketakutan" Wall Street, sempat menyentuh level tertinggi dalam dua pekan di 31,04 sebelum akhirnya mereda dan ditutup turun 2,35% atau 0,63 poin menjadi 26,15.
Penguatan pasar terjadi setelah pernyataan Trump yang menyebut adanya "pembicaraan produktif" dengan Teheran. Namun, klaim tersebut dibantah Ketua Parlemen Iran, Mohammad Baqer Qalibaf, yang menyatakan tidak ada negosiasi dengan Amerika Serikat. Pernyataan yang bertolak belakang ini membuat sentimen pasar tetap rapuh.
Saham sempat melemah di awal sesi akibat ancaman serangan terhadap jaringan listrik Israel dan Iran. Namun, berbalik menguat tajam setelah harga minyak merosot tajam.
Senior Portfolio Strategist Ingalls & Snyder, Tim Ghriskey, mengatakan pasar merespons optimisme atas potensi pembicaraan damai, meski dibayangi ketidakpastian.
"Sulit mengetahui siapa yang harus dipercaya, tetapi tampaknya Trump berusaha membuka jalur komunikasi dengan Iran untuk mengakhiri perang. Ini memicu optimisme kuat di pasar, meski sempat terkoreksi akibat bantahan dari pihak Iran," ujarnya.
Kejatuhan harga minyak lebih dari 10% pada hari itu mendorong tiga indeks utama Wall Street mencatat kenaikan harian terbesar sejak 6 Februari.
Seluruh 11 sektor utama dalam indeks S&P 500 ditutup menguat. Sektor siklikal seperti konsumen diskresioner mencatat lompatan terbesar hingga 2,46%, sementara sektor defensif seperti kesehatan dan kebutuhan pokok hanya mencatat kenaikan tipis.
Chief Investment Officer Crossmark Global Investments, Bob Doll, menegaskan bahwa pergerakan pasar saat ini sangat ditentukan oleh harga energi. "Volatilitas kemungkinan akan terus berlanjut dan semuanya bergantung pada harga minyak. Dalam jangka pendek, itu faktor utama. Saat minyak turun, saham naik, dan sebaliknya," kata Doll.
Pelaku pasar juga menyesuaikan ekspektasi terhadap kebijakan moneter. Berdasarkan data FedWatch Tool CME Group, probabilitas kenaikan suku bunga oleh Federal Reserve pada Desember turun menjadi sekitar 13%, dari sebelumnya di atas 25%.
Sebaliknya, pasar kini memperkirakan sekitar 72% peluang suku bunga akan tetap tidak berubah hingga akhir tahun, setelah sebelumnya ekspektasi penurunan suku bunga menyusut akibat sikap hawkish bank sentral terkait inflasi.
Saham berkapitalisasi kecil ikut menguat, dengan indeks Russell 2000 melesat 2,29% atau 55,77 poin jadi 2.494,22, mengungguli indeks saham berkapitalisasi besar. Jumat, indeks tersebut, yang sensitif terhadap suku bunga yang lebih tinggi, berakhir lebih dari 10% di bawah penutupan rekornya pada 22 Januari, yang mengkonfirmasi bahwa indeks tersebut berada di wilayah koreksi.
Sektor transportasi dan pariwisata menjadi salah satu pendorong utama penguatan pada awal pekan ini. Saham maskapai seperti Alaska Air dan United Airlines masing-masing melonjak lebih dari 4%, sementara American Airlines naik 3,66%.
Saham operator kapal pesiar juga mencatat kenaikan tajam, termasuk Norwegian Cruise Line yang melambung lebih dari 6%, serta Carnival Corp dan Viking Holdings yang masing-masing melejit lebih dari 5%.
Di sektor keuangan, saham perbankan kembali menguat setelah sebelumnya tertekan oleh konflik geopolitik. Indeks perbankan S&P 500 naik lebih dari 1%, dengan JPMorgan Chase melompat 1,2% dan Goldman Sachs menguat 2,2%.
Pelaku pasar menantikan sejumlah agenda penting pekan ini, termasuk pidato pejabat bank sentral, data aktivitas bisnis, dan survei sentimen konsumen.
Dari sisi saham individual, Synopsys naik 2,9% setelah laporan menyebut investor aktivis Elliott Investment Management telah mengakumulasi investasi bernilai miliaran dolar di perusahaan tersebut.
Secara keseluruhan, saham yang menguat jauh lebih banyak ketimbang yang melemah dengan rasio 3,6 banding 1 di NYSE , di mana terdapat 59 rekor tertinggi baru dan 109 rekor terendah baru. Di Nasdaq, 3.546 saham naik dan 1.229 saham turun, dengan yang menguat lebih banyak daripada yang melemah dengan rasio 2,89 banding 1.
Indeks S&P 500 mencatatkan 7 rekor tertinggi baru dalam 52 minggu dan 8 rekor terendah baru, sementara Nasdaq Composite membukukan 34 rekor tertinggi baru dan 154 rekor terendah baru.
Di bursa Wall Street, sekitar 20,94 miliar saham berpindah tangan dibandingkan rata-rata pergerakan 20,68 miliar untuk 20 sesi terakhir. (Reuters/Investing/CNBC/AI)
Saham berkinerja terbaik Dow
-3M Company (3,80%)
-Sherwin-Williams Co (3,43%)
-Home Depot Inc (3,17%)
Saham berkinerja terburuk
-Unitedhealth Group (-2,20%)
-Walt Disney Company (-1,57%)
-Travelers Companies (-0,35%)
Saham berkinerja terbaik S&P 500
-FMC Corporation (8,71%)
-Albemarle Corp (6,93%)
-Palantir Technologies Inc (6,72%)
Saham berkinerja terburuk
-Estee Lauder Companies Inc (-7,75%)
-Enphase Energy Inc (-7,59%)
-Fair Isaac Corporation (-5,70%)
Saham berkinerja terbaik Nasdaq
- EUDA Health Holdings Ltd (1.839,89%)
-Fitness Champs Holdings Ltd (1.352,94%)
-Urban-Gro Inc (181,61%)
Saham berkinerja terburuk
-Hitek Global (-90,75%)
-Linkers Industries Ltd (-86,20%)
-Ambitions Enterprise Management Co LLC (-50,06%)

Sumber : Admin

berita terbaru
Saturday, Apr 04, 2026 - 15:35 WIB
Financial Statements Full Year 2025 of HRME
Saturday, Apr 04, 2026 - 15:30 WIB
Financial Statements Full Year 2025 of CASA
Saturday, Apr 04, 2026 - 15:24 WIB
Financial Statements Full Year 2025 of PYFA
Saturday, Apr 04, 2026 - 15:20 WIB
Financial Statements Full Year 2025 of PTPP
Saturday, Apr 04, 2026 - 15:11 WIB
Financial Statements Full Year 2025 of WIKA
Saturday, Apr 04, 2026 - 15:07 WIB
Financial Statements Full Year 2025 of MTEL
Saturday, Apr 04, 2026 - 15:02 WIB
Financial Statements Full Year 2025 of BMHS
Saturday, Apr 04, 2026 - 14:57 WIB
Financial Statements Full Year 2025 of KJEN