Wall Street Ceria Usai Kesepakatan AS-Iran: Nasdaq Terbang 3%, Dow Cetak Rekor Baru
Tuesday, June 16, 2026       04:47 WIB
  • Wall Street menguat setelah AS dan Iran mencapai kesepakatan damai.
  • Nasdaq naik 3,07%, S&P 500 menguat 1,65%, dan Dow mencetak rekor baru.
  • Saham teknologi memimpin reli pasar.

Ipotnews - Bursa ekuitas Wall Street menguat tajam, Senin, dengan Nasdaq melonjak lebih dari 3 persen dan Dow mencatat rekor penutupan tertinggi baru setelah Amerika Serikat dan Iran mencapai kesepakatan awal untuk mengakhiri perang di Timur Tengah dan membuka kembali Selat Hormuz.
Indeks Dow Jones Industrial Average ditutup melompat 468,77 poin atau 0,92 persen menjadi 51.671,03, S&P 500 melesat 122,83 poin atau 1,65 persen ke posisi 7.554,29, sedangkan Nasdaq Composite Index melambung 795,10 poin atau 3,07 persen jadi 26.683,94. Kenaikan Nasdaq tersebut merupakan penguatan harian terbesar sejak 31 Maret, demikian laporan  Reuters  dan  Investing,  di New York, Senin (15/6) atau Selasa (16/6) pagi WIB.
Kesepakatan antara Washington dan Teheran yang dijadwalkan ditandatangani secara resmi di Swiss, Jumat, belum mencakup sejumlah isu penting, termasuk program nuklir Iran dan konflik antara Israel dan Lebanon. Meski demikian, pasar merespons positif karena kesepakatan itu dipandang dapat mengurangi risiko gangguan pasokan energi global.
Harga minyak mentah AS ditutup anjlok 4,9 persen dan menyentuh level terendah sejak Maret. Penurunan harga energi mendorong kenaikan saham-saham yang sensitif terhadap biaya bahan bakar, seperti maskapai penerbangan dan operator kapal pesiar, namun menekan saham sektor energi.
Saham teknologi yang sensitif terhadap suku bunga menjadi motor utama penguatan pasar karena investor semakin nyaman mengambil risiko setelah meredanya kekhawatiran inflasi akibat kejatuhan harga minyak.
Chief Investment Officer Cetera Investment Management, Gene Goldman, mengatakan pasar saat ini tengah mengalami reli karena faktor kelegaan (relief rally). Menurut dia, kesepakatan AS-Iran telah menekan harga minyak secara tajam, meredakan kekhawatiran inflasi, dan mendorong investor kembali memburu aset berisiko seperti saham teknologi.
Ketiga indeks utama Wall Street kini mencatat penguatan selama tiga sesi berturut-turut setelah sebelumnya tertahan oleh ketegangan di Timur Tengah dan aksi ambil untung pada saham-saham berbasis kecerdasan buatan (AI).
Pelaku pasar juga berharap normalisasi arus minyak dari Timur Tengah dan turunnya harga energi dapat memberi ruang bagi Federal Reserve untuk mempertahankan suku bunga tanpa perlu kembali menaikkan biaya pinjaman.
Selain perkembangan di Timur Tengah, perhatian investor pekan ini tertuju pada rapat kebijakan the Fed yang dijadwalkan berlangsung pada Rabu. Pertemuan tersebut menjadi rapat kebijakan pertama di bawah kepemimpinan Chairman Kevin Warsh, yang menggantikan Jerome Powell bulan lalu.
Berdasarkan FedWatch Tool CME Group, pelaku pasar memperkirakan the Fed akan mempertahankan suku bunga pada pekan ini. Namun, probabilitas kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin sebelum akhir tahun masih berada di kisaran 42 persen.
Dari 11 sektor utama dalam indeks S&P 500, teknologi mencatat penguatan terbesar dengan kenaikan 3,4 persen. Sebaliknya, energi menjadi sektor dengan kinerja terburuk setelah merosot 3,6 persen.
Pada perdagangan saham individual, SpaceX meroket 19,6 persen pada hari kedua perdagangannya di bursa setelah penawaran saham perdana (IPO) perusahaan yang dipimpin Elon Musk itu mendorong valuasinya melampaui USD2 triliun. Saham SpaceX ditutup di level USD192,46, jauh di atas harga IPO sebesar USD135 per lembar.
Keberhasilan debut SpaceX di pasar saham juga meningkatkan optimisme investor terhadap prospek penawaran saham perdana sejumlah perusahaan teknologi besar lainnya, termasuk OpenAI dan Anthropic, yang diperkirakan melantai di bursa tahun ini.
Di sektor transportasi, saham United Airlines melesat 3,9 persen seiring harapan bahwa penurunan harga minyak akan menekan biaya bahan bakar pesawat. Saham operator kapal pesiar Norwegian Cruise melompat 3,7 persen, sementara Carnival Corp bertambah 3,2 persen.
Indeks volatilitas CBOE (VIX), yang dikenal sebagai indikator tingkat ketakutan investor di Wall Street, kembali turun untuk hari ketiga berturut-turut setelah pada pekan sebelumnya sempat mencapai level tertinggi dalam lebih dari dua bulan.
Sementara itu, indeks semikonduktor Philadelphia (SOX) melembung lebih dari 5 persen dan ditutup di rekor tertinggi baru setelah sebelumnya sempat terkoreksi lebih dari 12 persen dari puncak terakhirnya sebelum membukukan reli pemulihan selama tiga hari.
Penguatan sektor chip dipimpin Nvidia yang mendaki 3,5 persen dan Micron Technology yang melejit 10,5 persen setelah setidaknya dua perusahaan sekuritas menaikkan target harga saham emiten tersebut secara signifikan.
Di sisi lain, saham Fox anjlok 16,8 persen setelah perusahaan media itu mengumumkan akuisisi Roku senilai USD22 miliar. Saham Roku sendiri melorot 1,9 persen.
Jumlah transaksi di bursa Wall Street mencapai 21,29 miliar saham, dibandingkan rata-rata 20,82 miliar untuk 20 sesi perdagangan terakhir.
Secara keseluruhan, jumlah saham yang naik lebih banyak daripada yang turun dengan rasio 1,77 banding 1 di NYSE , di mana terdapat 502 saham yang mencapai level tertinggi baru dan 90 saham yang mencapai level terendah baru.
Di Nasdaq, 3.034 saham menguat dan 1.900 saham melemah, dengan jumlah saham yang naik lebih banyak daripada yang turun dengan rasio 1,6 banding 1.
Indeks S&P 500 mencatatkan 41 level tertinggi baru dalam 52 minggu dan 3 level terendah baru, sementara Nasdaq Composite membukukan 202 level tertinggi baru dan 89 level terendah baru. (Reuters/Investing/AI)
Saham berkinerja terbaik di Dow
-Boeing Co (4,57%)
-Nvidia Corporation (3,54%)
-Honeywell International Inc (3,24%)
Saham berkinerja terburuk
-Chevron Corp (-3,64%)
-Merck & Company Inc (-3,49%)
-Verizon Communications Inc (-2,16%)
Saham berkinerja terbaik di S&P 500
-Western Digital Corporation (16,10%)
-Micron Technology Inc (10,84%)
-Seagate Technology PLC (9,43%)
Saham berkinerja terburuk
-Fox Corp Class A (-16,85%)
-Fox Corp Class B (-15,22%)
-Fiserv Inc (-10,91%)
Saham berkinerja terbaik di Nasdaq
-Freecast Inc A (141,29%)
-VS Media Holdings Ltd (91,42%)
-PRF Technologies Ltd (82,36%)
Saham berkinerja terburuk
-Elicio Therapeutics Inc (-72,59%)
-Functional Brands Inc (-54,59%)
-Context Therapeutics Inc (-51,14%)

Sumber : Admin