- Wall Street merah; Dow anjlok 1,61% dipicu lonjakan harga minyak akibat konflik Timur Tengah dan kekhawatiran inflasi.
- Sektor industri, material, kesehatan, dan maskapai terpukul, sementara energi dan teknologi membatasi kerugian.
- Ekspektasi pemangkasan suku bunga the Fed berkurang, dengan fokus investor tetap pada data ketenagakerjaan dan durasi konflik.
Ipotnews - Bursa ekuitas Wall Street terjerembab, Kamis, tertekan lonjakan harga minyak akibat konflik Timur Tengah yang memasuki hari keenam. Kenaikan harga energi memicu kekhawatiran inflasi dan menimbulkan pertanyaan mengenai kemungkinan pemangkasan suku bunga oleh Federal Reserve.
Indeks Dow Jones Industrial Average ditutup anjlok 784,67 atau 1,61% menjadi 47.954,74, S&P 500 melemah 0,56% atau 38,79 poin ke posisi 6.830,71 dan Nasdaq Composite Index turun 0,26% atau 58,49 poin jadi 22.748,99, demikian laporan Reuters dan Investing, di New York, Kamis (5/3) atau Jumat (6/3) pagi WIB.
Pelebaran konflik ke lebih banyak negara menimbulkan kekhawatiran gangguan di Selat Hormuz--jalur energi penting dunia--di mana ancaman rudal dan drone secara drastis menurunkan lalu lintas kapal tanker.
Kondisi ini mendorong harga minyak mentah West Texas Intermediate, patokan Amerika Serikat, melambung 8,5% jadi USD81 per barel, level tertinggi sejak Juli 2024, sementara Brent melonjak 4,9% ke USD85,41.
Analis memperingatkan bahwa gangguan pasokan yang berkepanjangan dapat mempercepat inflasi dan memperlambat pertumbuhan ekonomi. "Lihat harga minyak hari ini, itu menjelaskan mengapa pasar saham turun," ujar Michael Antonelli, analis Baird Private Wealth Management. "Pasar sedang mencoba menilai berapa lama konflik ini akan berlangsung."
Sektor industri, material, dan kesehatan di S&P 500 masing-masing melorot lebih dari 2%. Sub-sektor maskapai penerbangan jatuh 5,4%, dengan saham Southwest Airlines anjlok 6,9%.
Namun, saham energi dan teknologi membatasi kerugian. Indeks S&P 500 untuk perusahaan energi naik 0,6% karena prospek pendapatan yang lebih tinggi. Saham Chevron melesat 3,9%.
Saham teknologi menguat 0,4%, dengan Broadcom melejit 4,8% setelah memperkirakan pendapatan chip kecerdasan buatan akan melampaui USD100 miliar tahun depan.
Meski konflik udara antara AS dan Israel melawan Iran terus berlangsung, Wall Street sejauh ini masih outperform dibanding Eropa dan Asia pekan ini, terutama didorong saham teknologi yang sebelumnya terdampak penjualan besar-besaran sepanjang Februari. Nasdaq naik 0,36% sejak konflik dimulai.
Investor juga memperhatikan data ekonomi terbaru. Klaim awal pengangguran AS pekan lalu tidak berubah, menunjukkan pasar tenaga kerja relatif stabil.
Hasil survei ISM sektor manufaktur dan jasa yang lebih baik dari perkiraan mendorong ekspektasi pasar terhadap penambahan lapangan kerja lebih tinggi, menurut Steve Ricchiuto, Kepala Ekonom Mizuho Securities. Tanda-tanda ekonomi yang kuat mengurangi kemungkinan pemangkasan suku bunga.
"Orang-orang menunggu angka nonfarm payroll besok. Data hari ini menunjukkan pasar tenaga kerja mungkin masih lebih kuat dari perkiraan," kata Ricchiuto. "Namun setelah penurunan hari ini, saya kurang yakin dampaknya akan sebesar yang saya kira. Pasar sudah memprediksi sebagian besar."
Berdasarkan data LSEG , pasar kini memperkirakan pemangkasan suku bunga the Fed sekitar 40 basis poin sepanjang 2026, turun dari sekitar 50 basis poin sebelum perang Timur Tengah dimulai.
Penurunan saham sektor keuangan seperti JPMorgan Chase dan Goldman Sachs juga menekan indeks blue-chip Dow.
Volume perdagangan di bursa Wall Street mencapai 22,32 miliar saham, lebih tinggi dibanding rata-rata 17,82 miliar saham selama 20 hari sesi terakhir. (Reuters/Investing/AI)
Saham berkinerja terbaik Dow
-Salesforce Inc (4,30%)
-International Business Machines (2,60%)
-Chevron Corp (2,07%)
Saham berkinerja terburuk
-Goldman Sachs Group Inc (-3,67%)
-Caterpillar Inc (-3,54%)
-Walmart Inc (-3,52%)
Saham berkinerja terbaik S&P 500
-Expedia Inc (13,70%)
-Booking Holdings Inc (8,46%)
-LyondellBasell Industries NV (6,40%)
Saham berkinerja terburuk
-Corning Incorporated (-6,99%)
-Southwest Airlines Company (-6,89%)
-Moderna Inc (-6,83%)
Saham berkinerja terbaik Nasdaq
-Turbo Energy SA ADR (79,76%)
- STAK Inc (62,15%)
-Alto Ingredients Inc (54,62%)
Saham berkinerja terburuk
- CIMG Inc (-56,09%)
-Medicus Pharma Ltd (-50,93%)
-Cybin Inc (-33,88%)
Sumber : Admin