Wall Street Loyo di Penutupan 2025, Namun Cetak Kenaikan Tahunan Signifikan
Thursday, January 01, 2026       06:45 WIB
  • Wall Street melemah di penutupan 2025, namun tetap mencatat kenaikan tahunan dua digit berkat reli saham AI.
  • Euforia AI mendominasi pasar, dengan Nvidia tembus kapitalisasi USD5 triliun, sementara sektor jasa komunikasi jadi yang terbaik.
  • Prospek 2026 bergantung pada kebijakan the Fed, dengan ekspektasi sikap lebih dovish dan pemangkasan suku bunga lanjutan.

Ipotnews - Bursa ekuitas Wall Street ditutup melemah pada sesi perdagangan terakhir 2025, Rabu, mengakhiri tahun yang penuh gejolak namun tetap mencatatkan kenaikan tahunan yang kuat.
Indeks berbasis luas S&P 500 ditutup merosot 50,74 poin atau 0,74 persen menjadi 6.845,50, Nasdaq Composite Index melemah 177,09 poin atau 0,76 persen ke posisi 23.241,99, sementara Dow Jones Industrial Average turun 303,77 poin atau 0,63 persen jadi 48.063,29, demikian laporan  Reuters  dan  Investing,  di New York, Rabu (31/12) atau Kamis (1/1) pagi WIB.
Sepanjang 2025, pasar saham Amerika Serikat diwarnai ketidakpastian kebijakan tarif Presiden Donald Trump serta euforia besar terhadap saham berbasis kecerdasan buatan (AI).
Indeks S&P 500, Dow Jones dan Nasdaq seluruhnya membukukan kenaikan dua digit sepanjang 2025, menandai tahun ketiga berturut-turut berada di zona positif, sebuah tren yang terakhir kali terjadi pada periode 2019 hingga 2021.
Reli pasar tahun ini terutama ditopang oleh lonjakan minat investor terhadap saham AI yang mendorong ketiga indeks tersebut mencetak rekor tertinggi baru.
Meski ditutup melemah pada sesi Rabu, Dow Jones mencatatkan kenaikan bulanan kedelapan berturut-turut, yang merupakan rekor terpanjang sejak periode 2017-2018. Sementara itu, S&P 500 yang sempat berada di jalur kenaikan bulanan kedelapan harus berbalik arah menjelang penutupan dan mengakhiri Desember dengan pelemahan.
Pada perdagangan terakhir 2025, saham sektor energi dan teknologi menjadi penekan utama pasar. Saham Microsoft, yang memiliki bobot besar di sektor teknologi, turun 0,8 persen, sementara EQT Corp merosot 1,9 persen.
Presiden Reflexivity, Giuseppe Sette, menilai pelemahan di hari-hari terakhir perdagangan bukanlah sinyal negatif bagi kinerja tahun depan. Dia menyebut koreksi tersebut wajar terjadi di tengah bull market, terutama ketika likuiditas menipis dan investor memanfaatkan momen untuk melakukan aksi ambil untung.
Wall Street mencatat pemulihan yang kuat dari titik terendah pada April lalu, ketika kebijakan tarif besar-besaran bertajuk "Liberation Day" dari Presiden Trump memicu gejolak pasar global, mendorong investor keluar dari saham AS, serta menekan prospek pertumbuhan akibat ketidakpastian arah suku bunga.
Secara tahunan, indeks S&P 500 melambung 16,39 persen, Nasdaq melonjak 20,36 persen, dan Dow Jones menguat 12,97 persen. Indeks saham berkapitalisasi kecil Russell 2000 juga mencatat kenaikan 11,26 persen sepanjang 2025.
Namun, kinerja tahunan S&P 500 masih tertinggal dibandingkan beberapa indeks global lainnya. Indeks Asia-Pasifik di luar Jepang mencatat reli hampir 27 persen pada 2025, mencerminkan pergeseran strategi investor yang semakin terdiversifikasi secara global.
Deputy Chief Investment Officer Morgan Stanley Investment Management, Jitania Kandhari, memperkirakan pelebaran kinerja pasar ini akan berlanjut pada 2026, baik di Amerika Serikat maupun di pasar internasional. Menurutnya, era dominasi segelintir saham unggulan mulai bergeser menuju peluang yang lebih luas dan tersebar secara global.
Pelemahan empat sesi berturut-turut di Wall Street juga mematahkan ekspektasi terjadinya "Santa Claus rally", sebuah fenomena di mana S&P 500 biasanya menguat pada lima hari perdagangan terakhir Desember dan dua hari pertama Januari, menurut Stock Trader's Almanac.
Di tengah tren AI, saham Nvidia yang meroket sekitar 39 persen sepanjang 2025 menjadi salah satu penerima manfaat terbesar, bahkan mencatat sejarah sebagai perusahaan publik pertama yang mencapai kapitalisasi pasar USD5 triliun.
Sektor jasa komunikasi menjadi yang terbaik di S&P 500 pada 2025, didorong lonjakan 65 persen saham Alphabet.
Produsen chip penyimpanan seperti Micron Technology, Western Digital, dan Seagate juga tampil menonjol dengan nilai saham yang lebih dari tiga kali lipat sepanjang 2025.
Sebaliknya, sejumlah saham mencatatkan kinerja terburuk. FMC Corp dan Fiserv masing-masing anjlok 71,5 persen dan 67 persen sepanjang 2025.
Ke depan, arah kebijakan moneter Federal Reserve diperkirakan menjadi penentu utama sentimen pasar global pada 2026, menyusul data ekonomi terbaru dan ekspektasi akan kepemimpinan bank sentral yang lebih dovish, mendorong pasar memperhitungkan pemangkasan suku bunga lanjutan.
Di luar pergerakan indeks, saham Nike melejit 4 persen setelah CEO Elliott Hill mengungkapkan pembelian saham perusahaan itu senilai sekitar USD1 juta.
Saham Vanda Pharmaceuticals juga melesat setelah Badan Pengawas Obat dan Makanan (FDA) Amerika Serikat menyetujui obatnya untuk pencegahan mual akibat mabuk perjalanan.
Volume perdagangan tetap tipis pada pekan yang dipersingkat oleh libur akhir tahun, dengan bursa tutup pada Kamis untuk perayaan Tahun Baru.
Total volume transaksi di bursa Wall Street tercatat 11,17 miliar saham, lebih rendah dibandingkan rata-rata 15,8 miliar saham dalam 20 hari perdagangan terakhir.
Jumlah saham yang turun melebihi yang naik dengan rasio 3,22 banding 1 di NYSE . Terdapat 91 rekor tertinggi baru dan 116 rekor terendah baru di NYSE .
Di Nasdaq, 1.528 saham menguat dan 3.164 saham melemah, di mana jumlah turun melebihi yang naik dengan rasio 2,07 banding 1.
Indeks S&P 500 mencatatkan 3 rekor tertinggi baru dalam 52 minggu dan tidak ada rekor terendah baru, sementara Nasdaq Composite membukukan 29 rekor tertinggi baru dan 218 rekor terendah baru. (Reuters/Investing/AI)
Saham berkinerja terbaik di Dow
-Nike Inc (4,12%)
-Verizon Communications Inc (0,12%)
-Chevron Corp (0,07%)
Saham berkinerja terburuk
-International Business Machines (-1,93%)
-American Express Company (-0,92%)
-Walt Disney Company (-0,89%0
Saham berkinerja terbaik di S&P 500
-Nike Inc (4,12%)
-Molina Healthcare Inc (1,69%)
-Transdigm Group Incorporated (1,02%)
Saham berkinerja terburuk
-Fair Isaac Corporation (-3,16%)
-Universal Health Services Inc (-3,13%)
-Moderna Inc (-3,03%)
Saham berkinerja terbaik di Nasdaq
-Intelligent Bio Solutions Inc (134,15%)
-Utime Ltd (62,67%)
-Anghami De Inc (62,50%)
Saham berkinerja terburuk
-SMX Security Matters Ord Shs Class A (-68,22%)
-Globavend Holdings Ltd (-50,85%)
-Corcept Therapeutics Incorporated (-50,41%)

Sumber : Admin