Wall Street Melempem, Saham Chip Tertekan dan Kinerja Bank Jadi Sorotan
Wednesday, October 14, 2026       04:23 WIB
  • Wall Street melemah, dipimpin Dow Jones yang turun 0,35%.
  • Saham Citigroup anjlok 5,6% dan Micron turun 3,6%.
  • Investor mewaspadai valuasi saham AI dan menanti laporan keuangan emiten.

Ipotnews - Bursa ekuitas Wall Street melorot pada akhir sesi Selasa, tertekan berlanjutnya aksi jual saham semikonduktor serta respons investor terhadap hasil kinerja kuartalan yang beragam dari sejumlah bank kakap, termasuk Citigroup dan Goldman Sachs.
Nasdaq Composite Index ditutup turun 0,15% atau 41,52 poin menjadi 27.204,38, Dow Jones Industrial Average melemah 0,35% atau 180,45 poin ke posisi 51.670,10, sedangkan indeks berbasis luas S&P 500 terkoreksi tipis 0,02% atau 1,79 poin jadi 7.805,45, demikian laporan  Reuters  dan   CNBC ,  di New York, Selasa (13/10) atau Rabu (14/10) pagi WIB.
Sepanjang 2026, S&P 500 melonjak sekitar 14%, terutama didorong saham teknologi yang berkaitan dengan kecerdasan buatan (AI). Namun, penguatan tersebut belum merata. Saham median dalam indeks itu naik kurang dari 5%, sementara lebih dari 200 konstituen S&P 500 justru mencatatkan penurunan sepanjang tahun berjalan.
Tekanan terutama datang dari saham semikonduktor. Indeks PHLX Semiconductor melemah 0,23% dan memperpanjang kerugian menjadi lima sesi berturut-turut.
Sentimen sektor tersebut memburuk setelah CEO Broadcom, Hock Tan, Senin, menyamakan sebagian aliran investasi ke industri semikonduktor dengan aktivitas perjudian di kasino. Pernyataan itu menambah kekhawatiran bahwa derasnya modal ke sektor AI berpotensi memicu investasi berlebihan.
Kekhawatiran persaingan juga meningkat setelah laporan mengenai kemajuan teknologi perusahaan chip memori asal China, ChangXin Memory Technologies ( CXMT ), memperkuat pandangan bahwa persaingan industri semikonduktor global semakin ketat.
Saham Micron Technology merosot 3,6%, sedangkan Applied Materials anjlok hampir 7%. Sebaliknya, saham Broadcom menguat 0,7%.
Meski kehilangan lebih dari 8% dalam lima sesi terakhir, indeks PHLX Semiconductor masih mencatat kenaikan lebih dari 70% sepanjang 2026.
Di sektor keuangan, saham Citigroup ambles 5,6% dan Goldman Sachs turun 0,2%, meski keduanya membukukan laba di atas perkiraan analis. Saham Wells Fargo melorot 3,1% setelah pendapatan bunga bersihnya tidak memenuhi ekspektasi pasar.
JPMorgan Chase juga ditutup turun 0,9% setelah mencatatkan laba yang lebih rendah dari perkiraan, sebuah kejutan yang relatif jarang terjadi bagi bank tersebut.
Di tengah pelemahan pasar, saham Apple sempat menyentuh rekor tertinggi intraday di USD348,15 sebelum ditutup naik 0,1% menjadi USD341,27. Kapitalisasi pasar perusahaan tersebut mencapai USD4,98 triliun.
Investor kini mencermati musim laporan keuangan kuartal ketiga. Berdasarkan data LSEG , analis rata-rata memperkirakan laba emiten dalam S&P 500 melambung lebih dari 30%, dengan kontribusi besar dari perusahaan teknologi yang terkait dengan AI.
Ekspektasi terhadap pertumbuhan laba yang kuat membantu meredam kekhawatiran mengenai perang Amerika Serikat dengan Iran, kenaikan tajam imbal hasil obligasi pemerintah, serta tekanan inflasi akibat tingginya harga minyak.
CEO Longbow Asset Management yang berbasis di Tulsa, Oklahoma, Jake Dollarhide, mengatakan banyak investor mulai merasa lega karena pasar berpotensi kembali berfokus pada kinerja laba perusahaan, bukan semata-mata pergerakan pasar obligasi, tingginya harga minyak dalam jangka panjang, dan suku bunga yang bertahan tinggi.
Optimisme terhadap laba perusahaan teknologi berkapitalisasi besar juga tercermin pada valuasi S&P 500. Indeks tersebut diperdagangkan pada rasio harga terhadap proyeksi laba atau forward price-to-earnings (P/E) kurang dari 19 kali, level terendah sejak 2023.
Namun, pergerakan saham individual menunjukkan bahwa tekanan masih meluas di sejumlah sektor. Indeks saham kesehatan S&P 500 turun 1,3%. Saham Johnson & Johnson anjlok 5,7% meski laba perusahaan melampaui ekspektasi analis.
Sementara itu, saham operator aplikasi kencan Bumble meroket hampir 57% setelah perusahaan menyepakati transaksi senilai USD1,3 miliar untuk beralih menjadi perusahaan tertutup (go private).
Sebaliknya, saham Domino's Pizza terkoreksi 4,8% setelah perusahaan memangkas proyeksi penjualan untuk tahun penuh.
Di indeks S&P 500, jumlah saham yang naik melampaui saham yang turun dengan rasio 1,1 banding 1. Indeks tersebut mencatatkan 18 saham yang mencapai level tertinggi baru dan lima saham yang menyentuh level terendah baru.
Di Nasdaq, terdapat 47 saham yang mencetak rekor tertinggi baru, berbanding 408 saham yang mencapai rekor terendah baru.
Aktivitas perdagangan di bursa Wall Street relatif sepi. Volume transaksi mencapai 14,8 miliar saham, lebih rendah dibandingkan rata-rata 17,6 miliar saham selama 20 sesi perdagangan terakhir. (Reuters/Investing/AI)
Saham berkinerja terbaik Dow
-Salesforce Inc (1,75%)
-Verizon Communications Inc (1,74%)
-Visa Inc (1,74%)
Saham berkinerja terburuk
-Johnson & Johnson (-5,73%)
-Caterpillar Inc (-3,33%)
-Merck & Company Inc (-2,39%)
Saham berkinerja terbaik S&P 500
-CDW Corp (5,71%)
-Valero Energy Corporation (4,67%)
-Charter Communications Inc (4,36%)
Saham berkinerja terburuk
-Applied Materials Inc (-6,69%)
-Johnson & Johnson (-5,73%)
-Citigroup Inc (-5,60%)
Saham berkinerja terbaik Nasdaq
- JBDI Holdings Ltd (251,79%)
-Alaunos Therapeutics Inc (187,14%)
-Pinnacle Food Group Ltd (80,08%)
Saham berkinerja terburuk
-WF Holding Ltd (-87,27%)
-Treasure Global Inc (-66,90%)
-Linkers Industries Ltd (-57,10%)

Sumber : Admin