Wall Street Melesat, Harapan Damai Timur Tengah Angkat Sentimen Pasar
Wednesday, April 01, 2026       04:47 WIB
  • Wall Street naik tajam karena spekulasi meredanya konflik Timur Tengah.
  • Saham teknologi dan komunikasi memimpin, energi turun ringan.
  • Investor fokus pasokan energi dan kebijakan suku bunga the Fed.

Ipotnews - Bursa ekuitas Wall Street melesat pada perdagangan Selasa, didorong spekulasi mengenai potensi de-eskalasi konflik di Timur Tengah yang selama beberapa pekan terakhir memicu lonjakan harga minyak dan kekhawatiran inflasi global.
Tiga indeks utama mencatat kenaikan harian terbesar sejak Mei 2025, ketika investor bereaksi terhadap gencatan perang dagang antara Amerika Serikat dan China.
Indeks berbasis luas S&P 500 ditutup melonjak 2,91% atau 184,80 poin menjadi 6.528,52, sementara Nasdaq Composite Index melambung 3,83% atau 795,98 poin jadi 21.590,63, sedangkan Dow Jones Industrial Average melompat 2,49% atau 1.125,37 poin ke posisi 46.341,51, demikian laporan  Reuters  dan  Investing,  di San Francisco, Selasa (31/3) atau Rabu (1/4) pagi WIB.
Penguatan ini terjadi setelah laporan  Wall Street Journal  menyebutkan Presiden Donald Trump bersedia mengakhiri kampanye militer terhadap Iran meski jalur vital Selat Hormuz masih belum sepenuhnya dibuka.
Namun, Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth memperingatkan bahwa beberapa hari ke depan akan menjadi penentu dalam konflik tersebut dan menegaskan perang bisa meningkat jika tidak tercapai kesepakatan.
Konflik yang telah berlangsung selama sebulan ini membuat indeks S&P 500 dan Dow mencatat penurunan kuartalan terdalam sejak 2022. Investor khawatir lonjakan harga energi akan menekan permintaan barang dan jasa sekaligus memaksa Federal Reserve untuk kembali menaikkan suku bunga guna mengendalikan inflasi.
Bill Northey, Direktur Investasi U.S. Bank Wealth Management, menyebut pasar saat ini bereaksi terhadap kemungkinan penghentian konflik lebih cepat dari perkiraan, meski detailnya masih terbatas. Menurutnya, pelaku pasar sangat menantikan normalisasi distribusi energi melalui Selat Hormuz.
Saham-saham berkapitalisasi besar menjadi pendorong utama kenaikan pada sesi Selasa. Nvidia melonjak 5,6%, Alphabet melejit 5,1%, dan Meta Platforms melesat 6,7%. Indeks PHLX Semiconductor juga melompat 6,24%, mencatat kinerja harian terbaik dalam hampir satu tahun.
Volume perdagangan di bursa Wall Street tercatat tinggi, mencapai 22,4 miliar saham, melampaui rata-rata 20,3 miliar saham dalam 20 sesi sebelumnya.
Sebanyak sembilan dari sebelas sektor dalam S&P 500 ditutup menguat, dipimpin sektor layanan komunikasi yang naik 4,42% serta sektor teknologi informasi yang melambung 4,24%.
Sebaliknya, sektor energi melorot 1,2% meski masih mencatat kenaikan sekitar 10% sepanjang Maret, seiring reli harga minyak.
Secara keseluruhan, kinerja pasar saham AS masih tertekan sejak awal tahun. Hingga akhir kuartal pertama 2026, S&P 500 tercatat turun 4,6%, Nasdaq melemah 7,1%, dan Dow menyusut 3,6%.
Di tingkat emiten, saham CoreWeave meroket 12% setelah memperoleh pinjaman sebesar USD8,5 miliar untuk ekspansi infrastruktur kecerdasan buatan (AI). Saham Marvell Technology juga melejit 12% setelah mengantongi investasi USD2 miliar dari Nvidia.
Namun, sepanjang 2026, banyak saham teknologi mengalami tekanan akibat kekhawatiran bahwa perusahaan besar seperti Microsoft, Amazon, dan Alphabet belum menunjukkan hasil signifikan dari investasi besar mereka di bidang AI.
Pekan lalu, Dow dan Nasdaq berakhir 10% di bawah penutupan tertinggi sepanjang masa, yang mengkonfirmasi bahwa keduanya berada di area koreksi.
Dari sisi ekonomi, data pemerintah menunjukkan lowongan pekerjaan di Amerika Serikat turun lebih besar dari perkiraan pada Februari, dengan tingkat perekrutan berada di level terendah dalam hampir enam tahun terakhir. Kondisi ini menambah ketidakpastian terhadap prospek ekonomi.
Lonjakan harga minyak akibat konflik Iran kembali memicu kekhawatiran inflasi. Berdasarkan FedWatch Tool CME Group, pelaku pasar kini lebih memperkirakan adanya kenaikan suku bunga oleh the Fed pada akhir tahun dibanding penurunan.
Di sisi korporasi, Unilever sepakat memisahkan unit bisnis makanannya dan menggabungkannya dengan McCormick dalam transaksi gabungan saham dan tunai senilai sekitar USD44,8 miliar. Namun, saham McCormick justru anjlok 6,1%.
Sementara itu, saham Constellation Energy merosot 6,5% setelah memproyeksikan laba 2026 di bawah ekspektasi pasar.
Secara keseluruhan, jumlah saham yang naik jauh melampaui yang turun dengan rasio 5,2 banding 1 di S&P 500. Indeks tersebut mencatat enam saham mencapai level tertinggi baru dan delapan saham mencatat titik terendah baru, sedangkan Nasdaq mencetak 37 saham mencetak rekor tertinggi dan 154 saham menyentuh level terendah. (Reuters/CNBC/Investing/AI)
Saham berkinerja terbaik di Dow
-Caterpillar Inc (6,15%)
-Nvidia Corporation (5,59%)
-Boeing Co (5,19%)
Saham berkinerja terburuk
-Chevron Corp (-1,81%)
-Coca-Cola Co (-0,28%)
-Procter & Gamble Company (-0,21%)
Saham berkinerja terbaik di S&P 500
-ON Semiconductor Corporation (11,25%)
-Monolithic Power Systems Inc (9,31%)
-Super Micro Computer Inc (8,12%)
Saham berkinerja terburuk
-Constellation Energy Corp (-6,47%)
-McCormick & Company Incorporated (-6,12%)
-CF Industries Holdings Inc (-5,64%)
Saham berkinerja terbaik di Nasdaq
-Apellis Pharmaceuticals Inc (135,40%)
-U BX Technology Ltd (115,48%)
-3 E Network Technology Group Ltd (83,06%)
Saham berkinerja terburuk
-NeoConcept International Group Holdings Ltd (-69,57%)
-IO Biotech Inc (-65,95%)
-PepGen Ltd (-58,16%)

Sumber : Admin

berita terbaru
Saturday, Apr 04, 2026 - 15:35 WIB
Financial Statements Full Year 2025 of HRME
Saturday, Apr 04, 2026 - 15:30 WIB
Financial Statements Full Year 2025 of CASA
Saturday, Apr 04, 2026 - 15:24 WIB
Financial Statements Full Year 2025 of PYFA
Saturday, Apr 04, 2026 - 15:20 WIB
Financial Statements Full Year 2025 of PTPP
Saturday, Apr 04, 2026 - 15:11 WIB
Financial Statements Full Year 2025 of WIKA
Saturday, Apr 04, 2026 - 15:07 WIB
Financial Statements Full Year 2025 of MTEL
Saturday, Apr 04, 2026 - 15:02 WIB
Financial Statements Full Year 2025 of BMHS
Saturday, Apr 04, 2026 - 14:57 WIB
Financial Statements Full Year 2025 of KJEN