Wall Street Melompat ke Rekor Baru, Saham Teknologi dan AI Jadi Penggerak Utama
Tuesday, June 02, 2026       04:28 WIB
  • Wall Street menguat, S&P 500 dan Nasdaq cetak rekor baru.
  • Nvidia memimpin reli saham teknologi.
  • Pasar menunggu perkembangan AS-Iran dan arah suku bunga the Fed.

Ipotnews - Bursa ekuitas Wall Street menguat, Senin, didorong reli saham teknologi setelah Nvidia memperkenalkan chip baru yang diklaim mampu membawa kemampuan kecerdasan buatan (AI) langsung ke komputer pribadi. Investor juga terus mencermati perkembangan negosiasi perdamaian antara Amerika Serikat dan Iran di tengah konflik yang masih berlangsung.
Penguatan saham teknologi sebesar 2,5% membantu indeks Nasdaq dan S&P 500 mencatat rekor penutupan tertinggi baru. Sementara itu, indeks Dow Jones Industrial Average hanya membukukan kenaikan tipis karena sebagian besar sektor utama di S&P 500 masih berada di zona merah.
Indeks Dow Jones ditutup naik 46,42 poin atau 0,09% menjadi 51.078,88, S&P 500 menguat 19,90 poin atau 0,26% ke posisi 7.599,96, sedangkan Nasdaq Composite Index bertambah 114,19 poin atau 0,42% jadi 27.086,81, demikian laporan  Reuters  dan  Investing,  di New York, Senin (1/6) atau Selasa (2/6) pagi WIB.
Pelaku pasar terus memantau perkembangan konflik Timur Tengah setelah Presiden AS Donald Trump menyatakan pembicaraan dengan Iran masih berlanjut. Sebelumnya, kantor berita Iran melaporkan Teheran menghentikan negosiasi tidak langsung dengan Washington setelah gelombang serangan terbaru mengancam upaya diplomatik untuk mengakhiri perang yang kini memasuki bulan keempat.
Peningkatan eskalasi konflik sempat mendorong harga minyak melonjak dan memicu kekhawatiran bahwa perang berkepanjangan dapat mempercepat inflasi global. Namun sentimen pasar membaik setelah Trump menyatakan tidak akan ada pasukan Israel yang memasuki Beirut, menyusul pembicaraannya dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.
Manajer Portofolio GLOBALT, Thomas Martin, mengatakan pasar masih belum memiliki gambaran yang jelas mengenai arah negosiasi antara Iran dan Amerika Serikat. Meski demikian, investor tampaknya tetap percaya, pada akhirnya akan ada kesepakatan yang dapat meredakan ketegangan.
Sorotan utama pasar datang dari Nvidia yang melonjak 6,3% setelah memperkenalkan chip baru yang memungkinkan fitur AI dijalankan langsung di komputer pribadi. Produk tersebut merupakan hasil kolaborasi selama tiga tahun dengan Microsoft yang bertujuan menciptakan generasi baru komputer untuk era kecerdasan buatan.
Kepala Eksekutif Nvidia, Jensen Huang, menyebut kerja sama tersebut sebagai langkah untuk "menemukan kembali PC" di era AI. Saham Microsoft turut melesat 2,3%.
Di sektor semikonduktor, pergerakan saham berlangsung variatif. Qualcomm anjlok 8,8%, sementara Intel merosot 4,7%. Sebaliknya, Micron Technology melejit 6,6% dan untuk pertama kalinya menembus level harga USD1.000 per saham. Secara keseluruhan, indeks Philadelphia Semiconductor menguat 1,1%.
Data ekonomi yang dirilis pada hari yang sama menunjukkan aktivitas manufaktur Amerika Serikat sepanjang Mei tumbuh untuk bulan kelima berturut-turut. Hasil tersebut mengindikasikan sektor industri masih mampu bertahan di tengah tantangan tarif perdagangan dan ketidakpastian geopolitik.
Perhatian investor kini beralih ke laporan ketenagakerjaan Amerika Serikat yang akan dirilis Jumat. Data tersebut dipandang penting menjelang pertemuan kebijakan pertama Chairman Federal Reserve yang baru, Kevin Warsh, bulan ini. Pasar khawatir tekanan inflasi akibat konflik Iran dapat memengaruhi arah kebijakan suku bunga dan mengganggu reli pasar saham yang telah berlangsung sepanjang tahun.
Dari 11 sektor utama dalam indeks S&P 500, hanya teknologi dan energi yang mencatat kenaikan. Sementara itu, sektor utilitas mengalami penurunan terbesar.
Saham perangkat lunak yang sebelumnya tertekan akibat kekhawatiran disrupsi AI kembali diminati investor. ServiceNow melambung 9,2%, sedangkan IBM melompat 7,6%. Indeks sektor layanan perangkat lunak secara keseluruhan naik 4,3%.
Menurut Martin, penguatan sektor perangkat lunak dipicu oleh pandangan bahwa AI tidak akan menggantikan industri tersebut, melainkan menjadi bagian dari solusi yang mendukung pertumbuhan bisnis software ke depan.
Saham Cadence Design Systems meroket 10,5% setelah meluncurkan agen AI untuk desain chip yang ditenagai teknologi Nvidia.
Pasar juga mulai menantikan laporan keuangan Broadcom yang akan dirilis pada Rabu. Kinerja perusahaan tersebut akan menjadi perhatian setelah hasil positif Dell Technologies pekan lalu memperkuat indikasi tingginya permintaan terhadap server berbasis AI.
Jumlah saham yang turun melebihi yang naik dengan rasio 1,04 banding 1 di NYSE . Terdapat 519 rekor tertinggi baru dan 144 rekor terendah baru di NYSE .
Di Nasdaq, 2.436 saham menguat dan 2.403 saham melemah, dengan jumlah saham yang naik lebih banyak daripada yang turun dengan rasio 1,01 banding 1.
Indeks S&P 500 mencatat 29 rekor tertinggi baru dalam 52 minggu dan 18 rekor terendah baru, sementara Nasdaq Composite membukukan 122 rekor tertinggi baru dan 77 rekor terendah baru.
Volume perdagangan di bursa Wall Street mencapai 21,80 miliar saham, dibandingkan rata-rata 19,71 miliar saham untuk sesi penuh selama 20 hari terakhir. (Reuters/Investing/AI)
Saham berkinerja terbaik di Dow
-Salesforce Inc (9,66%)
-International Business Machines (7,52%)
-Nvidia Corporation (6,29%)
Saham berkinerja terburuk
-Amazon.com Inc (-3,47%)
-Sherwin-Williams Co (-3,00%)
-Merck & Company Inc (-2,96%)
Saham berkinerja terbaik di S&P 500
-MGM Resorts International (16,08%)
-CDW Corp (12,38%)
-Gartner Inc (10,79%)
Saham berkinerja terburuk
-FedEx Corporation (-17,79%)
-Cboe Global Markets Inc (-9,56%)
-Qualcomm Incorporated (-8,75%)
Saham berkinerja terbaik di Nasdaq
-CID HoldCo Inc (3.142,86%)
-CDT Environmental Technology Investment Holdings Ltd (2.780,00%)
-Zooz Power Ltd (1.900,00%)
Saham berkinerja terburuk
-Above Food Ingredients Inc (-80,57%)
-Zhongchao Inc (-53,47%)
-NextCure Inc (-45,48%)

Sumber : Admin