- Wall Street melemah tajam akibat tekanan terhadap saham AI dan lonjakan harga minyak di tengah kekhawatiran pasokan Timur Tengah.
- S&P 500 turun 1,22%, Nasdaq merosot 2,19%, dan Dow Jones melemah 0,55%.
- Nasdaq menuju penurunan mingguan terbesar sejak Juni, sementara S&P 500 berpotensi mencatat pelemahan mingguan terdalam sejak Januari.
Ipotnews - Wall Street anjlok pada Jumat (16/10) di akhir pekan ini. Saham-saham teknologi terkait kecerdasan buatan (AI), termasuk CoreWeave dan Broadcom, kembali mendapat tekanan, sementara lonjakan harga minyak membuat investor khawatir menjelang akhir pekan.
Nasdaq berada di jalur untuk mencatat penurunan lebih dari 4% sepanjang pekan ini, tertekan kekhawatiran bahwa perusahaan infrastruktur AI yang dibebani utang mungkin tidak mampu menghasilkan keuntungan tepat waktu untuk membayar utangnya, terutama ketika biaya pinjaman diperkirakan meningkat.
CoreWeave, perusahaan operator pusat data yang didukung Nvidia, anjlok 12%. Dengan demikian, penurunannya selama lima sesi terakhir mencapai sekitar 25%. Obligasi perusahaan tersebut juga mengalami aksi jual tajam sepanjang pekan ini, sehingga imbal hasilnya menembus 15%.
Broadcom turun 3,6%, sedangkan indeks semikonduktor PHLX merosot 2,5% dan berada di jalur untuk mencatat penurunan selama delapan hari berturut-turut. Investor pada Jumat juga mencermati lonjakan harga minyak lebih dari 3% akibat kekhawatiran terhadap pasokan dari Timur Tengah.
"Ada ketakutan di pasar," kata Rob Haworth, ahli strategi investasi senior di U.S. Bank Wealth Management, Seattle. "Harga minyak yang tinggi, khususnya, cenderung menekan rasio harga terhadap laba saham. Karena itu, saya melihat investor memilih bersikap hati-hati menjelang akhir pekan daripada mengambil risiko lebih besar."
Menambah kekhawatiran mengenai pembiayaan AI, sejumlah investor Anthropic saat ini dan calon investor sedang mempertimbangkan valuasi yang lebih rendah bagi perusahaan tersebut menjelang penawaran umum perdana saham (IPO), menurut laporan Reuters yang mengutip sejumlah sumber yang mengetahui persoalan tersebut.
Indeks S&P 500 turun 1,22% menjadi 7.649 poin. Nasdaq merosot 2,19% menjadi 26.128 poin. Sedangkan Dow Jones Industrial Average melemah 0,55% menjadi 51.891 poin.
Enam dari 11 sektor utama S&P 500 melemah. Sektor jasa komunikasi memimpin penurunan dengan koreksi 2,52%, disusul sektor teknologi informasi yang turun 2,38%. S&P 500 berada di jalur untuk mencatat penurunan mingguan terdalam sejak Januari. Sedangkan Nasdaq menuju pelemahan mingguan terbesar sejak Juni.
Kekhawatiran AI
Musim laporan keuangan kuartal III akan semakin ramai pada pekan depan, dengan laporan dari Tesla, Meta Platforms, dan Procter & Gamble.
Berdasarkan data LSEG , analis rata-rata memperkirakan laba kuartalan perusahaan-perusahaan akan melonjak lebih dari 30%, didorong oleh perusahaan teknologi berkapitalisasi besar yang terkait dengan AI.
Meskipun S&P 500 masih menguat sekitar 12% sepanjang 2026, sebagian besar kenaikan tersebut berasal dari saham teknologi terkait AI. Sementara itu, saham median dalam indeks tersebut hanya naik sekitar 6% sejak awal tahun. Sekitar 185 saham anggota S&P 500 justru mencatat penurunan sepanjang 2026.
Laporan inflasi konsumen dan produsen yang lebih tinggi dari perkiraan pada pekan ini menunjukkan bahwa tekanan harga telah meluas melampaui komoditas energi.
Ketua Federal Reserve Kevin Warsh pada Jumat menyampaikan optimisme terhadap kekuatan ekonomi AS. Ia juga mengaku terkejut melihat ketahanan ekonomi global yang tetap "bertahan dengan baik" di tengah guncangan energi berkepanjangan dan kebijakan moneter ketat untuk mengendalikan inflasi.
Pasar semakin memperkirakan Fed akan mempertahankan suku bunga pada bulan ini. Namun, Barclays kini memperkirakan kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin masing-masing pada Desember dan Januari.
Tesla turun 2,5% setelah produsen kendaraan listrik tersebut memperkenalkan desain ulang Roadster yang dilengkapi pendorong bergaya roket dan dikembangkan bersama SpaceX. Netflix menunjuk mantan eksekutif Disney Peter Rice sebagai kepala konten pada Kamis. Saham Netflix turun 2,9%.
Jumlah saham yang melemah di dalam indeks S&P 500 melampaui saham yang menguat dengan rasio 1,3 berbanding 1. Indeks S&P 500 mencatat 19 saham yang mencapai level tertinggi baru dan satu saham yang menyentuh level terendah baru. Sementara itu, Nasdaq mencatat 49 saham pada level tertinggi baru dan 263 saham pada level terendah baru.
(reuters)
Sumber : admin