- Wall Street menguat tipis, ditopang optimisme investasi AI.
- Saham semikonduktor melonjak, dipimpin HP Enterprise dan Marvell Technology.
- Pasar tetap mencermati negosiasi AS-Iran serta prospek suku bunga the Fed.
Ipotnews - Bursa ekuitas Wall Street menguat tipis, Selasa, didorong optimisme terhadap perkembangan industri kecerdasan buatan (AI) yang berhasil mengimbangi kekhawatiran investor terkait negosiasi antara Amerika Serikat dan Iran untuk mengakhiri konflik berkepanjangan serta membuka kembali Selat Hormuz.
Indeks Dow Jones Industrial Average ditutup naik 228,91 poin atau 0,45 persen menjadi 51.307,79, S&P 500 bertambah 9,94 poin atau 0,13 persen ke posisi 7.609,90, sedangkan Nasdaq Composite Index meningkat 7,09 poin atau 0,03 persen jadi 27.093,90, demikian laporan Reuters dan Investing, di New York, Selasa (2/6) atau Rabu (3/6) pagi WIB.
Penguatan mayoritas sektor dalam indeks S&P 500 membantu menjaga pasar tetap berada di zona hijau. Saham berkapitalisasi kecil yang tergabung dalam indeks Russell 2000 bahkan mencatat kinerja lebih baik dibandingkan saham-saham berkapitalisasi besar. Indeks tersebut ditutup melonjak 0,90 persen atau 26,20 poin menjadi 2.931,96.
Sentimen positif kembali dipimpin sektor AI dan semikonduktor. Indeks Philadelphia Semiconductor melambung 5,9 persen, mencerminkan kuatnya minat investor terhadap perusahaan yang terlibat dalam pembangunan infrastruktur AI global.
Sebaliknya, indeks Software & Services yang dalam beberapa bulan terakhir tertekan akibat kekhawatiran disrupsi AI terhadap model bisnis tradisional, berakhir melorot 3,3 persen.
Dukungan terhadap sektor AI datang dari laporan keuangan Hewlett Packard Enterprise yang melampaui ekspektasi pasar serta komitmen pendanaan baru dari Alphabet untuk memperluas kapasitas infrastruktur AI.
Head of Portfolio Management Horizon Investments, Mike Dickson, mengatakan pergerakan pasar secara keseluruhan terlihat relatif tenang, namun terdapat perubahan besar yang terjadi di balik layar, khususnya di ekosistem infrastruktur AI.
Menurutnya, pasar berpotensi mengalami reli yang semakin kuat apabila momentum investasi pada AI terus berlanjut sepanjang musim panas.
Di tengah optimisme tersebut, investor tetap mencermati perkembangan geopolitik di Timur Tengah. Media Iran melaporkan Teheran sedang mempelajari proposal Amerika Serikat untuk mengakhiri perang, namun belum melakukan komunikasi dengan Washington selama beberapa hari terakhir.
Laporan yang sama menyebut Iran mengambil sikap keras dalam negosiasi karena masih menyimpan ketidakpercayaan terhadap komitmen Amerika Serikat berdasarkan pengalaman masa lalu.
Pada saat bersamaan, Israel dilaporkan terus melancarkan serangan ke Lebanon meski Iran memperingatkan bahwa tindakan tersebut dapat menggagalkan gencatan senjata yang masih rapuh.
Konflik tersebut mendorong lonjakan harga minyak dunia dan kembali memicu kekhawatiran mengenai inflasi. Kondisi itu juga meningkatkan kemungkinan Federal Reserve akan kembali menaikkan suku bunga sebelum akhir tahun.
Presiden Federal Reserve Cleveland, Beth Hammack, mengatakan kenaikan suku bunga tambahan dapat diperlukan apabila tekanan inflasi yang saat ini masih tinggi terus meningkat.
Dari sisi ekonomi, Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan jumlah lowongan pekerjaan meningkat secara tak terduga. Kenaikan tersebut terutama berasal dari sektor jasa profesional dan bisnis yang dikenal memiliki volatilitas tinggi.
Meski demikian, data juga menunjukkan aktivitas perekrutan, pemutusan hubungan kerja, dan tingkat pengunduran diri pekerja sama-sama menurun. Kondisi tersebut mengindikasikan perlambatan dinamika pasar tenaga kerja di tengah ketidakpastian akibat konflik Timur Tengah dan tekanan inflasi.
Pelaku pasar kini menunggu laporan ketenagakerjaan Amerika Serikat periode Mei yang akan dirilis Jumat. Ekonom memperkirakan ekonomi AS menambah sekitar 85.000 lapangan kerja baru bulan lalu, turun sekitar 26 persen dibandingkan April. Tingkat pengangguran diperkirakan tetap berada di level 4,3 persen.
Di antara sebelas sektor utama S&P 500, utilitas mencatat kenaikan terbesar, sementara sektor layanan komunikasi menjadi yang paling tertekan.
Secara individual, saham Hewlett Packard Enterprise melejit 19,5 persen setelah perusahaan pembuat server AI tersebut mempercepat target keuangan jangka panjangnya dua tahun lebih cepat dari rencana semula.
Sementara itu, Alphabet mengumumkan rencana penghimpunan dana ekuitas sebesar USD80 miliar, termasuk investasi dari Berkshire Hathaway, untuk membiayai ekspansi besar-besaran infrastruktur AI. Kendati demikian, saham perusahaan induk Google itu justru merosot 3,9 persen.
Saham Marvell Technology meroket 32,5 persen setelah Chief Executive Officer Nvidia, Jensen Huang, menyebut perusahaan tersebut sebagai calon "emiten bernilai satu triliun dolar berikutnya" dalam ajang Computex di Taipei. Nvidia sendiri diketahui telah menginvestasikan USD2 miliar di Marvell pada Maret.
Di sisi lain, pelemahan harga bitcoin sebesar 5,7 persen menekan saham terkait aset kripto. Coinbase menyusut 4,7 persen, sementara Strategy Inc anjlok 9,2 persen.
Pasar kini juga menantikan laporan keuangan Broadcom yang akan dirilis pada Rabu, mengingat perusahaan tersebut menjadi salah satu indikator penting bagi prospek industri semikonduktor dan AI.
Secara keseluruhan, jumlah saham yang naik lebih banyak daripada yang turun dengan rasio 1,52 banding 1 di Bursa Saham New York. Terdapat 571 rekor tertinggi baru dan 139 rekor terendah baru di NYSE .
Di Nasdaq, 2.280 saham menguat dan 2.506 saham melemah, di mana jumlah yang turun lebih banyak daripada yang naik dengan rasio 1,1 banding 1.
Indeks S&P 500 mencatatkan 29 rekor tertinggi baru dalam 52 minggu dan 17 rekor terendah baru, sementara Nasdaq Composite membukukan 134 rekor tertinggi baru dan 96 rekor terendah baru.
Volume perdagangan di bursa Wall Street mencapai 20,51 miliar saham, dibandingkan rata-rata 19,93 miliar saham untuk sesi penuh selama 20 hari terakhir. (Reuters/Investing/CNBC/AI)
Saham berkinerja terbaik di Dow
-Cisco Systems Inc (5,50%)
-Caterpillar Inc (5,16%)
-Apple Inc (2,91%)
Saham berkinerja terburuk
-Nike Inc (-4,79%)
-Salesforce Inc (-4,18%)
-Microsoft Corporation (-4,18%)
Saham berkinerja terbaik di S&P 500
-Hewlett Packard Enterprise Co (19,47%)
-Enphase Energy Inc (13,45%)
-Corning Incorporated (13,41%)
Saham berkinerja terburuk
-Intuit Inc (-8,94%)
-Cboe Global Markets Inc (-8,44%)
-HP Inc (-7,04%)
Saham berkinerja terbaik di Nasdaq
-Presurance Holdings Inc (678,99%)
-Wing Yip Food Holdings Group Ltd ADR (351,16%)
-Decent Holding Inc (208,76%)
Saham berkinerja terburuk
-Hitek Global (-90,58%)
-Jianzhi Century Technology Group Co Ltd ADR (-77,42%)
-Fulcrum Therapeutics Inc (-51,24%)
Sumber : Admin