- Wall Street menguat, dengan Dow dan S&P 500 mencetak rekor penutupan baru, ditopang saham teknologi dan lonjakan Walmart.
- Investor mengabaikan isu penyelidikan terhadap Jerome Powell dan mulai fokus ke musim laporan keuangan kuartal IV, terutama sektor teknologi.
- Sektor keuangan melemah akibat wacana pembatasan bunga kartu kredit AS, menekan saham bank dan perusahaan pembiayaan.
Ipotnews - Bursa ekuitas Wall Street menghijau, Senin, dengan S&P 500 dan Dow mencatat rekor penutupan tertinggi baru, didorong kenaikan saham teknologi dan raksasa ritel Walmart. Investor cenderung mengabaikan kekhawatiran terkait penyelidikan pidana Departemen Kehakiman Amerika Serikat terhadap Chairman Federal Reserve Jerome Powell.
Indeks Dow Jones Industrial Average ditutup naik 86,13 poin atau 0,17 persen menjadi 49.590,20, S&P 500 menguat 10,99 poin atau 0,16 persen jadi 6.977,27, sementara Nasdaq Composite Index bertambah 62,56 poin atau 0,26 persen ke posisi 23.733,90, demikian laporan Reuters dan Investing, di New York, Senin (12/1) atau Selasa (13/1) pagi WIB.
Saham Walmart melesat 3 persen dan menjadi penopang utama penguatan S&P 500 dan Nasdaq, setelah perusahaan ritel tersebut memindahkan pencatatan sahamnya dari Bursa Efek New York ( NYSE ) ke Nasdaq bulan lalu. Sektor consumer staples memimpin penguatan sektoral dengan kenaikan 1,4 persen, diikuti sektor teknologi yang juga mencatatkan lonjakan.
Walmart dijadwalkan masuk ke dalam indeks Nasdaq-100 pada 20 Januari, langkah yang diperkirakan menarik aliran dana hingga miliaran dolar dari passive index funds.
Pada awal perdagangan, saham sempat melemah menyusul kabar terkait Powell. Ancaman dakwaan dari Departemen Kehakiman, yang dikaitkan dengan pernyataan Powell di Kongres mengenai proyek renovasi gedung, sempat meningkatkan kekhawatiran pasar terhadap independensi the Fed.
Powell menyebut langkah tersebut sebagai "dalih" untuk memberikan pengaruh lebih besar terhadap kebijakan suku bunga, yang sejak awal masa jabatannya pada Januari 2025 terus didesak Presiden AS Donald Trump untuk dipangkas secara signifikan.
"Kabar bahwa Powell diselidiki oleh Departemen Kehakiman pada dasarnya sudah disinyalkan sebelumnya oleh Trump, sehingga pasar untuk saat ini menerimanya dengan relatif tenang," kata Kepala Ekonom Pasar Spartan Capital Securities, Peter Cardillo.
Dia menambahkan, dukungan terbuka dari para mantan pejabat the Fed terhadap Powell juga memberikan ketenangan bagi pasar.
Selain itu, investor mulai mengalihkan perhatian ke musim laporan keuangan kuartal keempat di Amerika Serikat, tutur Cardillo.
Berdasarkan data LSEG , analis memperkirakan sektor teknologi akan memimpin pertumbuhan laba S&P 500 pada kuartal tersebut dengan kenaikan 26,5 persen secara tahunan. Secara keseluruhan, laba perusahaan anggota S&P 500 diperkirakan tumbuh 8,8 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Musim laporan keuangan tidak resmi dimulai Selasa dengan rilis kinerja JPMorgan Chase dan sejumlah bank kakap lainnya.
Di sisi lain, saham sektor keuangan tertekan setelah Trump menyerukan pembatasan suku bunga kartu kredit maksimal 10 persen selama satu tahun mulai 20 Januari. Sektor keuangan turun 0,8 persen dan menjadi pemberat utama S&P 500.
Saham Citigroup anjlok 3 persen, sementara perusahaan kartu kredit American Express merosot 4,3 persen. Saham perusahaan pembiayaan konsumen juga melemah, termasuk Capital One yang ditutup anjlok 6,4 persen. Perusahaan layanan "buy now, pay later" Affirm Holdings tercatat merosot 6,6 persen.
Pelaku pasar juga menantikan rilis data indeks harga konsumen (IHK) Amerika, Selasa, yang berpotensi memengaruhi prospek pemangkasan suku bunga the Fed. Saat ini, pasar masih memperkirakan setidaknya dua kali pemangkasan suku bunga masing-masing 25 basis poin hingga akhir tahun, menurut data LSEG .
Volume perdagangan di bursa Wall Street tercatat 17,29 miliar saham, lebih tinggi dibandingkan rata-rata 16,40 miliar saham dalam 20 hari sesi terakhir.
Di NYSE , jumlah saham yang naik melampaui yang turun dengan rasio 1,68 banding 1. Tercatat 725 saham mencetak level tertinggi baru dan 48 saham menyentuh level terendah baru.
Di Nasdaq, sebanyak 2.613 saham menguat dan 2.144 saham melemah, dengan rasio saham naik terhadap turun sebesar 1,22 banding 1. (Reuters/Investing/AI)
Saham berkinerja terbaik di Dow
-Walmart Inc (3,00%)
-International Business Machines (2,62%)
-Johnson & Johnson (2,61%)
Saham berkinerja terburuk
-American Express Company (-4,27%)
-Walt Disney Company (-2,65%)
-Visa Inc Class A (-1,88%)
Saham berkinerja terbaik di S&P 500
-Western Digital Corporation (5,84%)
-Seagate Technology PLC (5,75%)
-DexCom Inc (5,31%)
Saham berkinerja terburuk
-Synchrony Financial (-8,36%)
-Capital One Financial Corporation (-6,42%)
-ON Semiconductor Corporation (-5,49%)
Saham berkinerja terbaik di Nasdaq
-Envirotech Vehicles Inc (442,00%)
-Lulu's Fashion Lounge Holdings Inc (79,47%)
-Biodesix Inc (48,35%)
Saham berkinerja terburuk
-Atara Biotherapeutics Inc (-56,99%)
-Lyra Therapeutics Inc (-45,21%)
-Mingteng International Corp Inc (-41,93%)
Sumber : Admin