Wall Street Rebound, Saham Kesehatan dan Konsumer Angkat S&P 500
Friday, October 16, 2026       04:33 WIB
  • S&P 500 naik 0,33%, Nasdaq +0,08%, dan Dow Jones +1,08%.
  • Saham kesehatan menguat, sementara saham teknologi tertekan.
  • Peluang kenaikan suku bunga the Fed hingga Desember mencapai 67%.

Ipotnews - Bursa ekuitas Wall Street berakhir di area positif, Kamis, bangkit dari pelemahan pada awal sesi seiring investor mulai mengalihkan dana dari saham teknologi berbasis kecerdasan buatan (AI) ke sektor kesehatan dan konsumer yang dinilai lebih defensif.
Indeks berbasis luas S&P 500 ditutup naik 0,33% atau 25,12 poin menjadi 7.744,06, Nasdaq Composite Index menguat tipis 0,08% atau 20,16 poin ke posisi 26.713,03, sedangkan Dow Jones Industrial Average melonjak 1,08% atau 556,21 poin jadi 52.177,69, demikian laporan  Reuters  dan   CNBC ,  di New York, Kamis (15/10) atau Jumat (16/10) pagi WIB.
Sejumlah saham teknologi mengalami tekanan di tengah kekhawatiran investor terhadap perusahaan-perusahaan terkait AI yang memiliki beban utang besar dan rentan terhadap kenaikan suku bunga.
Saham perusahaan farmasi Eli Lilly melambung lebih dari 3%, UnitedHealth melompat 2,8%, dan Walmart naik 1,4% setelah mendapatkan peningkatan rekomendasi dari Deutsche Bank. Ketiga saham tersebut menjadi kontributor utama penguatan S&P 500 pada perdagangan Kamis.
Sebaliknya, saham Nvidia anjlok 1,8% setelah Taiwan Semiconductor Manufacturing Co ( TSMC ) menyampaikan pandangan hati-hati mengenai prospek 2027, meski membukukan rekor laba kuartalan untuk keenam kalinya secara berturut-turut berkat kuatnya permintaan chip untuk AI.
Saham Dell Technologies merosot 6,9%, sementara Hewlett Packard Enterprise (HPE) ambles 7,1%. Kedua produsen server tersebut melanjutkan penurunan tajam pada sesi sebelumnya akibat kekhawatiran bahwa perusahaan yang terpapar investasi AI akan semakin terbebani oleh lonjakan biaya pinjaman.
Imbal hasil obligasi US Treasury bertenor 10 tahun turun, tetapi masih bertahan di dekat level tertinggi dalam beberapa tahun terakhir. Investor tetap mencermati risiko inflasi akibat tingginya harga minyak.
Jed Ellerbroek, Manajer Portofolio Argent Capital Management, St Louis, mengatakan biaya pembiayaan untuk berbagai kebutuhan, mulai dari pembelian rumah hingga pembangunan pusat data berskala besar, semakin meningkat dan berdampak terhadap pasar saham.
Menurutnya, saham-saham dengan kinerja terbaik pada perdagangan tersebut berasal dari perusahaan defensif yang relatif tidak sensitif terhadap siklus ekonomi.
Indeks semikonduktor Philadelphia melorot 0,9%, memperpanjang pelemahan selama tujuh sesi berturut-turut.
Aktivitas perdagangan di bursa Wall Street terbilang ramai dengan volume mencapai 20,7 miliar saham, dibandingkan rata-rata 17,6 miliar saham selama 20 sesi sebelumnya.
Delapan dari 11 sektor utama S&P 500 ditutup menghijau. Sektor kesehatan memimpin dengan kenaikan 1,84%, disusul sektor material yang melompat 1,71%.
Setelah mencapai rekor tertinggi pekan lalu, S&P 500 masih mencatat lonjakan sekitar 13% sepanjang 2026. Sebagian besar penguatan tersebut ditopang saham-saham terkait AI.
Saat ini, S&P 500 diperdagangkan pada rasio price-to-earnings (P/E) sekitar 19 kali proyeksi laba, mendekati level terendah sejak 2023. Ellerbroek menilai valuasi tersebut menunjukkan investor mulai memperhitungkan kemungkinan berakhirnya pertumbuhan laba luar biasa yang selama ini didorong perusahaan-perusahaan besar di industri AI.
Data yang dirilis Kamis menunjukkan harga produsen Amerika Serikat meningkat paling tinggi dalam 4,5 tahun pada September, seiring kenaikan biaya barang dan jasa. Angka tersebut memperkuat indikasi bahwa tekanan inflasi semakin meluas, tidak hanya berasal dari sektor energi.
Sehari sebelumnya, data inflasi konsumen Amerika yang lebih tinggi dari perkiraan mendorong ekspektasi kenaikan suku bunga Federal Reserve lebih lanjut dan memicu aksi jual di Wall Street.
Joe Saluzzi, Co-Head of Equity Trading Themis Trading, Chatham, New Jersey, mengatakan rotasi investasi di antara saham-saham berkapitalisasi besar bukan hal baru. Kekhawatiran terhadap saham AI, menurutnya, cenderung kembali muncul setiap beberapa bulan.
Berdasarkan FedWatch Tool CME Group, pelaku pasar kini memperkirakan peluang kenaikan suku bunga the Fed hingga pertemuan kebijakan Desember mencapai 67%, meningkat dari 62% pada Rabu.
Di luar saham-saham berkapitalisasi besar, Rocket Lab merosot 6,6% setelah perusahaan antariksa tersebut mengumumkan penundaan peluncuran perdana roket Neutron berukuran lebih besar hingga tahun depan.
Saham perusahaan bahan kimia pertanian FMC anjlok lebih dari 30% setelah memangkas tajam proyeksi kinerja kuartal ketiha.
Di indeks S&P 500, jumlah saham yang naik melampaui yang turun dengan rasio 3,1 banding 1. Indeks tersebut mencatat 24 saham mencapai level tertinggi baru dan tidak mencetak saham yang menyentuh level terendah baru.
Sementara itu, Nasdaq membukukan 61 saham pada level tertinggi baru dan 393 saham pada level terendah baru. (Reuters/Investing/CNBC/AI)
Saham berkinerja terbaik Dow
-Nike Inc (5,21%)
-Salesforce Inc (4,57%)
-Home Depot Inc (4,31%)
Saham berkinerja terburuk
-Cisco Systems Inc (-3,35%)
-Nvidia Corporation (-1,84%)
-Caterpillar Inc (-1,78%)
Saham berkinerja terbaik S&P 500
-Equifax Inc (7,25%)
-Fair Isaac Corporation (6,99%)
-Pool Corporation (6,96%)
Saham berkinerja terburuk
-FMC Corporation (-30,59%)
-Hewlett Packard Enterprise Co (-7,11%)
-Dell Technologies Inc (-6,80%)
Saham berkinerja terbaik Nasdaq
-Estrella Immunopharma Inc (68,35%)
-Stardust Power Inc (55,38%)
-Exascale Labs Holdings Inc (52,98%)
Saham berkinerja terburuk
-The Hain Celestial Group Inc (-51,09%)
-Scisparc Ltd (-45,65%)
-SHF Holdings Inc (-36,25%)

Sumber : Admin