Wall Street Semringah, Pasar Sambut Sinyal Trump Akhiri Perang Timur Tengah
Thursday, April 02, 2026       04:43 WIB
  • Wall Street naik, dipimpin saham teknologi, setelah Trump sinyalkan akhiri konflik Iran.
  • Minyak turun tekan energi, maskapai & luar angkasa menguat.
  • Data ekonomi AS solid, fokus pasar pada inflasi & suku bunga.

Ipotnews - Bursa ekuitas Wall Street berakhir di zona hijau, Rabu, didorong lonjakan saham kakap seperti Alphabet, Meta Platforms, dan Amazon, setelah Presiden AS Donald Trump memberikan sinyal bahwa konflik di Timur Tengah mungkin akan segera berakhir.
Indeks berbasis luas S&P 500 ditutup naik 0,72% atau 46,80 poin menjadi 6.575,32, Nasdaq Composite Index melonjak 1,16% atau 250,32 poin ke posisi 21.840,95, dan Dow Jones Industrial Average meningkat 0,48% atau 224,23 poin jadi 46.565,74, demikian laporan  Reuters  dan  Investing,  di New York, Rabu (1/4) atau Kamis (2/4) pagi WIB.
Indeks volatilitas CBOE (VIX), indikator ketakutan Wall Street, turun 2,81% atau 0,71 poin menjad 24,54, level terendah lebih dari seminggu terakhir.
Trump menyatakan kepada  Reuters  bahwa Amerika Serikat akan "keluar dari Iran cukup cepat" dan dapat kembali melakukan "serangan terbatas" jika diperlukan, beberapa jam sebelum dia dijadwalkan memberikan pidato nasional terkait perang tersebut.
Thomas Martin, Manajer Portofolio Globalt Investments, mengatakan pasar tengah mencoba menafsirkan maksud sebenarnya dari pernyataan Trump. "Semua orang berusaha menebak apa yang sebenarnya dia maksud. Pasar ingin kabar ini positif dan ingin perang segera berakhir," ujarnya.
Saham teknologi memimpin penguatan pada sesi Rabu, dengan Alphabet melesat 3,4%, Meta Platforms dan Amazon masing-masing melonjak lebih dari 1%. Indeks chip PHLX melambung 2,82% untuk hari kedua berturut-turut.
Wall Street menguat dua hari beruntun karena investor berspekulasi bahwa perang Amerika Serikat dan Israel di Iran akan segera berakhir. Harga energi melonjak dalam sebulan terakhir, memicu kekhawatiran inflasi global, karena konflik tersebut menghambat aliran minyak melalui Selat Hormuz.
Dengan kenaikan pada sesi Rabu, S&P 500 tetap kehilangan 4% sejauh tahun ini. Indeks tersebut diperdagangkan di bawah 20 kali lipat dari perkiraan pendapatan, multiple pendapatan terendah dalam 10 bulan, menurut data LSEG .
Kabar terkait industri luar angkasa juga mendukung reli, setelah SpaceX secara rahasia mengajukan rencana penawaran umum perdana (IPO). Saham perusahaan luar angkasa lainnya melonjak: Intuitive Machines meroket 9%, Planet Labs 10%, dan Rocket Lab 2%. Dana investasi Destiny Tech100, yang memegang saham SpaceX, melompat 9,1%.
Di sektor kesehatan, saham Eli Lilly naik 3,8% setelah Badan Pengawas Obat dan Makanan (FDA) Amerika menyetujui pil penurun berat badan perusahaan tersebut, yang akan dijual dengan merek Foundayo.
Sementara itu, Intel melejit 8,8% setelah mengumumkan pembelian kembali kepemilikan Apollo di pabriknya di Irlandia senilai USD14,2 miliar.
Di sisi energi, harga minyak turun tajam, sehingga mendorong indeks energi S&P 500 anjlok 3,9%, level terendah lebih dari seminggu. Sebaliknya, saham maskapai penerbangan menguat, dengan sub-indeks S&P Composite Passenger Airlines melesat 2,3%.
Namun, tidak semua saham positif: Nike anjlok 15,5% ke level terendah dalam satu dekade setelah memperkirakan penurunan penjualan kuartal keempat yang mengejutkan pasar.
Data ekonomi AS menunjukkan kondisi pasar tenaga kerja dan konsumen yang solid. Laporan ADP mengindikasikan perekrutan sektor swasta meningkat stabil sepanjang Maret, penjualan ritel Februari mencatat kenaikan tertinggi dalam tujuh bulan, dan aktivitas manufaktur AS meningkat menurut indeks Institute for Supply Management. Nonfarm payroll Maret akan menjadi sorotan pada Jumat, meski pasar AS tutup untuk libur Good Friday.
Di tengah meningkatnya kekhawatiran inflasi, pelaku pasar kini menilai kemungkinan Federal Reserve menaikkan suku bunga pada akhir tahun lebih besar dibandingkan menurunkannya.
Jumlah saham yang naik lebih banyak daripada yang turun di S&P 500 dengan rasio 1,5 banding 1.
S&P 500 mencatat 6 rekor tertinggi baru dan 12 rekor terendah baru; Nasdaq membukukan 63 rekor tertinggi baru dan 102 rekor terendah baru.
Volume perdagangan di bursa Wall Street relatif rendah, dengan 18,8 miliar saham diperdagangkan, dibandingkan rata-rata 20,2 miliar saham selama 20 sesi sebelumnya. (Reuters/Investing/CNBC/AI)
Saham berkinerja terbaik di Dow
-Boeing Co (4,17%)
-Caterpillar Inc (3,09%)
-Goldman Sachs Group Inc (1,68%)
Saham berkinerja terburuk
-Nike Inc (-15,52%)
-Chevron Corp (-4,62%)
-Verizon Communications Inc (-1,67%)
Saham berkinerja terbaik di S&P 500
-Western Digital Corporation (10,06%)
-Micron Technology Inc (8,87%)
-Intel Corporation (8,79%)
Saham berkinerja terburuk
-Nike Inc (-15,52%)
-Lamb Weston Holdings Inc (-8,94%)
-Alexandria Real Estate Equities Inc (-6,74%)
Saham berkinerja terbaik di Nasdaq
-Cyclerion Therapeutics Inc (313,68%)
- PMGC Holdings Inc (133,72%)
-Axe Compute Inc (119,75%)
Saham berkinerja terburuk
-NeoConcept International Group Holdings Ltd (-53,37%)
-Linkers Industries Ltd (-46,22%)
-X3 Holdings Co Ltd (-42,92%)

Sumber : Admin

berita terbaru
Saturday, Apr 04, 2026 - 15:35 WIB
Financial Statements Full Year 2025 of HRME
Saturday, Apr 04, 2026 - 15:30 WIB
Financial Statements Full Year 2025 of CASA
Saturday, Apr 04, 2026 - 15:24 WIB
Financial Statements Full Year 2025 of PYFA
Saturday, Apr 04, 2026 - 15:20 WIB
Financial Statements Full Year 2025 of PTPP
Saturday, Apr 04, 2026 - 15:11 WIB
Financial Statements Full Year 2025 of WIKA
Saturday, Apr 04, 2026 - 15:07 WIB
Financial Statements Full Year 2025 of MTEL
Saturday, Apr 04, 2026 - 15:02 WIB
Financial Statements Full Year 2025 of BMHS
Saturday, Apr 04, 2026 - 14:57 WIB
Financial Statements Full Year 2025 of KJEN