- Wall Street menguat, dengan Nasdaq naik 1,29% dipimpin reli saham semikonduktor.
- Saham chip melonjak menjelang laporan keuangan emiten teknologi dan AI.
- Investor mengabaikan ketegangan Timur Tengah serta tarif baru AS terhadap Kanada.
Ipotnews - Bursa ekuitas Wall Street semringah, Selasa, dengan Nasdaq memimpin kenaikan berkat reli tajam saham semikonduktor yang mengalihkan perhatian investor dari konflik terbaru di Timur Tengah dan ketegangan perdagangan global. Investor kini bersiap menyambut laporan keuangan sejumlah raksasa teknologi yang diperkirakan menjadi penentu arah pasar berikutnya.
Indeks Dow Jones Industrial Average ditutup naik 385,38 poin atau 0,74 persen menjadi 52.224,64, S&P 500 menguat 65,92 poin atau 0,89 persen ke posisi 7.509,20, sedangkan Nasdaq Composite Index melonjak 329,13 poin atau 1,29 persen jadi 25.837,21, demikian laporan Reuters dan Investing, di New York, Selasa (21/7) atau Rabu (22/7) pagi WIB.
Penguatan pasar didorong oleh rebound saham semikonduktor yang sebelumnya mengalami tekanan cukup besar. Indeks Philadelphia SE Semiconductor melesat 5,2 persen, mencatat kenaikan untuk hari kedua berturut-turut setelah akhir pekan lalu masih berada lebih dari 20 persen di bawah rekor tertinggi yang dicapai pada akhir Juni.
Kepala Strategi Investasi 248 Ventures, Lindsey Bell, mengatakan investor kembali memburu saham chip menjelang musim laporan keuangan karena khawatir kehilangan peluang jika perusahaan tersebut kembali membukukan kinerja yang jauh melampaui ekspektasi pasar.
"Investor kembali masuk ke saham semikonduktor menjelang laporan keuangan karena mereka takut ketinggalan peluang (fear of missing out/FOMO). Ada kekhawatiran bahwa perusahaan-perusahaan ini akan mencatatkan laba yang jauh lebih tinggi dari perkiraan dan menaikkan proyeksi bisnis mereka, sementara posisi investor saat ini lebih kecil dibandingkan sebelum koreksi terakhir," ujar Bell.
Meski demikian, Bell mengingatkan bahwa reli tajam menjelang pengumuman kinerja keuangan dapat membatasi potensi kenaikan lebih lanjut setelah laporan dirilis. "Angkanya kemungkinan akan sangat baik, tetapi harga saham juga sudah mencerminkan ekspektasi yang hampir sempurna," katanya.
Indeks saham chip sempat melemah pekan lalu setelah investor mulai mempertanyakan tingginya valuasi perusahaan teknologi serta besarnya investasi yang digelontorkan untuk pengembangan kecerdasan buatan (AI). Namun demikian, indeks tersebut masih mencatat lompatan hampir 75 persen sejak awal tahun.
Dari 11 sektor utama dalam S&P 500, sembilan sektor berakhir di zona hijau. Sektor teknologi informasi memimpin penguatan dengan kenaikan 2,35 persen. Sebaliknya, sektor barang konsumsi pokok menjadi yang terlemah dengan penurunan 1 persen, disusul layanan komunikasi yang terkoreksi 0,85 persen.
Saham yang menjadi motor penggerak S&P 500 antara lain Sandisk, melambung 14,3 persen, Western Digital melejit 12,5 persen, dan Micron Technology yang melompat 12,2 persen.
Investor saham juga tampak mengabaikan keputusan Presiden AS Donald Trump, Senin, yang mengumumkan tarif impor sebesar 50 persen terhadap berbagai produk asal Kanada.
Selain itu, pasar tidak terlalu terpengaruh oleh meningkatnya ketegangan geopolitik meski harga minyak naik 2 persen dan mencapai level tertinggi dalam lima pekan terakhir. Kenaikan harga minyak terjadi setelah dua kapal tanker yang mengangkut minyak mentah Arab Saudi ke Asia berbalik arah di Laut Merah menyusul ancaman kelompok Houthi yang didukung Iran untuk memblokade jalur pelayaran komersial. Trump menegaskan bahwa Amerika Serikat akan merespons jika ancaman tersebut direalisasikan.
Menurut Bell, investor memandang konflik tersebut sebagai faktor sementara yang belum cukup kuat untuk mengubah prospek pasar saham.
"Investor melihat perang ini bersifat sementara karena ada dua hal yang mereka pahami, yaitu harga minyak di atas USD100 per barel merupakan titik sensitif bagi Trump dan pemilu sela (midterm election) juga semakin dekat," ujarnya.
Fokus pasar pada pekan ini kini tertuju pada laporan keuangan Alphabet serta produsen chip Intel dan Texas Instruments yang dinilai akan memberikan gambaran lebih jelas mengenai prospek sektor teknologi dan AI.
Di tingkat korporasi, saham 3M melonjak 7,3 persen setelah perusahaan meningkatkan proyeksi laba setahun penuh. Saham Hasbro melesat 8,8 persen setelah produsen mainan tersebut menaikkan proyeksi pendapatan dan laba tahunan berkat kuatnya permintaan terhadap produk permainan digital dan kartu koleksi "Magic: The Gathering".
Sebaliknya, saham Danaher anjlok 11 persen dan menjadi emiten dengan kinerja terburuk di S&P 500 setelah perusahaan ilmu hayati itu memangkas proyeksi pertumbuhan pendapatan inti dan melaporkan pendapatan bisnis bioteknologi yang lebih lemah dari perkiraan.
Saham MSCI , penyedia indeks global, merosot 10 persen setelah menaikkan proyeksi beban operasional setahun penuh meski berhasil mencatat pendapatan kuartalan di atas ekspektasi pasar. Sementara itu, saham Genuine Parts melorot 2,7 persen setelah distributor suku cadang otomotif tersebut memangkas proyeksi laba tahunan.
Secara keseluruhan, saham yang naik lebih banyak daripada yang turun dengan rasio 1,44 banding 1 di Bursa Saham New York ( NYSE ), di mana terdapat 113 rekor tertinggi baru dan 116 rekor terendah baru.
Di Nasdaq, 2.995 saham menguat dan 1.814 saham melemah, di mana saham yang naik lebih banyak daripada yang turun dengan rasio 1,65 banding 1. S&P 500 mencatat 10 rekor tertinggi baru dalam 52 minggu dan 7 rekor terendah baru.
Di bursa Wall Street, volume perdagangan relatif rendah, dengan 16,14 miliar saham berpindah tangan dibandingkan dengan rata-rata pergerakan 19,56 miliar saham selama 20 sesi terakhir. (Reuters/Investing/AI)
Saham berkinerja terbaik di Dow
-3M Company (7,32%)
-Unitedhealth Group (3,51%)
-Caterpillar Inc (2,97%)
Saham berkinerja terburuk
-Boeing Co (-2,22%)
-Salesforce Inc (-2,15%)
-Walmart Inc (-1,61%)
Saham berkinerja terbaik di S&P 500
-Western Digital Corporation (12,51%)
-Teradyne Inc (12,07%)
-Micron Technology Inc (12,04%)
Saham berkinerja terburuk
-Danaher Corporation (-10,99%)
- MSCI Inc (-10,35%)
-Tyler Technologies Inc (-5,73%)
Saham berkinerja terbaik di Nasdaq
-Ohmyhome Ltd (216,89%)
-Smart Logistics Global Ltd (91,61%)
-Jiuzi Holdings Inc (67,83%)
Saham berkinerja terburuk
-Li Bang International Corporation Inc (-73,10%)
-Concorde International Group Ltd (-71,91%)
-Smart Power Corp (-67,87%)
Sumber : Admin