Wall Street Semringah, S&P 500 dan Nasdaq Bukukan Kinerja Terbaik Sejak 2020
Wednesday, July 01, 2026       04:27 WIB
  • Wall Street menguat, dipimpin saham teknologi.
  • S&P 500 dan Nasdaq cetak kinerja kuartalan terbaik sejak 2020.
  • Pasar mencermati konflik Timur Tengah dan the Fed.

Ipotnews - Bursa ekuitas Wall Street berakhir di zona hijau, Selasa, sekaligus menutup Juni dengan kinerja kuartalan terbaik sejak 2020. Optimisme terhadap pertumbuhan ekonomi dan kuatnya laba perusahaan mampu menopang sentimen investor, meski ketegangan geopolitik di Timur Tengah masih membayangi pasar.
Indeks Dow Jones Industrial Average ditutup naik 136,46 poin atau 0,26% menjadi 52.319,20, S&P 500 menguat 58,93 poin atau 0,79% ke posisi 7.499,36, sedangkan Nasdaq Composite Index melonjak 393,58 poin atau 1,52% jadi 26.213,72, demikian laporan  Reuters  dan  Investing,  di New York, Selasa (30/6) atau Rabu (1/7) pagi WIB.
Dow Jones juga membukukan kenaikan kuartalan terbesar sejak 2022. Sementara itu, S&P 500 dan Nasdaq mencatat lonjakan kuartalan paling kuat sejak 2020.
Ketiga indeks utama berhasil ditutup lebih tinggi pada hari terakhir perdagangan semester pertama, dengan Dow Jones kembali mencetak rekor penutupan tertinggi untuk dua hari berturut-turut.
Sektor teknologi menjadi motor utama penguatan pasar. Indeks saham semikonduktor melesat 3,9% dalam sehari, seiring kembali meningkatnya minat investor terhadap saham-saham teknologi.
Sentimen positif juga didorong oleh harapan tercapainya penghentian permanen perang Iran, meski situasi keamanan di kawasan masih belum sepenuhnya stabil.
Amerika Serikat dan Iran pada 17 Juni menandatangani nota kesepahaman (MoU) sebagai langkah awal mengakhiri konflik yang telah berlangsung selama empat bulan. Namun, baku tembak yang kembali terjadi pada akhir pekan lalu menguji keberlangsungan kesepakatan tersebut. Selain itu, seorang pejabat Qatar menyatakan utusan utama Amerika Serikat yang berada di Doha tidak akan menggelar pertemuan tingkat tinggi dengan Iran.
Senior Vice President Wealthspire Advisors, Oliver Pursche, mengatakan kinerja pasar saham sepanjang semester pertama jauh melampaui ekspektasi banyak pelaku pasar.
Menurut dia, di tengah berbagai ketidakpastian geopolitik, perekonomian Amerika Serikat tetap menunjukkan ketahanan, sementara laba korporasi juga masih tumbuh solid sehingga menopang kepercayaan investor.
Setelah musim laporan keuangan kuartal pertama menghasilkan kinerja yang kuat bagi emiten S&P 500, pelaku pasar kini menantikan laporan laba kuartal kedua yang akan mulai dirilis dalam beberapa pekan mendatang.
Di sisi lain, lonjakan tajam harga minyak pada awal konflik Timur Tengah sempat meningkatkan kekhawatiran terhadap inflasi dan kemungkinan kenaikan suku bunga. Berdasarkan data LSEG , pasar kini memperkirakan Federal Reserve masih berpeluang menaikkan suku bunga setidaknya satu kali sebelum akhir 2026.
Meski demikian, saham teknologi berkapitalisasi besar masih menghadapi tekanan dalam beberapa pekan terakhir. Hal itu menyebabkan S&P 500 dan Nasdaq membukukan penurunan sepanjang Juni karena investor mulai mencermati tingginya valuasi sektor teknologi dan besarnya belanja perusahaan untuk pengembangan kecerdasan buatan (AI).
Secara kuartalan, Dow Jones melambung sekitar 13%, S&P 500 melonjak 14,9%, sedangkan Nasdaq memimpin dengan lompatan sekitar 21,4%.
Analis Bank of America (BofA) menilai sektor yang bersifat siklikal dan berorientasi pada nilai (value), seperti energi dan keuangan, berpotensi menjadi pilihan investasi yang lebih menarik pada paruh kedua tahun ini.
Setelah penutupan perdagangan reguler, saham Nike merosot sekitar 2% menyusul publikasi laporan keuangan kuartalannya.
Secara keseluruhan, jumlah saham yang naik di New York Stock Exchange ( NYSE ) lebih banyak dibandingkan yang turun dengan rasio 1,06 banding 1. Tercatat 349 saham mencetak level tertinggi baru dan 154 saham menyentuh level terendah baru.
Di Nasdaq, sebanyak 2.651 saham menguat dan 2.318 saham melemah, dengan rasio 1,14 banding 1. Baik indeks S&P 500 maupun Nasdaq Composite tidak mencatat saham yang membukukan level tertinggi maupun terendah baru dalam periode 52 pekan.
Volume transaksi di bursa Wall Street mencapai 19,97 miliar saham, lebih rendah dibandingkan rata-rata 23,40 miliar saham per sesi dalam 20 hari perdagangan terakhir. (Reuters/Investing/AI)
Saham berkinerja terbaik di Dow
-Caterpillar Inc (3,07%)
-Apple Inc (2,70%)
-Nvidia Corporation (2,54%)
Saham berkinerja terburuk
-Verizon Communications Inc (-3,99%)
-Johnson & Johnson (-1,74%)
-Honeywell International Inc (-1,73%)
Saham berkinerja terbaik di S&P 500
-Axon Enterprise Inc (9,79%)
-KLA Corporation (8,38%)
-Air Products and Chemicals Inc (8,04%)
Saham berkinerja terburuk
-Digital Realty Trust Inc (-5,76%)
-Hormel Foods Corporation (-5,66%)
-Zimmer Biomet Holdings Inc (-5,64%)
Saham berkinerja terbaik di Nasdaq
-707 Cayman Holdings Ltd (265,74%)
-Lucas GC Ltd (125,43%)
-Concorde International Group Ltd (106,60%)
Saham berkinerja terburuk
-LQR House Inc (-91,60%)
-Token Cat Ltd DRC (-76,82%)
-VistaGen Therapeutics Inc (-70,26%)

Sumber : Admin