- Wall Street menguat, Dow +0,60%, S&P 500 +0,26%, Nasdaq +0,25%, dipimpin saham perbankan.
- Bank dan semikonduktor jadi motor, Goldman Sachs dan Morgan Stanley melonjak, sektor chip terdongkrak prospek kuat TSMC .
- Penguatan pasar makin merata, Russell 2000 cetak rekor dan saham non-teknologi makin diminati.
Ipotnews - Bursa ekuitas Wall Street menghijau, Kamis, mengakhiri pelemahan dua hari beruntun. Penguatan dipimpin saham perbankan setelah Morgan Stanley dan Goldman Sachs mencatatkan kinerja kuartalan yang solid, sementara lonjakan laba raksasa chip Taiwan, TSMC , turut mendongkrak emiten semikonduktor Amerika Serikat.
Indeks Dow Jones Industrial Average ditutup menguat 292,81 poin atau 0,60 persen menjadi 49.442,44, S&P 500 naik 17,87 poin atau 0,26 persen ke posisi 6.944,47, sementara Nasdaq Composite Index bertambah 58,27 poin atau 0,25 persen jadi 23.530,02, demikian laporan Reuters dan Investing, di New York, Kamis (15/1) atau Jumat (16/1) pagi WIB.
Goldman Sachs dan Morgan Stanley sama-sama melaporkan kenaikan laba kuartalan, didukung maraknya aktivitas transaksi dan perjanjian korporasi. Saham Goldman Sachs melonjak 4,6 persen dan menjadi kontributor terbesar penguatan Dow Jones, sedangkan Morgan Stanley melesat 5,8 persen.
Sebelumnya, sejumlah bank lain merilis kinerja yang beragam, sehingga menekan sektor keuangan. Kekhawatiran investor juga dipicu oleh usulan Presiden AS Donald Trump terkait pembatasan suku bunga kartu kredit maksimal 10 persen selama satu tahun.
"Investor masih memburu saham-saham yang dinilai murah dibandingkan teknologi," ujar CEO Longbow Asset Management Jake Dollarhide. Dia menilai dalam beberapa tahun terakhir pasar cenderung hanya bertumpu pada saham pertumbuhan dan teknologi, namun saat ini saham perbankan dan sektor industri tradisional mulai mencuri perhatian.
Indeks sektor industri S&P 500 kembali mencetak rekor penutupan tertinggi, mencerminkan pergeseran minat investor ke saham-saham non-teknologi.
Saham teknologi juga menguat, dipimpin sektor semikonduktor. Taiwan Semiconductor Manufacturing Company ( TSMC ), produsen utama chip kecerdasan buatan (AI) canggih dunia, memproyeksikan pertumbuhan tahunan yang kuat dan menyatakan tengah menyiapkan penambahan kapasitas manufaktur di Amerika Serikat. Saham TSMC yang tercatat di AS melejit 4,4 persen.
Indeks saham semikonduktor melonjak 1,8 persen, dengan saham Nvidia, Broadcom, dan produsen peralatan chip Applied Materials turut mencatatkan penguatan.
"Di sektor teknologi sempat muncul kekhawatiran soal valuasi yang dinilai sudah terlalu tinggi," kata Presiden Alan B. Lancz & Associates Inc., Alan Lancz. "Namun, kekhawatiran itu mereda setelah kabar dari Taiwan Semiconductor."
Saham teknologi dan pertumbuhan dengan valuasi tinggi memang kehilangan sebagian momentumnya belakangan ini, seiring investor membuka awal tahun dengan strategi berburu saham berharga murah.
Sejauh tahun berjalan, saham berkapitalisasi menengah dan kecil mencatatkan kinerja lebih baik dibandingkan S&P 500. Indeks Russell 2000 bahkan menutup perdagangan di rekor tertinggi baru, naik 22,92 poin atau 0,86 persen menjadi 2.674,557.
Indeks S&P 500 berbobot sama (equal-weighted) tercatat naik sekitar 4 persen sejak akhir Desember, jauh melampaui kenaikan S&P 500 yang hanya sekitar 1,4 persen, mencerminkan penguatan pasar yang semakin merata.
Di sektor keuangan lainnya, saham BlackRock, manajer aset terbesar di dunia, melambung 5,9 persen setelah reli pasar mendorong kenaikan pendapatan berbasis biaya dan membawa total aset kelolaan perusahaan mencapai rekor USD14,04 triliun pada kuartal keempat.
Laporan kinerja perbankan tersebut menandai dimulainya musim laporan keuangan kuartal IV di Amerika Serikat. Musim ini diperkirakan semakin ramai pada pekan depan, dengan lebih banyak perusahaan dari berbagai sektor dijadwalkan merilis kinerjanya.
Volume perdagangan di bursa Wall Street mencapai 19,12 miliar saham, lebih tinggi dibandingkan rata-rata 16,81 miliar saham dalam 20 hari sesi terakhir.
Di Bursa New York ( NYSE ), jumlah saham yang naik melampaui yang turun dengan rasio 1,92 banding 1. Tercatat 759 saham mencetak harga tertinggi baru dan 55 saham mencatatkan harga terendah baru.
Sementara di Nasdaq, 2.683 saham menguat dan 2.137 saham melemah, dengan rasio saham naik terhadap turun sebesar 1,26 banding 1. (Reuters/Investing/CNBC/AI)
Saham berkinerja terbaik di Dow
-Goldman Sachs Group Inc (4,63%)
-Nvidia Corporation (2,18%)
-Boeing Co (2,11%)
Saham berkinerja terburuk
-International Business Machines (-3,55%)
-Salesforce Inc (-2,52%)
-Nike Inc (-1,49%)
Saham berkinerja terbaik di S&P 500
-KLA Corporation (7,70%)
-Vistra Energy Corp (6,63%)
-BlackRock Inc (5,93%)
Saham berkinerja terburuk
-Devon Energy Corporation (-4,22%)
-Boston Scientific Corp (-3,99%)
-Charter Communications Inc (-3,83%)
Saham berkinerja terbaik di Nadaq
-Springview Holdings Ltd (649,57%)
-Callan JMB Inc (273,56%)
-Moolec Science SA (118,13%)
Saham berkinerja terburuk
-TryHard Holdings Ltd (-76,16%)
-Bit Origin Ltd (-41,24%)
-MetaVia Inc (-39,23%)
Sumber : Admin