- Wall Street melemah akibat aksi ambil untung.
- Lonjakan minyak kembali memicu kekhawatiran inflasi.
- Sejumlah saham teknologi anjlok meski mayoritas emiten membukukan laba di atas ekspektasi.
Ipotnews - Bursa ekuitas Wall Street berakhir di zona merah, Kamis, setelah reli kuat pada awal pekan. Investor melakukan aksi ambil untung sembari mencermati gelombang terbaru laporan keuangan emiten serta perkembangan negosiasi perdamaian antara Amerika Serikat dan Iran.
Indeks Dow Jones Industrial Average ditutup melorot 464,02 poin atau 0,85% menjadi 53.885,10, S&P 500 melemah 13,52 poin atau 0,18% ke posisi 7.710,03, sedangkan Nasdaq Composite Index terkoreksi 15,09 poin atau 0,06% jadi 26.348,35, demikian laporan Reuters dan Investing, di New York, Kamis (6/8) atau Jumat (7/8) pagi WIB.
Sebelumnya, optimisme terhadap musim laporan keuangan yang kuat serta harapan berakhirnya konflik Iran mendorong Dow Jones dan S&P 500 mencetak rekor tertinggi sepanjang masa pada awal pekan. Kinerja emiten yang solid juga membantu meredakan kekhawatiran investor terhadap besarnya belanja perusahaan berbasis kecerdasan buatan (AI).
Di sisi lain, harga minyak kembali menguat. Minyak mentah WTI AS ditutup melesat 2,75% menjadi USD77,29 per barel, sementara Brent melambung 3,83% ke USD82,49 per barel. Kenaikan dipicu laporan kantor berita semi-resmi Iran, Fars, yang menyebut sebuah komite parlemen tengah mengkaji rancangan undang-undang yang melarang kapal-kapal Amerika Serikat, Israel, dan negara lain yang dianggap "bermusuhan" melintasi Selat Hormuz.
Kepala Perdagangan SummitTX Capital, Robert Bernstone, mengatakan respons pasar terhadap perkembangan makroekonomi mulai berkurang karena investor mengalami kejenuhan terhadap berbagai pemberitaan mengenai Iran. Menurutnya, pasar kini lebih menunggu rincian konkret dari setiap perkembangan dibanding hanya bereaksi terhadap tajuk berita atau pernyataan politik.
Sebelumnya, sinyal kemajuan menuju kesepakatan damai sempat menekan harga minyak dan meredakan kekhawatiran inflasi. Kondisi tersebut juga menurunkan ekspektasi kenaikan suku bunga Federal Reserve serta mendorong imbal hasil US Treasury bergerak lebih rendah.
Dari sisi emiten, saham Western Digital anjlok 13% setelah merilis laporan keuangan kuartalan. Produsen chip memori Sandisk juga merosot 6,8% pasca pengumuman kinerja. Meski demikian, sepanjang tahun ini Sandisk masih mencatat lompatan lebih dari 400%, sedangkan Western Digital melejit sekitar 160%.
Saham AppLovin melorot 19,7% setelah pendapatan kuartalannya gagal memenuhi ekspektasi Wall Street. Sementara itu, Datadog ambles 19% setelah perusahaan keamanan komputasi awan tersebut memperkirakan pertumbuhan pendapatan akan melambat pada kuartal ketiga. Kedua saham menjadi penekan utama pergerakan indeks S&P 500.
Di tengah tekanan pada sejumlah saham teknologi, musim laporan keuangan secara keseluruhan tetap menunjukkan hasil yang kuat. Berdasarkan data LSEG , dari 382 perusahaan anggota S&P 500 yang melaporkan kinerja hingga Rabu pagi, sekitar 84,8% berhasil melampaui ekspektasi analis, jauh di atas rata-rata 68% sejak 1994.
Sementara itu, saham SpaceX berbalik meroket 6,1% setelah sempat diperdagangkan di zona negatif. Penguatan terjadi meskipun periode penguncian (lock-up) saham bagi investor awal telah berakhir, yang sebelumnya diprediksi memicu aksi jual dari pemegang saham internal.
Dari sisi ekonomi, jumlah warga Amerika Serikat yang mengajukan klaim tunjangan pengangguran meningkat tipis pada pekan lalu. Data tersebut dirilis menjelang publikasi laporan nonfarm payrolls Juli yang sangat dinantikan pada Jumat. Laporan tersebut diperkirakan menjadi acuan penting bagi Federal Reserve dalam menentukan arah kebijakan suku bunga, terutama setelah Chairman Kevin Warsh, mengurangi pemberian panduan (forward guidance) mengenai langkah kebijakan berikutnya.
Di pasar secara keseluruhan, jumlah saham yang turun lebih banyak dibandingkan yang naik. Di Bursa Efek New York ( NYSE ), rasio saham yang melemah terhadap yang menguat mencapai 1,57 banding 1, sedangkan di Nasdaq 1,38 banding 1.
S&P 500 mencatat 29 saham membukukan rekor tertinggi baru dalam 52 pekan dan empat saham yang menyentuh level terendah baru. Sementara Nasdaq Composite mencetak 131 saham mencapai rekor tertinggi baru dan 82 saham membentuk level terendah baru.
Volume transaksi di seluruh bursa Wall Street mencapai 17,09 miliar saham, sedikit di bawah rata-rata 17,42 miliar saham dalam 20 hari perdagangan terakhir. (Reuters/Investing/AI)
Saham berkinerja terbaik Dow
-Walt Disney Company (2,87%)
-Microsoft Corporation (2,55%)
-Chevron Corp (1,51%)
Saham berkinerja terburuk
-Boeing Co (-3,34%)
-Salesforce Inc (-3,20%)
-Honeywell International Inc (-2,95%)
Saham berkinerja terbaik S&P 500
-Paycom (23,70%)
-Motorola Solutions Inc (8,20%)
-Parker-Hannifin Corporation (7,31%)
Saham berkinerja terburuk
- EPAM Systems Inc (-15,29%)
-Axon Enterprise Inc (-14,28%)
-Western Digital Corporation (-13,03%)
Saham berkinerja terbaik Nasdaq
-GreenPro Capital Corp (781,21%)
-TEN Holdings Inc (252,57%)
-Wing Yip Food Holdings Group Ltd ADR (193,43%)
Saham berkinerja terburuk
-YXT.Com Group Holding Ltd ADR (-66,07%)
-ThredUp Inc (-50,88%)
-BillionToOne Inc (-38,89%)
Sumber : Admin