Wall Street Tersungkur, Saham Keuangan Tertekan Isu Batas Bunga Kartu Kredit
Wednesday, January 14, 2026       05:00 WIB
  • Wall Street melemah, Dow turun 0,8%, S&P 500 tergelincir 0,19%, dan Nasdaq terkoreksi 0,1%.
  • Sektor keuangan tertekan, dipicu kekhawatiran rencana Trump membatasi suku bunga kartu kredit; saham JPMorgan, Visa, dan Mastercard anjlok.
  • Tekanan pasar tertahan oleh data inflasi AS yang sesuai ekspektasi dan harapan pemangkasan suku bunga the Fed tahun ini.

Ipotnews - Bursa ekuitas Wall Street melorot, Selasa, dipimpin kejatuhan saham sektor keuangan setelah pernyataan eksekutif JPMorgan menambah kekhawatiran pasar terhadap rencana Presiden AS Donald Trump untuk membatasi suku bunga kartu kredit.
Indeks Dow Jones Industrial Average ditutup merosot 398,21 poin atau 0,80 persen menjadi 49.191,99, S&P 500 melemah 13,53 poin atau 0,19 persen ke posisi 6.963,74, sementara Nasdaq Composite Index terkoreksi 24,03 poin atau 0,10 persen jadi 23.709,87, demikian laporan  Reuters  dan  Investing,  di New York, Selasa (13/1) atau Rabu (14/1) pagi WIB.
Penurunan pasar tertahan oleh rilis data inflasi Amerika Serikat yang menunjukkan kenaikan harga konsumen pada Desember sesuai ekspektasi. Data tersebut menjaga harapan pasar bahwa Federal Reserve masih akan memangkas suku bunga acuan tahun ini.
Usulan Trump untuk membatasi suku bunga kartu kredit maksimum 10 persen dinilai akan langsung menekan profitabilitas perusahaan keuangan. Sejumlah petinggi JPMorgan, termasuk CEO Jamie Dimon, memperingatkan bahwa kebijakan tersebut tidak hanya berdampak negatif bagi perbankan, tetapi juga berpotensi merugikan konsumen secara signifikan.
Kekhawatiran tersebut memperpanjang aksi jual saham sektor keuangan yang berlangsung sejak Trump mengumumkan rencana itu, Jumat.
Saham Visa anjlok 4,5 persen, Mastercard menyusut 3,8 persen, dan indeks sektor keuangan S&P 500 melemah 1,8 persen, menjadi penekan utama pergerakan pasar.
Saham JPMorgan sendiri ditutup ambles 4,2 persen. Bank terbesar di AS itu melaporkan laba kuartalan melampaui ekspektasi analis, namun mencatat penurunan pendapatan dari bisnis investment banking.
"Saham keuangan terpukul oleh proposal kartu kredit Trump," kata Tim Ghriskey, Senior Portfolio Strategist Ingalls & Snyder, New York. "Sepertinya pasar mulai benar-benar mencerna isu ini. Saya rasa akan sangat sulit bagi kebijakan itu untuk benar-benar terwujud, tetapi risikonya masih ada."
Laporan keuangan JPMorgan dan sejumlah perusahaan lain, Selasa, juga secara tidak resmi menandai dimulainya musim laporan laba kuartal keempat di Amerika Serikat.
Saham bank kakap lainnya yang dijadwalkan merilis laporan keuangan pekan ini turut melemah, meski analis memperkirakan sebagian besar bank akan membukukan kinerja yang lebih kuat pada kuartal terakhir 2025.
Di sektor lain, saham Delta Air Lines berkurang 2,4 persen setelah proyeksi laba perusahaan untuk 2026 berada di bawah perkiraan analis.
Secara umum, prospek laporan keuangan pada musim ini diperkirakan positif. Senior Vice President dan Adviser Wealthspire Advisors, Oliver Pursche, mengatakan kemungkinan akan terjadi revisi kenaikan proyeksi laba untuk 2026.
Namun, menurutnya, pelemahan pasar pada Selasa lebih mencerminkan aksi ambil untung setelah reli panjang. Dow Jones dan S&P 500 sama-sama mencetak rekor penutupan tertinggi pada perdagangan Senin.
Di Bursa Efek New York ( NYSE ), jumlah saham yang naik sedikit lebih banyak dibanding yang turun dengan rasio 1,15 banding 1. Tercatat 577 saham mencetak rekor tertinggi baru, sementara 77 saham menyentuh level terendah baru.
Di Nasdaq, 2.068 saham menguat dan 2.701 saham melemah, dengan rasio saham turun terhadap naik sebesar 1,31 banding 1.
Volume perdagangan di bursa Wall Street mencapai 18,68 miliar saham, lebih tinggi dibandingkan rata-rata volume harian sekitar 16,4 miliar saham dalam 20 sesi terakhir. (Reuters/Investing/AI)
Saham berkinerja terbaik di Dow
-Walmart Inc (2,03%)
-Cisco Systems Inc (1,97%)
-Boeing Co (1,91%)
Saham berkinerja terburuk
-Salesforce Inc (-7,08%)
-Visa Inc Class A (-4,41%)
-JPMorgan Chase & Co (-4,23%)
Saham berkinerja terbaik di S&P 500
-Moderna Inc (17,02%)
-Intel Corporation (7,33%)
-Advanced Micro Devices Inc (6,39%)
Saham berkinerja terburuk
-Salesforce Inc (-7,08%)
-Solventum Corp (-6,61%)
-Adobe Systems Incorporated (-5,41%)
Saham berkinerja terbaik di Nasdaq
-Beyond Air Inc (147,72%)
-TryHard Holdings Ltd (138,31%)
-Ambitions Enterprise Management Co LLC (133,14%)
Saham berkinerja terburuk
-Co-Diagnostics Inc (-60,54%)
-Mingteng International Corp Inc (-56,01%)
-Evolution Metals & Technologies (-42,19%)

Sumber : Admin