Wall Street Variatif: Nasdaq Bertahan di Zona Hijau, Dow dan S&P 500 Tergelincir
Thursday, October 01, 2026       04:28 WIB
  • Dow turun 0,86%, S&P 500 -0,25%, sementara Nasdaq naik 0,24%.
  • PCE AS yang lebih rendah memangkas ekspektasi kenaikan suku bunga Fed Oktober.
  • S&P 500 dan Nasdaq mencatat kenaikan kuartalan kedua berturut-turut.

Ipotnews - Bursa ekuitas Wall Street berakhir variatif, Rabu, dengan Nasdaq menguat sementara S&P 500 melemah. Meski demikian, kedua indeks tersebut mencatat kenaikan kuartalan untuk kedua kalinya secara berturut-turut setelah data inflasi Amerika Serikat yang lebih rendah dari perkiraan meredakan ekspektasi kenaikan suku bunga Federal Reserve pada Oktober.
Dow Jones Industrial Average ditutup turun 443,87 poin atau 0,86% menjadi 50.906,05, indeks berbasis luas S&P 500 melemah 19,30 poin atau 0,25% ke posisi 7.651,54, sedangkan Nasdaq Composite Index naik 63,52 poin atau 0,24% jadi 26.861,06, demikian laporan  Reuters  dan  Investing,  di New York, Rabu (30/9) atau Kamis (1/10) pagi WIB.
Departemen Perdagangan Amerika melaporkan indeks harga Personal Consumption Expenditures (PCE) naik 3,4% secara tahunan pada Agustus, di bawah perkiraan ekonom yang disurvei  Reuters  sebesar 3,7%.
Data lain menunjukkan pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) Amerika pada kuartal II direvisi naik menjadi 2,2% secara tahunan. Revisi tersebut didorong belanja konsumen dan investasi yang solid, termasuk investasi dalam pembangunan infrastruktur kecerdasan buatan (AI).
Ekspektasi kenaikan suku bunga the Fed semakin berkurang setelah data inflasi dirilis. Berdasarkan FedWatch Tool CME Group, pasar kini memperkirakan peluang kenaikan suku bunga sedikitnya 25 basis poin pada pertemuan Oktober sekitar 37%, turun dari 51% pada sesi sebelumnya dan hampir 71% sepekan sebelumnya.
Namun, saham melemah menjelang penutupan setelah yield obligasi US Treasury bertenor dua tahun, yang biasanya bergerak mengikuti ekspektasi suku bunga the Fed, berbalik sedikit naik. Yield obligasi bertenor lebih panjang juga terus meningkat karena pasar memperkirakan pertumbuhan ekonomi tetap solid.
Kenaikan harga minyak mentah akibat perang Amerika-Iran serta tingginya harga diesel turut meningkatkan kekhawatiran inflasi dan mendorong yield US Treasury. Pejabat The Fed sebelumnya mengisyaratkan kemungkinan kenaikan suku bunga tambahan jika tekanan harga tidak mereda setelah bank sentral menaikkan suku bunga 25 basis poin pada pertemuan September.
Analis juga mencatat perubahan metodologi yang baru-baru ini dilakukan Biro Analisis Ekonomi AS dalam menghitung PCE turut berkontribusi terhadap angka inflasi yang lebih rendah.
Kinerja Kuartalan dan Saham Teknologi
Anthony Saglimbene, Chief Market Strategist Ameriprise Financial, mengatakan perhatian pasar kini tertuju pada kemampuan ekonomi AS untuk terus tumbuh di tengah suku bunga yang lebih tinggi.
"Pasar sejauh ini menunjukkan bahwa ketika ekonomi tumbuh, laba kuat dan terdapat tren struktural, investor akan mengabaikan suku bunga yang lebih tinggi," ujarnya.
Namun, menurut dia, jika suku bunga tinggi bertahan lebih lama, kondisi tersebut berpotensi meningkatkan tekanan pada portofolio obligasi, membatasi ketersediaan kredit, dan pada akhirnya memengaruhi pertumbuhan ekonomi maupun profitabilitas perusahaan.
Pada sesi perdagangan Rabu, S&P 500 sempat melompat hingga 0,7%, sementara Nasdaq menguat sebanyak 1,2% sebelum sebagian besar kenaikan tersebut terhapus.
Sepanjang September, S&P 500 melorot 0,45%, Nasdaq melonjak 1,86%, sedangkan Dow Jones anjlok 4,29%. Penurunan tersebut mengakhiri rangkaian kenaikan Dow selama lima bulan dan menjadi kerugian ketiga bagi S&P 500 dalam empat bulan. Nasdaq mencatat kenaikan bulanan kedua secara berturut-turut.
Untuk kuartal III-2026, S&P 500 dan Nasdaq masing-masing membukukan kenaikan kuartalan kedua berturut-turut dan yang kelima dalam enam kuartal terakhir. Sementara itu, Dow Jones mencatat penurunan kuartalan kedua dalam tiga kuartal.
Sejumlah saham berkapitalisasi besar dan saham pertumbuhan menguat. Microsoft, Apple, dan Nvidia masing-masing naik sehingga indeks sektor teknologi S&P 500 menguat 0,6% dan menjadi sektor dengan kinerja terbaik pada perdagangan tersebut. Namun, sembilan dari 11 sektor utama S&P 500 berakhir di zona merah.
Dari pasar tenaga kerja, laporan ADP memperlihatkan jumlah pekerja sektor swasta Amerika bertambah 90.000 pada September, setelah kenaikan 36.000 pada Agustus yang direvisi turun. Data tersebut menjadi salah satu indikator pasar tenaga kerja yang dirilis pekan ini menjelang laporan ketenagakerjaan pemerintah, Jumat.
Gubernur Fed Lisa Cook mengatakan dirinya berkomitmen menurunkan inflasi tanpa merusak pasar tenaga kerja. Menurut dia, tekanan harga telah berada pada level terlalu tinggi dalam waktu yang terlalu lama.
Di antara saham individual, Hewlett Packard Enterprise melesat 3,9% setelah perusahaan server AI tersebut menaikkan proyeksi pertumbuhan pendapatan jangka panjang bisnis jaringannya dan mengumumkan kesepakatan senilai USD1,2 miliar dengan Vultr.
Sebaliknya, saham Moderna anjlok 5,3% setelah Citigroup menurunkan rekomendasinya terhadap perusahaan bioteknologi tersebut menjadi "sell" dari sebelumnya "neutral".
Secara keseluruhan, jumlah saham yang turun mengungguli yang naik dengan rasio 1,66 berbanding 1 di New York Stock Exchange, dan 1,51 berbanding 1 di Nasdaq.
S&P 500 mencatat 11 saham yang mencapai level tertinggi baru dalam 52 minggu dan 24 saham mencetak level terendah baru. Sementara Nasdaq Composite membukukan 54 saham pada level tertinggi baru dan 212 saham pada level terendah baru.
Volume perdagangan di bursa Wall Street mencapai 18,13 miliar saham, lebih tinggi dibandingkan rata-rata 17,06 miliar saham dalam 20 sesi terakhir. (Reuters/Investing/AI)
Saham berkinerja terbaik Dow
-Salesforce Inc (1,89%)
-Apple Inc (1,10%)
-Amazon.com Inc (1,01%)
Saham berkinerja terburuk
-Walmart Inc (-2,70%)
-Merck & Company Inc (-2,66%)
-3M Company (-2,58%)
Saham berkinerja terbaik S&P 500
-Gen Digital Inc (5,61%)
-Cboe Global Markets Inc (5,17%)
-Synopsys Inc (4,78%)
Saham berkinerja terburuk
-Jabil Inc (-10,03%)
-CarMax Inc (-6,96%)
-Moderna Inc (-5,35%)
Saham berkinerja terbaik Nasdaq
-NewGenIvf Group Ltd (133,33%)
-Creative Media & Community Trust Corporation (52,60%)
-Tenon Medical Inc (49,82%)
Saham berkinerja terburuk
-Liquidia Corporation (-57,19%)
-DarkIris Inc (-38,43%)
-CVRx Inc (-33,46%)

Sumber : Admin