Wall Street Variatif: S&P 500 dan Dow Menguat, Nasdaq Tertekan Kejatuhan Saham Teknologi
Friday, January 09, 2026       05:13 WIB
  • Wall Street variatif: Dow dan S&P 500 menguat tipis, Nasdaq turun akibat tekanan saham raksasa teknologi.
  • Saham teknologi melemah, dipimpin Nvidia, seiring investor makin selektif pada tema AI bervaluasi tinggi.
  • Sektor pertahanan melejit, didorong rencana lonjakan anggaran militer AS.

Ipotnews - Bursa ekuitas Wall Street berakhir variatif, Kamis, dengan tekanan pada saham raksasa teknologi seperti Nvidia menahan laju indeks berbasis teknologi, sementara sektor pertahanan melesat setelah Presiden AS Donald Trump menyerukan peningkatan signifikan anggaran militer.
Indeks berbasis luas S&P 500 ditutup naik tipis 0,01% atau 0,53 poin menjadi 6.921,45, dan Dow Jones Industrial Average menguat 0,55% atau 270,03 poin jadi 49.266,11, sedangkan Nasdaq Composite Index turun 0,44% atau 104,25 poin ke posisi 23.480,02, demikian laporan  Reuters  dan  Investing,  di San Francisco, Kamis (8/1) atau Jumat (9/1) pagi WIB.
Saham Nvidia melorot 2,2%, Broadcom menyusut 3,2%, dan Microsoft terkoreksi 1,1%. Tekanan tersebut menyeret indeks sektor teknologi S&P 500 tersungkur 1,5%, membuat sektor ini mencatat penurunan sekitar 1% sepanjang 2026. Investor dinilai mulai lebih selektif terhadap saham-saham bertema kecerdasan buatan (AI), yang valuasinya melonjak tajam dalam beberapa tahun terakhir.
"Meski AI masih menjadi tema panas, akan ada pemenang dan pecundang," ujar Art Hogan, Chief Market Strategist B. Riley Wealth. Menurutnya, sektor AI kini memasuki fase pembuktian, di mana investor menuntut kejelasan mengenai kemampuan monetisasi dan potensi imbal hasil dari belanja modal besar yang telah digelontorkan.
Di tengah kejatuhan mayoritas saham teknologi, Alphabet justru melesat 1,1%, sehari setelah induk Google tersebut melampaui Apple dalam kapitalisasi pasar untuk pertama kalinya sejak 2019, sekaligus menjadikannya perusahaan paling bernilai kedua di Amerika Serikat. Saham Apple turun 0,5%.
Berbanding terbalik dengan sektor teknologi, saham pertahanan menguat signifikan. Sentimen positif muncul setelah Trump menyatakan anggaran militer AS pada 2027 seharusnya mencapai USD1,5 triliun, jauh di atas anggaran USD901 miliar yang disetujui Kongres untuk 2026.
Saham Lockheed Martin melambung 4,3%, Northrop Grumman melejit 2,4%, dan Kratos Defense meroket 13,8%.
Sebelumnya, sebagian saham pertahanan sempat tertekan setelah Trump mengancam akan melarang kontraktor pertahanan membagikan dividen atau melakukan pembelian kembali saham hingga mereka mempercepat produksi persenjataan.
Secara umum, valuasi pasar masih tergolong tinggi menjelang musim laporan keuangan kuartal keempat. Indeks S&P 500 diperdagangkan pada kisaran 22 kali estimasi laba, turun dari sekitar 23 kali pada November, namun masih di atas rata-rata lima tahun sebesar 19 kali, berdasarkan data LSEG .
Dari sisi ekonomi, jumlah warga Amerika Serikat yang mengajukan klaim awal tunjangan pengangguran tercatat meningkat moderat pekan lalu, meski permintaan tenaga kerja masih relatif lemah. Data ini sejalan dengan laporan ketenagakerjaan ADP dan JOLTS yang dirilis sebelumnya.
Pelaku pasar kini memusatkan perhatian pada rilis data nonfarm payrolls AS untuk Desember yang dijadwalkan pada Jumat. Laporan ini dipandang penting karena menjadi salah satu data ketenagakerjaan paling andal setelah berakhirnya penutupan pemerintah Amerika terpanjang dalam sejarah.
Lembaga pemeringkat Fitch menaikkan proyeksi pertumbuhan ekonomi AS, dengan memperkirakan produk domestik bruto (PDB) meningkat 2,1% pada 2025 dan sekitar 2,0% pada 2026, setelah memasukkan data ekonomi yang sempat tertunda akibat penutupan pemerintah tahun lalu.
Di sisi korporasi lainnya, saham produsen chip memori berbasis AI terkoreksi setelah reli tajam sebelumnya. Saham SanDisk anjlok 5,4%, Western Digital merosot 6,1%, dan Seagate melorot 7,7%.
Sebaliknya, saham Ford Motor melonjak 4,7% setelah Piper Sandler menaikkan rekomendasi saham perusahaan otomotif tersebut menjadi "overweight" dari sebelumnya "neutral".
Jumlah saham yang naik di indeks S&P 500 melampaui yang turun dengan rasio sekitar 2,4 banding 1.
Sepanjang sesi, S&P 500 mencatat 43 saham mencetak level tertinggi baru dan 13 saham menyentuh level terendah baru. Nasdaq membukukan 133 saham pada level tertinggi baru dan 51 saham pada level terendah baru.
Volume perdagangan di bursa Wall Street terpantau relatif tinggi, dengan total 16,9 miliar saham berpindah tangan, dibandingkan rata-rata 16,3 miliar dalam 20 sesi terakhir. (Reuters/Investing/AI)
Saham berkinerja terbaik di Dow
-Nike Inc (3,19%)
-Home Depot Inc (3,01%)
-Sherwin-Williams Co (2,90%)
Saham berkinerja terburuk
-Amgen Inc (-3,37%)
-Nvidia Corporation (-2,17%)
-Salesforce Inc (-2,10%)
Saham berkinerja terbaik di S&P 500
-Caesars Entertainment Corporation (9,00%)
-APA Corporation (8,47%)
-Mohawk Industries Inc (6,91%)
Saham berkinerja terburuk
-Teleflex Incorporated (-13,06%)
-Seagate Technology PLC (-7,72%)
-Western Digital Corporation (-6,10%)
Saham berkinerja terbaik di Nasdaq
-Digital Ally Inc (225,80%)
-Creative Global Technology Holdings Ltd (121,91%)
-Enliven Therapeutics Inc (50,36%)
Saham berkinerja terburuk
-Immuneering Corp (-43,22%)
-Mingteng International Corp Inc (-43,15%)
-China SXT Pharmaceuticals Inc (-39,00%)

Sumber : Admin