Wall Street Variatif: S&P 500 dan Nasdaq Ceria, Dow Terpukul Kejatuhan Sektor Kesehatan
Wednesday, January 28, 2026       05:29 WIB
  • S&P 500 naik 0,41% dan mendekati rekor penutupan, Nasdaq melonjak 0,91%, sementara Dow turun 0,83%.
  • Sektor kesehatan tertekan, UnitedHealth anjlok 19,6% usai isu Medicare, menekan Dow.
  • Teknologi jadi penopang utama, didorong saham mega-cap jelang musim laporan keuangan.

Ipotnews - Indeks S&P 500 nyaris mencatatkan rekor penutupan tertinggi, Selasa, menandai kenaikan untuk hari kelima berturut-turut. Optimisme investor menjelang laporan kinerja emiten berkapitalisasi kakap tertahan oleh respons beragam terhadap laporan laba terbaru serta aksi jual besar-besaran pada saham perusahaan asuransi kesehatan.
Indeks berbasis luas S&P 500 ditutup naik 28,37 poin atau 0,41% menjadi 6.978,60, sementara Nasdaq Composite Index melonjak 215,74 poin atau 0,91% ke posisi 23.817,10, sedangkan Dow Jones Industrial Average melorot 408,99 poin atau 0,83% jadi 49.003,41, demikian laporan  Reuters  dan  Investing,  di New York, Selasa (27/1) atau Rabu (28/1) pagi WIB.
Saham UnitedHealth menjadi pemberat utama sektor kesehatan sekaligus Dow Jones setelah anjlok 19,6%. Penurunan terjadi usai pemerintahan Presiden AS Donald Trump mengusulkan kenaikan tarif pembayaran Medicare kepada perusahaan asuransi, menambah tekanan setelah proyeksi pendapatan UnitedHealth untuk 2026 yang mengecewakan. Saham perusahaan sejenis turut terseret, dengan Humana merosot 21% dan CVS menyusut 14,2%.
Di sisi lain, investor mendapat sentimen positif dari laporan kinerja General Motors. Saham GM melesat 8,7% setelah pabrikan otomotif itu membukukan laba inti kuartal keempat yang lebih tinggi dari perkiraan.
Saham teknologi melanjutkan keperkasaan seiring menantikan laporan kinerja emiten besar pekan ini. Saham Microsoft, Amazon, Nvidia, Apple, dan Broadcom menjadi pendorong utama pasar.
Dengan dukungan tersebut, Nasdaq menyentuh level tertinggi sejak akhir Oktober, sementara S&P 500 juga mencetak rekor intraday dan semakin mendekati level psikologis 7.000, sekaligus mencatatkan rekor penutupan keempat sepanjang 2026.
"Pasar hari ini terbelah. Dow tertekan oleh pengumuman terkait premi Medicare, namun secara keseluruhan pasar tampak bertahan sambil menunggu pekan laporan keuangan," ujar Kepala Strategi Pasar Osaic Wealth, Phil Blancato.
Pada hari yang sama, data menunjukkan kepercayaan konsumen Amerika Serikat secara tak terduga memburuk pada Januari, menyentuh level terendah sejak 2014. Meski demikian, Blancato menilai data yang "cukup buruk" tersebut tidak terlalu berdampak pada pergerakan pasar saham.
Selain laporan keuangan dan kebijakan Amerika, pelemahan dolar AS juga menjadi faktor pendukung saham. Deputy Chief Investment Officer Vaughan Nelson Investment Management, Adam Rich, menyebut depresiasi dolar--termasuk penurunan lebih dari 1% pada Selasa--sebagai kabar baik bagi ekuitas Wall Street karena meningkatkan daya saing ekspor.
"Pergerakan mata uang ini sangat positif bagi laba S&P 500 ke depan," kata Rich.
Sektor teknologi memimpin penguatan dengan kenaikan 1,4%, tertinggi di antara 11 sektor utama S&P 500. Saham Corning melejit 15,6%, menjadi penguat terbesar, setelah produsen Gorilla Glass itu menandatangani kesepakatan hingga USD6 miliar dengan Meta untuk penyediaan kabel serat optik pusat data kecerdasan buatan.
Perhatian investor kini tertuju pada laporan kinerja Meta, Microsoft, dan Tesla yang akan dirilis Rabu, menandai dimulainya musim laporan keuangan kelompok "Magnificent Seven". Kinerja mereka akan menguji ketahanan reli saham berbasis tema kecerdasan buatan yang menopang Wall Street sepanjang setahun terakhir.
Secara keseluruhan, sebanyak 102 perusahaan S&P 500 dijadwalkan merilis laporan keuangan pekan ini. Dari 64 perusahaan yang telah melaporkan hingga Jumat lalu, sekitar 79,7% mencatatkan laba di atas ekspektasi analis, menurut data LSEG .
Di sektor lain, saham Boeing bergerak fluktuatif setelah berbalik mencetak laba kuartal keempat berkat penjualan unit usaha, namun mencatat kerugian lebih besar dari perkiraan di dua divisi utamanya. Saham Boeing ditutup merosot 1,6% setelah sempat melesat lebih dari 2%.
Saham maskapai penerbangan juga tertekan. American Airlines ditutup anjlok 7% karena badai musim dingin akhir pekan diperkirakan membebani kinerja kuartal pertama, meski proyeksi laba 2026 melampaui perkiraan. JetBlue ambles 6,9% setelah mencatat kerugian kuartalan yang lebih besar dari estimasi akibat cuaca buruk dan penutupan pemerintahan.
Saham United Parcel Service hanya naik tipis 0,2% meski memproyeksikan pendapatan 2026 yang lebih tinggi, sementara saham pesaingnya FedEx melambung 2,6%.
Investor juga menantikan keputusan kebijakan Federal Reserve yang akan diumumkan Rabu, setelah pertemuan dua hari. Bank sentral diperkirakan menahan suku bunga, namun pasar mencermati panduan kebijakan ke depan, komentar mengenai kondisi ekonomi, serta sinyal terkait kepemimpinan the Fed selanjutnya.
Di Bursa New York ( NYSE ), jumlah saham yang naik lebih banyak daripada yang turun dengan rasio 1,61 banding 1, di mana terdapat 693 rekor tertinggi baru dan 95 rekor terendah baru.
Di Nasdaq, 2.725 saham menguat dan 2.056 saham melemah, dengan jumlah yang naik lebih banyak daripada yang turun dengan rasio 1,33 banding 1.
Indeks S&P 500 mencatat 36 rekor tertinggi baru dalam 52 minggu dan 13 rekor terendah baru, sementara Nasdaq Composite mencetak 104 rekor tertinggi baru dan 123 rekor terendah baru.
Di bursa Wall Street, 18,03 miliar saham berpindah tangan, sedikit di atas rata-rata pergerakan 17,99 miliar dari 20 sesi terakhir. (Reuters/Investing/AI)
Saham berkinerja terbaik di Dow
-Amazon.com Inc (2,63%)
-Microsoft Corporation (2,20%)
-Cisco Systems Inc (2,17%)
Saham berkinerja terburuk
-Unitedhealth Group (-19,61%)
-Nike Inc (-2,92%)
-Home Depot Inc (-1,59%)
Saham berkinerja terbaik di S&P 500
-Corning Incorporated (15,60%)
-Sysco Corporation (10,96%)
-General Motors Company (8,75%)
Saham berkinerja terburuk
-Humana Inc (-21,10%)
-Unitedhealth Group (-19,61%)
-Elevance Health Inc (-14,33%)
Saham berkinerja terbaik di Nasdaq
-TEN Holdings Inc (177,17%)
-X3 Holdings Co Ltd (121,39%)
-Global Interactive Technologies Inc (117,28%)
Saham berkinerja terburuk
-Gauzy Ltd (-42,53%)
- MDJM Ltd (-40,09%)
-Dogness International Corp Class A (-40,00%)

Sumber : Admin

berita terbaru