- Wall Street bergerak variatif; Dow naik tipis, S&P 500 stagnan, Nasdaq menguat didorong reli saham chip.
- The Fed menahan suku bunga dan menegaskan kebijakan tetap bergantung data, memicu spekulasi pemangkasan baru pada Juni.
- Saham teknologi memimpin, terutama sektor chip, sementara investor bersiap menghadapi musim laporan keuangan emiten raksasa AI.
Ipotnews - Bursa ekuitas Wall Street bergerak variatif, Rabu, dengan Nasdaq mencatatkan kenaikan tipis berkat penguatan saham chip, sementara S&P 500 nyaris tidak berubah, seiring reaksi investor yang cenderung terbatas setelah Federal Reserve mempertahankan suku bunga dan tidak memberi petunjuk jelas terkait waktu pelonggaran berikutnya.
Indeks Dow Jones Industrial Average ditutup naik 12,19 poin atau 0,02% menjadi 49.015,60, sementara S&P 500 turun tipis 0,57 poin atau 0,01% ke posisi 6.978,03, dan Nasdaq Composite menguat 40,35 poin atau 0,17% jadi 23.857,45, demikian laporan Reuters dan Investing, di New York, Rabu (28/1) atau Kamis (29/1) pagi WIB.
Dalam pernyataannya, the Fed menyebutkan inflasi Amerika Serikat yang masih tinggi di tengah pertumbuhan ekonomi yang solid sebagai alasan mempertahankan suku bunga. The Fed juga menilai pasar tenaga kerja mulai menunjukkan tanda-tanda stabilisasi dan menghapus pernyataan sebelumnya yang menyebutkan risiko penurunan terhadap lapangan kerja meningkat.
Pelaku pasar sebelumnya sudah memperkirakan the Fed akan mempertahankan suku bunga di kisaran 3,5%-3,75%. Dari total 10 perumus kebijakan, delapan di antaranya memberikan suara untuk menahan suku bunga. Pasca pernyataan tersebut, pelaku pasar meningkatkan spekulasi bahwa pemangkasan suku bunga baru akan dilakukan pada Juni, namun tidak lebih cepat dari itu.
Dalam konferensi pers yang menjadi sorotan, Chairman Fed Jerome Powell menegaskan kebijakan ke depan akan bergantung pada data ekonomi. Dia juga menyatakan risiko kenaikan inflasi dan risiko penurunan pasar tenaga kerja kini sama-sama telah berkurang.
"Baik investor yang sebelumnya optimistis maupun pesimistis, keluar dari konferensi pers dengan perasaan yang relatif sama," ujar trader Rosenblatt Securities, Michael James. Menurutnya, inflasi masih cukup membandel, sementara perubahan di pasar tenaga kerja belum cukup signifikan untuk mendorong the Fed mengubah kebijakan.
Indeks berbasis luas S&P 500 sempat menembus level psikologis 7.000 poin untuk pertama kalinya di awal sesi, namun gagal mempertahankan penguatannya hingga penutupan.
Dari 11 sektor utama S&P 500, properti, consumer staples, dan kesehatan menjadi yang paling tertekan. Sebaliknya, sektor energi memimpin penguatan dengan kenaikan 0,7%, diikuti teknologi yang melompat 0,6%.
Penguatan sektor teknologi terutama ditopang saham chip yang menjadi sorotan jelang dan pasca rilis kinerja emiten. Saham Nvidia, pemimpin chip kecerdasan buatan (AI), melonjak 1,6%, diikuti Micron yang melambung 6% dan Intel yang melesat 11%.
Sebelumnya, SK Hynix--pemasok utama Nvidia--melaporkan laba kuartalan tertinggi sepanjang sejarah, sementara ASML mencatatkan pemesanan kuartal keempat terbesar, memicu reli saham teknologi dari Eropa hingga Asia.
Saham Texas Instruments melejit 9,9% setelah produsen chip analog tersebut memproyeksikan pendapatan dan laba kuartal pertama di atas perkiraan pasar. Saham Seagate Technology meroket lebih dari 19% setelah perusahaan memperkirakan pendapatan dan laba kuartal ketiga melampaui ekspektasi Wall Street, diikuti penguatan saham rivalnya, Western Digital, yang menanjak 10,7%.
Setelah mencerna keputusan the Fed, perhatian investor beralih ke dimulainya musim laporan keuangan emiten "Magnificent Seven", kelompok saham raksasa teknologi yang menjadi penggerak utama reli pasar berbasis AI.
Saham Meta Platforms dan Tesla masing-masing melonjak hampir 4% dan 3% pada perdagangan setelah penutupan pasar, menyusul rilis laporan keuangan. Sebaliknya, saham Microsoft anjlok lebih dari 3% setelah merilis kinerjanya, sementara saham IBM melesat 7%.
Dengan valuasi yang sudah tinggi mendorong rotasi ke saham-saham yang dinilai masih murah, rencana belanja modal perusahaan-perusahaan besar tersebut kini menjadi perhatian utama investor, terutama terkait potensi imbal hasil dari investasi AI.
Di luar sektor teknologi, saham AT&T menguat setelah perusahaan telekomunikasi AS tersebut memproyeksikan laba tahunan di atas ekspektasi pasar. Namun, di sektor industri, saham Textron anjlok 7,9% setelah memberikan panduan laba fiskal di bawah perkiraan, sementara saham Otis melemah setelah pendapatan kuartal keempatnya meleset dari ekspektasi.
Di Bursa New York ( NYSE ), jumlah saham yang turun melampaui saham yang naik dengan rasio 1,37 banding 1. Ada 593 saham mencetak rekor tertinggi baru dan 97 saham menyentuh level terendah baru.
Di Nasdaq, sebanyak 1.710 saham menguat dan 3.029 saham melemah, dengan rasio saham turun terhadap naik sebesar 1,77 banding 1. Indeks S&P 500 mencetak 38 rekor tertinggi 52 minggu dan 14 terendah baru, sementara Nasdaq Composite membukukan 102 rekor tertinggi baru dan 125 terendah baru.
Volume perdagangan di bursa Wall Street mencapai 19,03 miliar saham, lebih tinggi dibandingkan rata-rata pergerakan 20 hari terakhir sebesar 18,29 miliar saham. (Reuters/Investing/AI)
Saham berkinerja terbaik di Dow
-Unitedhealth Group (4,00%)
-Nvidia Corporation (1,59%)
-Johnson & Johnson (1,46%)
Saham berkinerja terburuk
-Amgen Inc (-2,59%)
-Honeywell International Inc (-1,93%)
-Nike Inc (-1,35%
Saham berkinerja terbaik di S&P 500
-Seagate Technology PLC (19,14%)
-Intel Corporation (10,99%)
-Western Digital Corporation (10,70%)
Saham berkinerja terburuk
-Amphenol Corporation (-12,19%)
-Axon Enterprise Inc (-9,89%)
-Skyworks Solutions Inc (-7,94%)
Saham berkinerja terbaik di Nasdaq
-Tian Ruixiang Holdings Ltd (311,21%)
-ENvue Medical Inc (119,87%)
-Linkers Industries Ltd (60,35%)
Saham berkinerja terburuk
-CalciMedica Inc (-75,35%)
-Masonglory Ltd (-67,25%)
-FAT Brands Inc (-38,61%)
Sumber : Admin