Reli Asia mulai Kehabisan Tenaga, Mayoritas Indeks Saham dan Mata Uang Melemah
Wednesday, October 08, 2025       16:05 WIB
  • Saham dan mata uang emerging market Asia melemah; indeks MSCI Asia turun 1,2% dari level tertingginya dalam empat tahun.
  • Reli saham yang dipicu euforia AI dan semikonduktor terhenti akibat kekhawatiran atas potensi  shutdown  pemerintah AS dan minimnya data ekonomi.
  • Saham Vietnam mencetak rekor baru usai naik kelas ke status  emerging market; pasar Thailand stabil setelah bank sentral menahan suku bunga acuan.

Ipotnews - Nilai tukar mata uang dan indeks saham negara-negara  emerging market  Asia berada di zona penurunan menjelang akhir ses perdagangan hari ini, Rabu (8/10).
Laman Reuters mencatat, mendekati pukul 15:00WIB hari ini, indeks saham MSCI untuk  emerging market  Asia turun 1,2% dari level tertinggi dalam lebih dari empat tahun, yang dicapai pada Selasa kemarin. Subindeks saham ASEAN yang didominasi Singapura menghentikan reli dalam lima sesi terakhir.
Indeks saham STI, Singapura turun 0,6% dari rekor tertingginya, memutus reli tujuh hari, sementara indeks saham Taiwan, TAIEX melemah dari rekor sepanjang masa yang dicapai pada Selasa kemarin.
Saham Asia sebelumnya melonjak ke level tertinggi multi-tahun berkat euforia seputar kecerdasan buatan (AI) dan momentum kuat saham semikonduktor. Namun reli tersebut tiba-tiba terhenti karena potensi penghentian operasional pemerintah AS yang berkepanjangan serta minimnya data ekonomi AS yang memicu aversi risiko.
"Sentimen hati-hati di pasar saham AS dan Eropa menekan saham-saham  emerging  Asia," kata Poon Panichpibool, analis pasar di Krung Thai Bank.
"Penurunan terbaru pada saham AI dan semikonduktor di kawasan tersebut kemungkinan berkontribusi terhadap kinerja buruk di Taiwan dan, sampai batas tertentu, Singapura," imbuhnya seperti dikutip Reuters.
Saham Vietnam mencapai rekor tertinggi setelah pelaku pasar menyambut langkah FTSE Russell yang menaikkan status negara tersebut ke dalam kelompok  emerging market   dari   frontier market .
Indeks saham acuan Filipina, PSEI , bergerak berlawanan arah, naik 0,3%, sementara indeks saham KLSE Malaysia dan IHSG Indonesia masing-masing turun 0,3% dan 0,2%.
Perdagangan mata uang EM Asia juga cenderung lesu. Dolar Singapura melemah 0,2%, seiring kenaikan indeks dolar AS yang menyentuh level tertinggi dalam lebih dari dua bulan terhadap sekeranjang mata uang utama.
Rupiah Indonesia, dolar Taiwan, dan ringgit Malaysia sedikit melemah, sementara peso Filipina menguat tipis 0,1%.
Di Thailand, Bank of Thailand mempertahankan suku bunga acuannya, berlawanan dengan ekspektasi pasar yang memperkirakan pemotongan sebesar seperempat poin, dengan alasan perlunya menyeimbangkan dukungan terhadap pemulihan ekonomi yang rapuh dengan ruang kebijakan yang terbatas.
Indeks acuan SET Thailand sempat turun 0,1% setelah keputusan tersebut, namun kemudian pulih dan terakhir diperdagangkan naik 0,2%.
Baht menguat ke 32,400 per dolar AS sebelum akhirnya stabil sedikit lebih tinggi di sekitar 32,430.
"Alasan utama mereka menahan diri untuk tidak memangkas suku bunga hari ini tampaknya karena kekhawatiran menjaga ruang kebijakan," kata ekonom senior Asia di Capital Economics, Gareth Leather. (Reuters)
 Asia stock indexes and currencies at 0743 GMT 

COUNTRY

FX RIC

FX DAILY %

FX YTD %

INDEX

STOCKS DAILY %

STOCKS YTD %

Japan

USDJPY

-0.33

+3.13

N225

-0.45

21.44

China

USDCNY

--

+2.51

SSEC

--

15.84

India

USDINR

-0.01

-3.57

NSEI

-0.13

6.05

Indonesia

USDIDR

-0,12

-2.81

JCI

-0,22

15.13

Malaysia

USDMYR

-0.07

+6.00

KLSE

-0,32

-1,07

Philippines

USDPHP

+0.11

+0.14

PSEI

0,25

-6.59

S.Korea

USDKRW

--

+4.64

KOSPI

--

47.92

Singapore

USDSGD

-0.18

+5.42

STI

-0,41

17,59

Taiwan

USDTWD

-0,05

+7.36

TAIEX

-0,54

17,49

Thailand

USDTHB

+0.02

+5.77

SET

0.29

-6,51

Sumber : admin