Publikasikan Audit Investigasi Ernst & Young, Manajemen AISA Dinilai Berlebihan
Monday, April 01, 2019       09:47 WIB

Ipotnews - Institut Akuntan Publik Indonesia ( IAPI ) menilai, keterbukaan informasi PT Tiga Pilar Sejahtera Food Tbk () terkait laporan investigasi yang dilakukan PT Ernst & Young Indonesia (EY) merupakan sikap yang berlebihan dalam penyelesaian masalah laporan keuangan ganda.
Menurut Ketua IAPI , Tarkosunaryo dalam keterangannya di Jakarta, Senin (1/4), langkah manajemen terlalu berlebihan terkait pengumuman "Laporan atas Investigasi Berbasis Data" yang telah dilakukan Kantor Akuntan Publik (KAP) Ernst & Young (EY).
Sebagaimana diketahui, telah menyampaikan keterbukaan informasi melalui PT Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Selasa, 26 Maret 2019 mengenai "Laporan atas Investigasi Berbasis Data" yang dilakukan EY. Investigasi tersebut didasari dugaan adanya laporan keuangan ganda yang dilakukan (manajemen lama).
"Laporan audit investigasi EY sebenarnya dokumen untuk keperluan internal perusahaan Tiga Pilar () dan sebagai basis dalam upaya menyelesaikan masalah. Jadi, dokumen itu untuk keperluan internal emiten," ujar Tarkosunaryo.
Dia menegaskan, seharusnya (manajemen baru) tidak perlu mempublikasi laporan investigasi yang dilakukan EY tersebut. Karena, jelas Tarkosunaryo, pengumuman hasil audit investigas atas Laporan Keuangan Tahun Buku 2017 itu tidak menyelesaikan masalah.
Tarkosunaryo menyatakan, mestinya langkah yang ditempuh manajemen dengan memperbaiki laporan keuangan tersebut, jika ada dugaan terjadi kesalahan dalam pelaporan.
"Kemudian, mengundang auditor dan pihak-pihak terkait untuk menyelesaikan laporan keuangan dan hal lain untuk menyelesaikan masalah. Laporan keuangan yang sudah diperbaiki itulah yang seharusnya diumumkan ke publik," paparnya.
Tarkosunaryo menilai, audit yang dilakukan EY tidak menyatakan opini keandalan informasi. Bahkan, kata dia, pada dokumen audit investigasi EY masih perlu dipertanyakan, karena dalam laporan itu tidak melakukan verifikasi sumber informasi yang menjadi dasar investigasi.
Dia menyarakankan, agar manajemen segera menyelesaikan masalah internal perusahaan. "Bereskan dahulu di internal, klarifikasi ke manajemen lama dan auditornya," ucap Tarkosunaryo.
Sebelumnya, Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Hoesen mengatakan, OJK akan segera melakukan klarifikasi terhadap manajemen terkait "Laporan atas Investigasi Berbasis Fakta yang dilakukan EY.
"Kami nanti meminta klarifikasi ke emitennya (). Seperti apa? Kami akan melakukannya dalam bentuk hearing," kata Hoesen saat ditemui di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI) Jakarta, Kamis (28/3).
Hoesen mengaku, OJK belum secara formal menerima hasil investigasi yang dilakukan EY. "Kami belum melihat itu, belum bertemu mereka (). Kami juga belum menerima laporan secara formal," ucapnya.
Berdasarkan keterbukaan informasi a yang dipublikasi BEI pada Selasa, 26 Maret 2019, EY menemukan pencatatan keuangan (data internal) yang berbeda (klasifikasi maupun nilai) dengan pencatatan keuangan yang digunakan auditor dalam melakukan audit laporan keuangan Tahun Buku 2017.
Informasi dari manajemen baru sebelum RUPS -LB pada 22 Oktober 2018, manajemen lama membuat pembukuan yang berbeda untuk tujuan eksternal.
Jika dibandingkan antara internal dengan laporan keuangan 2017 (audited), maka ditemukan dugaan overstatement sebesar Rp4 triliun pada akun piutang usaha, persediaan dan aset tetap grup , serta sebesar Rp662 miliar pada penjualan dan senilai Rp329 miliar pada EBITDA di entitas Food.
Selain itu, terdapat dugaan aliran dana Rp1,78 triliun dengan berbagai skema dari grup kepada pihak-pihak yang diduga terafiliasi dengan manajemen lama. Aliran dana tersebut berupa pencairan pinjaman grup dari beberapa bank, pencairan deposito berjangka, transfer dana di rekening bank serta pembiayaan beban pihak terafiliasi. (Budi)

Sumber : admin

berita terbaru
Saturday, May 09, 2026 - 19:10 WIB
Emiten Transportasi Ketok 39% Laba untuk Dividen
Saturday, May 09, 2026 - 18:54 WIB
Financial Statements 1Q 2026 of WIRG
Saturday, May 09, 2026 - 18:50 WIB
Financial Statements 1Q 2026 of SLIS
Saturday, May 09, 2026 - 18:46 WIB
Financial Statements 1Q 2026 of VOKS
Saturday, May 09, 2026 - 18:43 WIB
Financial Statements 1Q 2026 of CLAY
Saturday, May 09, 2026 - 18:40 WIB
Financial Statements 1Q 2026 of CITA
Saturday, May 09, 2026 - 18:37 WIB
Financial Statements 1Q 2026 of YOII
Saturday, May 09, 2026 - 18:31 WIB
Financial Statements 1Q 2026 of YUPI
Saturday, May 09, 2026 - 18:26 WIB
Financial Statements 1Q 2026 of PRAY