Bukit Uluwatu Villa Luncurkan Rights Issue Rp1,54 Triliun
Tuesday, August 04, 2026       00:38 WIB

AI News - PT Bukit Uluwatu Villa Tbk mengumumkan rencana rights issue sebesar Rp1,538,565,915,000, yang setara dengan 20% modal ditempatkan melalui penawaran 6,154,263,660 saham baru dengan harga pelaksanaan Rp250 per saham. Rights issue ini dijadwalkan berlangsung antara 24 September hingga 14 Oktober 2026, dan diharapkan mendukung ekspansi serta restrukturisasi keuangan perusahaan.

Poin Penting

  • Target dana rights issue: Rp1,538,565,915,000 (sekitar Rp1,54 triliun).
  • Saham baru yang ditawarkan: 6,154,263,660 saham, setara 20 % modal.
  • Harga pelaksanaan per saham: Rp250.
  • Pemegang saham pengendali NUI berkomitmen mengeksekusi 2,4 miliar HMETD.
  • Pembeli siaga siap menyerap sisa penawaran dengan komitmen total Rp938,57 miliar.

Apa Tujuan Penggunaan Dana Hasil Rights Issue?


Dana hasil rights issue akan dialokasikan untuk akuisisi, pelunasan utang, pengembangan infrastruktur, dan renovasi aset hotel. Menurut data IQPlus, sebesar Rp420,49 miliar akan disalurkan sebagai penyertaan modal ke PT Bukit Bali Permai untuk mengakuisisi PT Royal Uluwatu Residence serta mengembangkan lahan seluas 3,9 hektar di Uluwatu. Selain itu, Rp417,80 miliar diarahkan untuk mempercepat pembayaran pokok utang perusahaan, menurunkan beban keuangan. Selanjutnya, Rp396,18 miliar dialokasikan bagi pembangunan infrastruktur Uluwatu Estate, sementara Rp150 miliar masing-masing dialokasikan untuk renovasi penuh hotel Alila Ubud dan untuk investasi di PT Bukit Lagoi Villa di Bintan. Penggunaan dana ini diharapkan memperkuat posisi kompetitif di sektor pariwisata premium.

Bagaimana Struktur Penawaran Rights Issue dan Hak Pemegang Saham?


Rights issue memberikan hak memesan efek (HMETD) satu per empat saham lama yang tercatat pada 28 September 2026. EmitenTrust mencatat bahwa perusahaan akan menerbitkan 6,154,263,660 saham baru, setara sekitar 20 % dari modal ditempatkan setelah hak dieksekusi, dengan harga pelaksanaan Rp250 per saham. Jadwal pelaksanaan mencakup tanggal cum-HMETD pada 24 September, ex-HMETD pada 25 September, pencatatan di BEI pada 30 September, serta perdagangan dan pelaksanaan HMETD antara 1 hingga 14 Oktober 2026. Perseroan memperingatkan bahwa pemegang saham yang tidak menggunakan HMETD akan mengalami dilusi kepemilikan hingga maksimal 20 %. Struktur ini memberi peluang bagi pemegang saham eksisting untuk mempertahankan proporsi kepemilikan mereka dengan mengeksekusi hak yang diterima.

Siapa Pembeli Siaga dan Apa Peran Mereka dalam Menjamin Kesuksesan Rights Issue?


Pembeli siaga ditunjuk untuk menyerap sisa saham yang tidak terpakai oleh pemegang HMETD, sehingga memastikan rights issue terisi penuh. IQPlus melaporkan bahwa empat entitas-PT Henan Putihrai Sekuritas, PT Tata Tirta Datun, Bapak Hapsoro, dan Bapak Ferry Sudjono-menyatakan kesiapan dana masing-masing sebesar Rp100 miliar, Rp350 miliar, Rp100 miliar, dan Rp388,57 miliar, dengan total komitmen sekitar Rp938,57 miliar. Para pembeli siaga tersebut akan membeli saham tambahan jika permintaan dari pemegang HMETD tidak mencukupi, sehingga mengurangi risiko kegagalan penerbitan. Keberadaan pembeli siaga memberikan sinyal positif kepada pasar bahwa hak penawaran akan terjual, memperkuat likuiditas dan kepercayaan investor. Dengan dukungan tersebut, dapat mengamankan dana segar yang diperlukan untuk rencana strategisnya.

 Disclaimer: This article was produced automatically by Artificial Intelligence (AI) through the compilation and synthesis of information from multiple news sources. It is not independent reporting and does not constitute investment advice. 


Sumber : AI News