- Laba bersih naik 6,86% menjadi Rp14,32 triliun hingga Agustus 2026 dari Rp13,40 triliun pada periode yang sama 2025, ditopang kenaikan pendapatan bunga bersih 14,33% menjadi Rp28,87 triliun.
- Kredit tumbuh 27,13% menjadi Rp977,17 triliun, seiring total aset meningkat 23,61% menjadi Rp1.434,11 triliun.
- DPK meningkat 29,40% menjadi Rp1.124,69 triliun dari Rp869,14 triliun, dengan pertumbuhan terbesar berasal dari deposito yang naik menjadi Rp389,94 triliun dari Rp238,14 triliun.
Ipotnews - PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk () membukukan laba bersih tahun berjalan sebesar Rp14,32 triliun selama Januari - Agustus 2026, meningkat 6,86% dibandingkan periode Januari - Agustus 2025 sebesar Rp13,40 triliun.
Berdasarkan laporan keuangan bulanan per 31 Agustus 2026 yang dipantau Ipotnews melalui website resmi perseroan pada Rabu (23/9), peningkatan laba tersebut ditopang oleh pertumbuhan pendapatan bunga bersih serta ekspansi kredit yang cukup kuat.
Pendapatan bunga hingga Agustus 2026 tercatat Rp51,55 triliun, meningkat 17,07% dibandingkan Rp44,03 triliun pada periode yang sama 2025. Namun, beban bunga juga meningkat 20,76% menjadi Rp22,68 triliun dari sebelumnya Rp18,78 triliun.
Dengan demikian, pendapatan bunga bersih mencapai Rp28,87 triliun, naik 14,33% dibandingkan Rp25,25 triliun pada Agustus 2025. Dari sisi laba operasional meningkat 9,58% menjadi Rp17,72 triliun dari Rp16,17 triliun.
Setelah memperhitungkan pendapatan dan beban nonoperasional serta pajak, laba bersih tahun berjalan mencapai Rp14,32 triliun.
Pertumbuhan laba tersebut berjalan seiring dengan ekspansi neraca. Total aset per 31 Agustus 2026 mencapai Rp1.434,11 triliun, meningkat 23,61% dibandingkan posisi Rp1.160,18 triliun pada Agustus 2025.
Kredit yang diberikan menjadi salah satu penopang utama pertumbuhan aset. Kredit tercatat Rp977,17 triliun, tumbuh 27,13% dibandingkan Rp768,60 triliun pada periode yang sama tahun lalu.
Pertumbuhan kredit tersebut juga diikuti peningkatan penghimpunan dana pihak ketiga (DPK), yang secara total naik 29,40% menjadi Rp1.124,69 triliun per Agustus 2026 dari Rp869,14 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Giro naik menjadi Rp442,62 triliun dari Rp366,54 triliun, sedangkan tabungan meningkat menjadi Rp292,13 triliun dari Rp264,46 triliun. Sementara itu, deposito mengalami pertumbuhan paling tinggi menjadi Rp389,94 triliun dibandingkan Rp238,14 triliun pada Agustus 2025.
Total liabilitas per Agustus 2026 tercatat Rp1.268,92 triliun, meningkat dibandingkan Rp999,54 triliun setahun sebelumnya. Di sisi lain, total ekuitas mencapai Rp165,19 triliun, naik dari Rp160,64 triliun.
Dengan kinerja tersebut, mencatatkan pertumbuhan laba bersih 6,86% di tengah ekspansi kredit sebesar 27,13% dan pertumbuhan aset sebesar 23,61% hingga delapan bulan pertama 2026.
(Adhitya/AI)
Sumber : admin