AI News - Barito Pacific Tbk dan Chandra Asri Pacific Tbk mengumumkan program pembelian kembali saham dengan total dana Rp2 triliun, dimulai 19 Oktober 2026 untuk
dan 20 Oktober 2026 untuk , sebagai upaya meningkatkan nilai pemegang saham.Poin Penting
- Total dana buyback: Rp2 triliun ( Rp1 triliun, Rp1 triliun).
- Periode pelaksanaan: hingga 31 Desember 2026; hingga 19 Januari 2027.
- Rentang harga : Rp1.250-Rp3.000 per saham.
- Target saham : 800 juta saham (~0,92 % total).
- Free float per 31 Agustus 2026: 26,96 %; 25,42 %.
Apa Tujuan Utama Buyback Saham Barito Pacific dan Chandra Asri?
Tujuan utama program buyback adalah meningkatkan nilai bagi pemegang saham serta menyesuaikan harga saham dengan fundamental perusahaan, kata manajemen menurut IDN Financials. Kedua perusahaan menilai langkah ini dapat memperbaiki performa saham dan menjaga kepercayaan publik, terutama setelah penurunan sekitar 7 % pada sesi pembukaan pertama. Buyback juga memberi fleksibilitas dalam mengoptimalkan struktur modal, memungkinkan menyesuaikan kapitalisasi dengan kinerja aktualnya. Dengan menggunakan kas internal, aksi ini tidak mengganggu operasi operasional dan menandakan komitmen manajemen terhadap tata kelola yang kuat.
Bagaimana Mekanisme Pelaksanaan Buyback, Termasuk Harga dan Jumlah Saham yang Ditetapkan?
Pelaksanaan buyback dilakukan secara bertahap menggunakan kas internal masing-masing perusahaan, seperti dilaporkan oleh Stockwatch. menyiapkan dana maksimal Rp1 triliun dan menunjuk PT Sucor Sekuritas untuk melakukan pembelian melalui Bursa Efek Indonesia selama periode 19 Oktober-31 Desember 2026, tanpa menyebut rentang harga tertentu. Sementara itu, mengalokasikan Rp1 triliun dengan rentang harga Rp1.250-Rp3.000 per saham, menargetkan pembelian maksimal 800 juta saham (0,92 % total) lewat PT Henan Putihrai Sekuritas antara 20 Oktober 2026 dan 19 Januari 2027. Kedua program mematuhi POJK No 13/2023 serta memperhatikan batas maksimal free float yang tercatat 26,96 % untuk dan 25,42 % untuk pada Agustus 2026.
Apa Dampak Buyback Terhadap Nilai Saham dan Kepercayaan Investor?
Buyback diperkirakan akan menstabilkan harga saham yang sempat tertekan setelah menembus batas auto-rejection (ARB) dengan penurunan sekitar 7 % pada sesi pertama, menurut data IDN Financials. Dengan mengurangi jumlah saham beredar, EPS per saham dapat meningkat, memberikan sinyal positif kepada investor mengenai prospek jangka panjang. Penggunaan dana internal menunjukkan tidak ada tekanan likuiditas pada operasi inti, memperkuat persepsi bahwa manajemen mengelola sumber daya secara prudensial. Akhirnya, aksi tersebut dapat memperkuat kepercayaan pasar dan mendukung pergerakan harga ke arah yang lebih menguntungkan.
Sumber : AI News