Ada Revisi terkait Saham BBRI, Wajarnya Segini
Wednesday, October 15, 2025       14:05 WIB

JAKARTA, investor.id - Rekomendasi untuk saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk () atau BRI adalah overweight. Muncul harga wajar saham terbaru.
Tahun ini, BRI () menargetkan pertumbuhan kredit sebesar 7-9% yoy. Fokus BRI pada segmen konsumer, misalnya kredit payroll dan KPR serta UMKM , dengan size antara Rp 5-500 miliar.
Emiten berkode saham tersebut juga memproyeksikan margin bunga bersih (net interest margin/NIM) sebesar 7,3-7,9%. Namun, itu tergantung pada kemungkinan penurunan suku bunga lebih lanjut tahun ini.
"Proyeksi tahun 2025 berfokus pada optimalisasi portofolio pembiayaan dan efisiensi digital untuk menjaga margin sekitar 8%," tulis Equity Research Kiwoom Sekuritas Indonesia, Miftahul Khaer dalam risetnya, yang dikutip pada Rabu (15/10/2025).
Selain itu, menurut dia, berkomitmen menjaga kualitas aset dengan menargetkan non-performing loan (NPL) tetap di bawah 3%.
Sedangkan cost to income ratio (CIR) ditargetkan pada kisaran 41-42%. Ini menunjukkan fokus pada efisiensi operasional.
Pada kuartal II-2025, mencatatkan total pendapatan Rp 44,77 triliun atau turun tipis 1,4% qoq, namun menunjukkan pertumbuhan yang kuat sebesar 6,9% yoy.
Harga Wajar Terbaru
Adapun pendapatan bunga bersih (net interest income/NII) naik 4,4% qoq atau melonjak 10,1% yoy menjadi Rp 37,42 triliun. Peningkatan NII didorong oleh kenaikan yang lebih tinggi pada total pendapatan bunga sebesar 5,4% qoq atau 8,2% yoy dibandingkan kenaikan total beban bunga sebesar 8,1% qoq atau 3,6% yoy.
Namun, laba bersih BRI () pada kuartal II-2025 turun 7,8% qoq atau melemah 8,8% yoy menjadi Rp 12,6 triliun. Ini terutama disebabkan oleh kenaikan signifikan pada beban pajak sebesar 29,5% qoq, serta tekanan biaya operasional. "Laba operasional sedikit turun 1,4% qoq," sebut Khaer.
Dengan berbagai faktor yang ada, Kiwoom Sekuritas merevisi turun target harga saham untuk 12 bulan ke depan menjadi Rp 4.720. Target harga tersebut juga sebagai harga wajar saham yang sebesar Rp 4.720.
Kiwoom Sekuritas menggunakan pendekatan multiple valuation methods (DDM, P/E, dan PBV) serta mempertimbangkan proyeksi penurunan laba bersih .
Risiko utamanya mencakup risiko kredit, risiko likuiditas, risiko operasional, serta kebijakan pemerintah terutama terkait suku bunga.

Sumber : investor.id