Asing Berbalik Net Buy, 4 Saham Langsung Diangkut
Thursday, July 17, 2025       20:43 WIB

JAKARTA, investor.id- Investor asing berbalik mencetak transaksi beli bersih ( net buy ) saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (17/7/2025). Saham , , , dan langsung diangkut.
Adapun net buy asing di seluruh pasar hari ini mencapai Rp 640,29 miliar. Dengan begitu, total transaksi jual bersih ( net sell ) asing sepanjang tahun berjalan ini berkurang menjadi Rp 59,7 triliun - berdasarkan data BEI.
 Net buy terbesar di pasar reguler hari ini terjadi pada saham PT Bank Mandiri Tbk () mencapai Rp 183 miliar. Kemudian, saham PT Telkom Indonesia Tbk () dengan net buy senilai Rp 139,89 miliar.
Tak ketinggalan, saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk () dan PT Solusi Sinergi Digital Tbk (). Net buy asing pada saham sebesar Rp 136,59 miliar dan Rp 101,4 miliar.
Sebaliknya, net sell terbanyak oleh investor asing dialami saham PT Bank Central Asia Tbk () sebesar Rp 100,69 miliar.
Sementara itu, indeks harga saham gabungan ( IHSG ) hari ini ditutup melejit sebanyak 95 poin (1,32%) ke level 7.287. Ini merupakan reli sembilan hari beruntun.
Berdasarkan data RTI, sebanyak 355 saham terpantau naik, 234 saham turun, dan 217 saham stagnan. Total nilai transaksi mencapai Rp 14,29 triliun.
Mayoritas sektor saham menguat pada penutupan IHSG hari ini. Saham sektor teknologi memimpin penguatan karena melejit 7,1%. Diikuti, penguatan di sektor transportasi sebesar 2,3%, sektor infrastruktur 2,3%, sektor barang konsumsi primer 1,5%, dan sektor barang baku 1%.
Sedangkan pelemahan terjadi di sektor properti 0,4% dan sektor barang konsumsi non primer 0,1%.
Arah IHSG
IHSG reli selama sembilan hari beruntun, seiring sentimen positif dari luar negeri. Salah satu faktor pendorongnya adalah pengumuman terbaru dari Presiden AS Donald Trump terkait pemangkasan tarif impor terhadap produk Indonesia menjadi 19% dari 32%.
Analis Panin Sekuritas, Aqil Triyadi mengatakan, pasar saham merespons positif perkembangan ini, terutama karena kesepakatan tersebut dinilai menguntungkan posisi Indonesia.
"Pasar merespons positif apa yang terjadi di kesepakatan dagang antara Amerika dan Indonesia," kata Aqil, dikutip pada Kamis (17/7/2025).
Menurut dia, tarif impor 19% adalah hasil negosiasi yang baik antara Presiden Prabowo Subianto dengan Donald Trump dan memberikan angin segar bagi kinerja sejumlah emiten ekspor. Sektor-sektor yang berkaitan langsung dengan ekspor, termasuk komoditas dan manufaktur, diproyeksikan mendapatkan sentimen positif.
Aqil memprediksi, IHSG masih memiliki ruang penguatan lebih lanjut, terutama jika ditopang oleh keputusan suku bunga domestik yang bersahabat. Dia juga menyoroti bahwa pasar sebelumnya sempat diliputi kekhawatiran karena kebijakan tarif tinggi dari Trump yang sempat memicu guncangan pasar. Namun kini, dengan adanya pelonggaran, sentimen berbalik arah.
Lebih jauh, dia melihat bahwa sentimen positif ini dapat menopang pergerakan IHSG hingga jangka menengah. Meski demikian, Aqil mengingatkan, pasar juga akan tetap mencermati arah suku bunga Bank Indonesia (BI) dan perkembangan global, termasuk inflasi AS serta kebijakan The Fed.
"Penurunan suku bunga akan menjadi driver jangka panjang IHSG , sehingga bisa tembus lagi ke level 7.400, bahkan 7.500," pungkas dia.

Sumber : investor.id