Asing Berbalik Net Buy, Saham Ini Langsung Disergap
Tuesday, February 03, 2026       08:54 WIB

JAKARTA, investor.id -Investor asing membuat kejutan dengan melakukan aksi beli bersih ( net buy ) saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (2/2/2026). Asing langsung memborong saham , , dan .
Adapun net buy asing di seluruh pasar hari ini sebesar Rp 654,9 miliar - berdasarkan laporan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Dari jumlah tersebut, net buy asing di pasar reguler mencapai Rp 593,3 miliar.
Dengan demikian, total transaksi jual bersih ( net sell ) asing sepanjang tahun berjalan ini menjadi Rp 9,2 triliun.
 Net buy terbesar di pasar reguler hari ini dialami saham PT Bank Central Asia Tbk () mencapai Rp 439,5 miliar.
Selain saham , asing juga menyerok saham PT XL Smart Telecom Sejahtera Tbk () dan PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (). Net buy asing pada saham sebesar Rp 158 miliar dan senilai Rp 123,7 miliar.
Sebaliknya, net sell terbanyak oleh investor asing melanda saham PT Bank Mandiri Tbk () mencapai Rp 475,9 miliar.
Kemudian, saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk () dan PT Telkom Indonesia Tbk (). N  et sell asing pada saham sebesar Rp 310,8 miliar dan senilai Rp 142,79 miliar.
Sementara itu, indeks harga saham gabungan ( IHSG ) hari ini ditutup ambrol 406,87 poin (4,88%) ke level 7.922,7. Pelemahan tajam terjadi karena pasar masih dibebani sentimen dari gejolak ultimatum MSCI dan pengunduran diri mendadak para pejabat Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bursa Efek Indonesia (BEI).
Berdasarkan data BEI, sebanyak 58 saham naik, 720 saham turun, dan 36 saham stagnan. Total nilai transaksi mencapai Rp 28,1 triliun.
Anggota Dewan Komisioner Pengganti Ketua dan Wakil Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi yang kerap dipanggil dengan nama Kiky mengonfirmasi aksi beli bersih investor asing pada hari ini.
"Ternyata setelah empat hari asing net sell , pada hari ini asing mencatatkan net buy sebesar Rp 654,9 miliar. Jadi ini berita bagusnya bahwa ternyata foreign buy hari ini setelah empat hari kemarin net sell ," jelas Kiky.
Menurut dia, pelemahan tidak hanya terjadi pada indeks saham di Indonesia, namun juga terjadi pada bursa-bursa di kawasan Asia. Salah satunya Korea Selatan yang menerapkan trading halt pada indeks Kospi pada perdagangan hari ini.
"Secara regional, indeks-indeks di regional juga minus, kalau kita lihat di Kospi Korea itu minusnya bahkan jauh lebih dalam 5,4%, kemudian di Hong Kong, India, Singapura, dan China juga secara regional melemah," tutur dia.
Dengan demikian, menurut dia, meskipun mengalami pelemahan namun masih terdapat hal positif yang dapat dicermati di pasar saham Indonesia.
"Kita melihatnya ini juga untuk perspektif yang lebih luas dan lebih global. Jadi, pasar kita walaupun turun, tapi ada hal-hal baik yang bisa kita lihat," ujarnya.

Sumber : investor.id