Asing Net Sell di Sesi 1, tapi Saham Ini Malah Diborong
Tuesday, January 20, 2026       13:57 WIB

Jakarta, CNBC Indonesia -- Investor asing mencatatkan aksi jual bersih (net sell) pada perdagangan sesi I Selasa (20/1/2026). Data intraday foreign activity dari Indo Premier Sekuritas menunjukkan nilai beli asing mencapai Rp3,4 triliun, sedangkan nilai jual mencapai Rp3,6 triliun, sehingga terjadi net sell Rp207,5 miliar di pasar reguler.
Meski secara agregat masih net sell, sejumlah saham berkapitalisasi besar dan sektor komoditas justru menjadi incaran beli asing. PT Bank Rakyat Indonesia Tbk () memimpin daftar top foreign buy dengan nilai Rp97,0 miliar dari volume 25,1 juta saham.
Di posisi berikutnya, PT Alamtri Resources Indonesia Tbk () diborong asing Rp72,8 miliar, disusul PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk () senilai Rp55,6 miliar dan PT Aneka Tambang Tbk () Rp49,4 miliar.
Selain itu, minat beli asing juga terlihat pada PT Petrosea Tbk () Rp47,4 miliar, PT Alamtri Minerals Indonesia Tbk () Rp46 miliar, hingga PT Bank Mandiri Tbk () Rp32,4 miliar.
Di sisi lain, tekanan jual asing paling besar terjadi pada saham batubara PT Bumi Resources Tbk () dengan net foreign sell Rp563,3 miliar. Aksi distribusi asing juga membebani PT Barito Pacific Tbk () Rp107,3 miliar serta saham perbankan Bank Central Asia () Rp75,5 miliar.
Saham lain yang turut dilepas asing antara lain PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk () Rp43,9 miliar, PT Chandra Daya Investasi Tbk () Rp26,3 miliar, PT Timah Tbk () Rp22,3 miliar, hingga PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk () Rp22,2 miliar.
Sementara itu, Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) sesi 1 naik 21,54 poin atau 0,24% ke level 9.155,41. Sebanyak 409 saham naik, 295 turun, dan 254 tidak bergerak. Nilai transaksi mencapai Rp 15,91 triliun, melibatkan 38,85 miliar saham dalam 2,26 juta kali transaksi. Kapitalisasi pasar pun merangkak naik menjadi Rp 16.613 triliun.
Berdasarkan data pasar, PT Bumi Resources Tbk () menjadi saham yang paling banyak diperdagangkan dengan nilai mencapai Rp 5,87 triliun. Total nilai transaksi jauh dibandingkan dengan emiten-emiten lain.
Hingga jeda makan siang, tercatat naik 5,34% ke level 434. Harga saham kembali merangkak naik setelah ada transaksi nego senilai Rp 6,9 triliun pada perdagangan kemarin.
Mengutip Refinitiv, saham juga tercatat menjadi penggerak utama indeks. menyumbang 5,72 indeks poin.
Selain , saham PT Jaya Sukses Makmur Sentosa Tbk (), PT Impack Pratama Industri Tbk (), PT Bukit Uluwatu Villa Tbk (), dan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk () juga mendorong IHSG bergerak ke atas. Masing-masing, secara berurutan menyumbang 5,11 indeks poin, 4,52 indeks poin, 3,76 indeks poin, dan 3,15 indeks poin.
(mkh/mkh)

Sumber : www.cnbcindonesia.com