BBCA Dijual Asing Lagi, Net Sell Tembus Rp 1,1 T Sehari
Tuesday, January 27, 2026       18:07 WIB

Jakarta, CNBC Indonesia -- Aliran modal asing kembali mengalir deras keluar dari pasar modal Tanah Air pada perdagangan hari ini, Selasa (27/1/2026).
Asing melakukan aksi beli senilai Rp 8,94 triliun dan jual Rp 10,56 triliun. Dengan demikian, net foreign sell sepanjang hari ini mencapai Rp 1,61 triliun.
Bank Central Asia () menjadi saham dengan net sell asing terbesar, yakni Rp 1,1 triliun. Rata-rata asing menjual di harga Rp 7.536,3.
Harga saham pun tergerus seiring aksi jual asing tersebut. turun 1,96% ke level 7.500 dan menjadi satu pemberat utama Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) hari ini.
Emiten selanjutnya yang mendapat tekanan jual asing adalah Antam (). Emiten tambang emas tersebut mencatat net sell asing Rp 318,4 miliar dengan rata-rata harga jual 4.615,7.
Selengkapnya, berikut 10 saham dengan net foreign sell terbesar hari ini:
PT Bank Central Asia Tbk () - Rp 1,1 triliun
PT Aneka Tambang Tbk () - Rp 318,4 miliar
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk () - Rp 172,3 miliar
PT Bumi Resources Tbk () - Rp 145,6 miliar
PT Alamtri Resources Indonesia Tbk () - Rp 78 miliar
PT Merdeka Gold Resources Tbk () - Rp 72,8 miliar
PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk () - Rp 66,2 miliar
PT Petrosea Tbk () - Rp 62,3 miliar
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk () - Rp 58,1 miliar
PT Archi Indonesia Tbk () - Rp 57,6 miliar
Sementara itu, Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) berhasil balik arah setelah seharian bergerak di zona koreksi pada perdagangan hari ini. Setelah sempat turun 1,13% pada sepuluh menit pertama perdagangan, IHSG ditutup naik tipis 4,89 poin atau naik 0,05% ke level 8.980,23.
Sebanyak 441 saham turun, 232 naik, dan 130 tidak bergerak. Nilai transaksi mencapai Rp 15,11 triliun, melibatkan 33,24 miliar saham dalam 2,08 juta kali transaksi.
Mayoritas sektor perdagangan hijau dengan kenaikan paling tinggi dicatatkan oleh energi dan teknologi, sedangkan yang mengalami depresiasi terparah adalah konsumer primer dan finansial.
, dan tercatat menjadi penggerak utama IHSG hari ini.

Sumber : www.cnbcindonesia.com