BCA (BBCA) Ekspansi Cabang Baru di 2026, Fokus Jangkau Indonesia Timur
Friday, February 06, 2026       20:26 WIB

JAKARTA, investor.id- PT Bank Central Asia Tbk () menegaskan komitmennya untuk tetap menambah jaringan kantor cabang pada 2026, meskipun tren industri perbankan menunjukkan penurunan jumlah kantor cabang dalam beberapa tahun terakhir.
Langkah ekspansi ini menjadi bagian dari strategi perusahaan menjaga kualitas layanan, sekaligus memperluas penetrasi di wilayah yang belum memiliki akses perbankan BCA.
Senior Vice President Operation Strategy & Development Setiady mengatakan, sejak 2021 jumlah kantor cabang perseroan terus meningkat menjadi 1.270 unit pada akhir 2025. Kenaikan ini berbanding terbalik dengan banyak bank yang memilih melakukan rasionalisasi jaringan akibat percepatan digitalisasi layanan.
"Kondisi industri memang bergerak ke arah digital, tetapi bagi BCA kantor cabang tetap memiliki peran penting, terutama untuk layanan yang memerlukan sentuhan fisik dan transaksi kompleks. Karena itu, komitmen kami menambah cabang masih solid, khususnya di wilayah yang belum terlayani," ujar Setiady dalam BCA Expoversary 2026 di ICE BSD, Jumat (6/2/2026).
mencatat bahwa secara frekuensi, transaksi di cabang kini kurang dari 1% dari total transaksi perseroan. Namun dari sisi nilai, kontribusinya masih signifikan, di atas 30%. Transaksi dengan nilai besar, transaksi kompleks, serta kebutuhan fisik seperti setoran dan penarikan tunai masih didominasi kantor cabang, terutama di wilayah suburban dan luar kota besar.
"Segmen nasabah yang mendatangi cabang tetap beragam, mulai dari nasabah mass hingga high net worth . Untuk transaksi bernilai besar, cabang masih menjadi kanal utama," ujarnya.
Sementara itu, sekitar 99% transaksi secara jumlah sudah beralih ke kanal digital seperti internet banking dan mobile banking.
Ekspansi Fokus Indonesia Timur
Penambahan kantor cabang ke depan akan difokuskan pada wilayah Indonesia Timur serta kota-kota yang belum memiliki cabang BCA. Di sisi lain, BCA tetap melakukan penataan jaringan dengan menutup atau menggabungkan cabang yang lokasinya berdekatan demi efisiensi operasi.
Komitmen memperluas akses layanan juga terlihat dari jaringan ATM. Sejak 2021 yang berjumlah sekitar 18 ribu unit, kini ATM BCA telah melampaui 20 ribu unit, dan masih akan ditambah untuk menjangkau wilayah baru.
Setiady menjelaskan bahwa BCA telah mendigitalisasi hampir seluruh proses di kantor cabang, termasuk pembukaan rekening, transaksi finansial, dan layanan kartu. Salah satu inovasi yang paling mendapat perhatian adalah CS Digital, mesin yang memungkinkan nasabah mengganti kartu ATM secara mandiri dalam waktu kurang dari lima menit.

Sumber : investor.id