Bandar Lahan Gaet Danantara, Saham Berpeluang Loncat 250%
Friday, August 08, 2025       16:44 WIB

JAKARTA, Investor.id -PT Sentul City Tbk (), pengembang dengan cadangan lahan terbesar di Indonesia, dikabarkan bekerja sama dengan BPI Danantara untuk mengembangkan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) kesehatan. Ini akan membawa saham ke harga wajar yang jauh di atas posisi sekarang.
Berdasarkan riset RHB Sekuritas, Danantara berniat membangun KEK Kesehatan di atas lahan milik . Danantara terinspirasi oleh biotown di Chengdu, China.
Proyek ini sejalan dengan Asta Cita pemerintahan Prabowo Subianto dan agenda reformasi sektor kesehatan nasional. Kedua pihak hingga kini belum mengeluarkan pernyataan resmi. Tetapi, kemungkinan pengumumannya akan keluar dalam beberapa pekan ke depan.
Penggarapan proyek itu sejalan dengan perubahan jajaran direksi , yang kini diisi eks pejabat pemerintah. Ada Yuswandi Arsyad Tumenggung, Wahyu Utomo, Lukita Dinarsyah Tuwo dan Gatot Sudariyono.
"Di luar proyek itu, siap menuai lonjakan permintaan lahan industri untuk pusat data. Saat ini, sudah ada dua pusat data di kawasan , seperti Neutra DC Sentul milik Telkom Indonesia dan IndoKeppel Data Center 1 milik Grup Keppel dan Salim," tulis RHB Sekuritas, dikutip Jumat (8/8/2025).
Harga Wajar Tinggi
Perseroan, tulis RHB, juga bakal menerima pembayaran lahan dari Genting Plantations untuk penjualan lahan 152 hektare di Sentul City senilai Rp 2 triliun. Pembayaran pertama kemungkinan dieksekusi pada kuartal III tahun ini senilai Rp 400-500 miliar.
RHB merekomendasi buy saham yang memiliki cadangan lahan 14.522 ha, terbesar di Indonesia. NAV perseroan ditaksir mencapai Rp 98,3 triliun, berdasarkan harga lahan Rp 200 ribu hingga Rp 3 juta per meter.
Artinya, harga wajar Rp 586, mencerminkan potensi kenaikan 250% dari harga saat ini Rp 164.

Sumber : investor.id

berita terbaru
Thursday, Jan 15, 2026 - 20:45 WIB
Kepemilikan Saham 31 Desember 2025 KPIG
Thursday, Jan 15, 2026 - 20:39 WIB
Kepemilikan Saham 30 Desember 2025 KING
Thursday, Jan 15, 2026 - 20:30 WIB
Kepemilikan Saham 31 Desember 2025 IATA
Thursday, Jan 15, 2026 - 20:26 WIB
Kepemilikan Saham 30 Desember 2025 FITT
Thursday, Jan 15, 2026 - 20:20 WIB
Kepemilikan Saham 31 Desember 2025 CSMI
Thursday, Jan 15, 2026 - 20:12 WIB
Indonesia Market Summary (15/01/2026)
Thursday, Jan 15, 2026 - 19:50 WIB
Kepemilikan Saham 31 Desember 2025 BANK