Berkat Desa BRILiaN, Desa di Sulsel Ini Berhasil Dongkrak Perekonomian Lokal
Monday, March 30, 2026       18:07 WIB

Jakarta - Terletak di ketinggian sekitar 800 meter di atas permukaan laut, Desa Tompobulu di Kecamatan Balocci, Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan, Provinsi Sulawesi Selatan, terus menunjukkan transformasi positif sebagai desa yang mampu mengoptimalkan potensi alam, budaya, dan kearifan lokal menjadi sumber pertumbuhan ekonomi masyarakat.
Adapun mayoritas masyarakat Desa Tompobulu berprofesi sebagai petani. Namun demikian, desa ini juga memiliki kekayaan kuliner tradisional seperti saraba daun kelor yang berbahan dasar jahe dan daun kelor, yang kini mulai berkembang dan dikenal lebih luas.
Seiring berjalannya waktu, potensi tersebut tidak hanya menjadi identitas lokal, tetapi juga berkembang menjadi bagian dari aktivitas ekonomi masyarakat. Pada saat yang sama, sektor pariwisata mulai tumbuh sebagai motor penggerak baru yang diyakini mampu memperkuat struktur ekonomi desa ke depan.
Perkembangan tersebut sejalan dengan berbagai capaian yang diraih Desa Tompobulu dalam beberapa tahun terakhir. Desa ini berhasil menorehkan prestasi di tingkat nasional maupun daerah, di antaranya menjadi juara nasional Anugerah Desa Wisata Indonesia ( ADWI ), meraih penghargaan dalam Lomba Desa Pariwisata Kementerian Desa, hingga masuk dalam nominasi desa terbaik pada ajang Desa BRIL iaN.
Kepala Desa Tompobulu, Abdul Kadir Hakim mengungkapkan bahwa capaian tersebut menjadi dorongan bagi masyarakat untuk terus mengembangkan potensi desa secara berkelanjutan.
"Capaian ini menjadi kebanggaan bagi kami sekaligus motivasi untuk terus mengembangkan potensi desa," ujarnya dalam keterangan tertulis, Senin (30/3/2026).
Penguatan tersebut semakin optimal dengan hadirnya program Desa BRIL iaN. Kedekatan masyarakat dengan layanan BRI menjadi salah satu faktor pendukung, mengingat sebagian besar warga merupakan pelaku UMKM serta penerima Kredit Usaha Rakyat (KUR). Melalui program ini, BRI atau memberikan pendampingan berkelanjutan yang mencakup penguatan ekonomi desa, digitalisasi layanan keuangan, hingga peningkatan kapasitas pengelolaan potensi lokal.
Sejalan dengan itu, potensi pariwisata desa terus dikembangkan secara terintegrasi. Desa Tompobulu memiliki sejumlah destinasi yang tersebar baik di dalam maupun di luar kawasan Taman Nasional Bantimurung-Bulusaraung, termasuk Puncak Pendagang Bulu Sarang di Dusun Bulu-Bulu yang berada di ketinggian 1.353 mdpl dan menjadi salah satu daya tarik unggulan.
Pertumbuhan sektor pariwisata tersebut turut memberikan dampak positif terhadap pengembangan UMKM berbasis kearifan lokal. Produk seperti saraba daun kelor kini telah dipasarkan ke berbagai daerah melalui jaringan distribusi yang terus berkembang.
Di sisi lain, usaha gula aren tetap mempertahankan proses produksi tradisional berbasis gotong royong, yang tidak hanya menjaga kualitas produk tetapi juga memperkuat nilai sosial di masyarakat.
Peran kelembagaan desa juga menjadi faktor penting dalam menjaga keberlanjutan pertumbuhan ekonomi. Badan Usaha Milik Desa ( BUMD es) terus mengembangkan berbagai unit usaha yang mendukung kebutuhan masyarakat, mulai dari layanan Wi-Fi desa, depot air galon, hingga pengembangan usaha produktif lainnya. Kehadiran BUMD es diharapkan mampu menjadi motor penggerak ekonomi sekaligus berkontribusi terhadap peningkatan Pendapatan Asli Desa.
Seluruh upaya tersebut diperkuat dengan dukungan sektor perbankan. BRI hadir melalui penyediaan akses keuangan yang inklusif dan terintegrasi, antara lain melalui penyaluran KUR, penguatan Agen BRIL ink yang terhubung dengan BUMD es, implementasi pembayaran digital berbasis QRIS , serta pemanfaatan aplikasi BRImo untuk mempermudah transaksi masyarakat.
Sementara itu, Direktur Mikro BRI, Akhmad Purwakajaya menegaskan bahwa program Desa BRIL iaN merupakan bagian dari komitmen BRI dalam mendorong pertumbuhan ekonomi desa yang berkelanjutan dan inklusif.
"Desa BRIL iaN dirancang sebagai program pemberdayaan desa berbasis empat pilar utama, yakni penguatan kelembagaan desa seperti BUMD es dan koperasi, digitalisasi layanan keuangan, pengembangan ekonomi berkelanjutan, serta inovasi desa. Melalui program ini, BRI mendorong masyarakat desa untuk terus berinovasi dan menciptakan solusi atas berbagai tantangan yang dihadapi," jelas Akhmad.
Akhmad menambahkan, hingga saat ini lebih dari 5.200 desa di seluruh Indonesia telah tergabung dalam program Desa BRIL iaN dan terus mendapatkan pendampingan secara berkelanjutan.
"BRI akan terus memperkuat peran sebagai mitra strategis dalam pembangunan desa, sehingga potensi lokal dapat berkembang secara optimal dan memberikan dampak nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat," pungkasnya.
Dengan sinergi antara potensi lokal, penguatan kelembagaan, serta dukungan berkelanjutan dari BRI, Desa Tompobulu kini tumbuh sebagai desa wisata yang adaptif, inovatif, dan berdaya saing, sekaligus menjadi contoh nyata transformasi ekonomi desa di Indonesia.

Sumber : DETIK FINANCE

berita terbaru
Saturday, Apr 04, 2026 - 15:35 WIB
Financial Statements Full Year 2025 of HRME
Saturday, Apr 04, 2026 - 15:30 WIB
Financial Statements Full Year 2025 of CASA
Saturday, Apr 04, 2026 - 15:24 WIB
Financial Statements Full Year 2025 of PYFA
Saturday, Apr 04, 2026 - 15:20 WIB
Financial Statements Full Year 2025 of PTPP
Saturday, Apr 04, 2026 - 15:11 WIB
Financial Statements Full Year 2025 of WIKA
Saturday, Apr 04, 2026 - 15:07 WIB
Financial Statements Full Year 2025 of MTEL
Saturday, Apr 04, 2026 - 15:02 WIB
Financial Statements Full Year 2025 of BMHS
Saturday, Apr 04, 2026 - 14:57 WIB
Financial Statements Full Year 2025 of KJEN