Dividen BBCA Tanpa ‘Trap’
Wednesday, April 08, 2026       10:44 WIB

JAKARTA, investor.id-Emiten bank swasta terbesar di Indonesia, PT Bank Central Asia Tbk () dijadwalkan membayarkan dividen final tahun buku 2025 senilai total Rp 34,5 triliun atau Rp 281 per saham pada Rabu (8/4/2026).
Sebelumnya, cum dividen BCA di pasar reguler dan pasar negosiasi jatuh pada 27 Maret 2026. Saat itu, harga saham diparkir di Rp 6.700, sehingga yield dividen final 4,2%.
Memang, saham sempat tertekan setelah cum date dan ditutup pada level Rp 6.500 pada perdagangan Selasa (7/4/2026). Tapi kini saham BCA kembali bangkit dan berada di atas harga saat cum date .
Pada perdagangan Rabu (8/4/2026), sekitar pukul 10.11 WIB, saham Bank Central Asia berada di level Rp 6.725 (+3,85% dari hari sebelumnya).
Sehingga, bagi investor yang masuk di saham demi dividen pada 27 Maret lalu di harga Rp 6.700-an. Kini bisa meraup cuan dividen dengan yield sekitar 4,2% dan harga sahamnya tak mengalami penurunan saat hari pembayaran dividen. Artinya, dividen tanpa 'trap'.
Biasanya, harga saham emiten jatuh dibandingkan cum date sehingga dikenal dengan istilah dividend trap. 

Sumber : investor.id