Harga Emas Tembus US$ 5.200, Melonjak 20% Sepanjang 2026
Wednesday, January 28, 2026       10:52 WIB

NEW YORK , investor.id -Harga emas dunia melanjutkan reli tajam dan mencetak rekor baru dengan menembus level US$ 5.200 per ons tori pada perdagangan Rabu (28/1/2026). Lonjakan harga logam mulia ini didorong oleh melemahnya dolar Amerika Serikat (AS) ke level terendah hampir empat tahun.
Dikutip dari Reuters, penguatan itu terjadi di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik global dan menjelang keputusan kebijakan moneter The Fed.
Harga emas hari ini melonjak 1,03% ke level US$ 5.235,84 per ons troi saat berita ditulis, setelah sempat menyentuh rekor tertinggi sepanjang masa di US$ 5.235,35 per ons troi. Sejak awal tahun, harga emas telah melonjak lebih dari 20%.
Sementara itu, harga emas berjangka AS untuk pengiriman Februari melesat 2,76% ke level US$ 5.263,69 per ons troi.
Senior Market Analyst OANDA Kelvin Wong mengatakan, penguatan harga emas sangat erat kaitannya dengan kejatuhan nilai tukar dolar AS. Menurutnya, pergerakan emas mencerminkan korelasi negatif yang kuat terhadap greenback.
Wong menambahkan, kenaikan harga emas dipicu oleh korelasi tidak langsung yang sangat kuat dengan dolar. Lonjakan harga emas pada sesi perdagangan AS kemarin terjadi setelah pernyataan Presiden Donald Trump terkait dolar.
"Hal itu mengindikasikan adanya konsensus luas di Gedung Putih untuk mengarah pada dolar yang lebih lemah ke depan," ujar Wong.
Dolar AS Tertekan
Dolar AS tengah menghadapi krisis kepercayaan dan bergerak di sekitar level terendah dalam hampir empat tahun. Tekanan terhadap dolar semakin besar setelah Trump menyebut nilai tukar dolar sebagai sesuatu yang 'hebat', saat ditanya apakah mata uang tersebut telah melemah terlalu jauh.
Di sisi lain, sentimen pasar AS juga dibebani oleh merosotnya kepercayaan konsumen. Indeks kepercayaan konsumen AS pada Januari tercatat turun ke level terendah dalam lebih dari 11,5 tahun, seiring meningkatnya kekhawatiran terhadap melambatnya pasar tenaga kerja dan masih tingginya tekanan harga.
Trump juga menyatakan akan segera mengumumkan calon pimpinan baru The Fed. Ia bahkan memprediksi suku bunga akan turun setelah ketua The Fed yang baru mulai menjabat. Meski demikian, pasar secara luas memperkirakan The Fed akan menahan suku bunga pada pertemuan kebijakan moneter Januari yang saat ini sedang berlangsung.
Wong menambahkan, dalam jangka pendek, level resistensi harga emas berada di kisaran US$ 5.240 per ons. Sementara itu, Deutsche Bank dalam laporannya menyebut harga emas berpotensi naik hingga US$ 6.000 per ons pada 2026, seiring berlanjutnya permintaan investasi dari bank sentral dan investor global yang meningkatkan alokasi ke aset riil dan non-dolar.
Tak hanya emas, harga logam mulia lainnya juga bergerak menguat. Harga perak spot naik 2,51% ke level US$ 114,89 per ons, setelah mencetak rekor tertinggi di US$ 117,69 pada Senin lalu. Sepanjang tahun ini, harga perak telah melesat hampir 60%.
Harga platinum spot menguat 1,21% ke US$ 2.679,63 per ons, setelah sempat menyentuh rekor US$ 2.918,80 pada awal pekan. Sementara itu, palladium naik 1,14% ke level US$1.953,83 per ons.

Sumber : investor.id