IHSG Anjlok, Bos Danantara: Sinyal Keras bagi Regulator Pasar Modal
Thursday, January 29, 2026       15:29 WIB

JAKARTA, investor.id -Chief Investment Officer (CIO) Danantara Indonesia, Pandu Sjahrir memberikan pandangannya perihal adanya fenomena gejolak di pasar modal Indonesia, yang ditandai dengan anjloknya indeks harga saham gabungan ( IHSG ) dan diberlakukannya trading halt. 
Anjloknya IHSG terjadi setelah MSCI , penyedia indeks saham global, mengumumkan kebijakan sementara ( interim measures ) terkait penilaian free float saham emiten Indonesia.
Pandu menilai, tekanan dari MSCI terhadap Indonesia justru merupakan langkah yang tepat dan tidak perlu disalahkan. Peringatan tersebut dianggap sebagai dorongan perbaikan struktural.
MSCI dinilai telah memberikan sinyal dan peringatan, sehingga respons pasar saat ini seharusnya tidak mengejutkan regulator.
"Saya serahkan balik kepada regulator karena ini sudah fakta. Buat kami di Danantara, fokus kami berinvestasi," ungkap Pandu dalam acara Prasasti Center and Policy Studies di Jakarta, Kamis (29/1/2026).
Menurut Pandu, pada akhirnya tanggung jawab utama berada di tangan regulator pasar modal. Keputusan dan kebijakan regulator akan menentukan kemampuan pasar modal Indonesia untuk mempertahankan statusnya sebagai emerging market atau justru tergelincir menjadi frontier market. 
Dia bahkan secara terbuka menyebut daftar negara yang saat ini masuk kategori frontier market, seperti Bangladesh, Pakistan, hingga beberapa negara Afrika. Informasi yang dilontarkan ini bukan tanpa maksud, melainkan sebagai gambaran konkret mengenai posisi yang berisiko ditempati Indonesia jika pembenahan tidak dilakukan.
Salah satu poin paling krusial dalam pernyataan tersebut adalah estimasi dampak finansial apabila Indonesia benar-benar mengalami penurunan status ke frontier market. 
Berdasarkan kacamata investor, Pandu mengungkapkan, pihaknya menginginkan pasar modal yang lebih dalam, likuid, dan sehat.
Pandu melanjutkan, situasi saat ini bukan menjadi ajang untuk saling menyalahkan. Informasi yang diberikan MSCI dinilai sudah memadai, dan langkah yang diambil lembaga tersebut dianggap tepat.
"Saya rasa informasinya sudah pas, you cannot blame anyone . Menurut saya MSCI tepat. Saya serahkan balik ke regulator," pungkasnya.

Sumber : investor.id